Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN FASILITAS KURSI BELAJAR YANG ERGONOMIS DAN ANTROPOMETRI UNTUK ANAK HIPERAKTIF DI SEKOLAH INKLUSI Laswandi, Hartini; Mularsih (Almrh), Heni
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.7742.2021

Abstract

There are complaints of discomfort and difficulty in dealing with the activeness of hyperactive students felt in inclusive elementary schools. Anxious attitude when sitting, always disturbing friends while learning is taking place, this can interfere with the learning process, both for other normal students and hyperactive students. The purpose of this research is to develop a special study chair design for hyperactive students that is ergonomic based on anthropometry. The method used in this research is an ergonomic approach to the anthropometric method and the design method that prioritizes quality. Develop ergonomic and anthropometric chair products based on devine, design and develop procedures. This approach is used to determine the dimensions of the chair design. Study chair facilities that are ergonomic and anthropometric in learning need to be developed in every school, both public and inclusive schools. Guidelines for the design of activities and facilities for hyperactive students during learning activities, based on the analysis of activities and facilities for hyperactive students in inclusive schools. The design result of the development of a special study chair for hyperactive students is a chair design with adjustable armrests, flexible chairs and footrests with a slider system that can answer user complaints. Chair design with armrests, flexible and strong footrests can provide comfort for hyperactive students and reduce their activity. Inclusion schools are expected to facilitate learning facilities, especially for students with special needs. Adanya keluhan ketidaknyamanan dan kesulitan dalam menghadapi keaktifan siswa hiperaktif dirasakan di sekolah dasar inklusi. Sikap cemas saat duduk, selalu mengganggu teman saat belajar berlangsung hal ini dapat mengganggu proses belajar, baik untuk siswa normal lainnya maupun siswa hiperaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain kursi belajar khusus untuk siswa hiperaktif yang ergonomis berdasarkan antropometri. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan ergonomi terhadap metode antropometri dan metode desain yang mengutamakan kualitas. Mengembangkan produk kursi yang ergonomis dan antropometris berdasarkan dengan prosedur devine, design, dan develop. Pendekatan ini digunakan untuk menentukan dimensi desain kursi. Fasilitas kursi belajar yang ergonomi dan antropometri dalam pembelajaran perlu dikembangkan di setiap sekolah, baik sekolah umum maupun sekolah inklusi Pedoman desain aktivitas dan fasilitas siswa hiperaktif saat kegiatan belajar, berdasarkan analisis aktivitas dan fasilitas siswa hiperaktif di sekolah inklusi. Hasil desain dari pengembangan kursi belajar khusus untuk siswa hiperaktif adalah desain kursi dengan sandaran tangan yang bisa disetel, kursi yang fleksibel dan sandaran kaki dengan sistem slider dapat menjawab keluhan pengguna. Desain kursi dengan sandaran tangan, pijakan kaki yang lentur dan kuat dapat memberikan kenyamanan bagi siswa hiperaktif dan mengurangi keaktifannya. Sekolah inklusi diharapkan untuk memfasilitasi sarana belajar terutama bagi siswa berkebutuhan khusus ini.
DESAIN KURSI BELAJAR UNTUK WARGA BELAJAR DALAM MENINGKATKAN HASIL KREATIVITAS DI PKBM CIPTA CENDIKIA CIPONDOH Laswandi, Hartini
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.26067

Abstract

The development of the 4.0 industrial revolution era is currently very rapid in various fields including non-formal education. Facilitating learning citizens in non-formal education environments is highly expected for the realization of intelligent learning citizens, namely those who are motivated to progress and be creative. PKM is one of the service programs, to develop, accommodate, and realize creative and innovative ideas between PTs for the community, including for learning residents and can have a positive impact on increasing PKBM creativity and achievements (PKM Guidelines, 2019). Based on data sources obtained from PKBM Cipta Cendikia, residents' interest in learning to develop themselves after the 2022 pandemic has increased so that comfortable learning facilities are urgently needed. The learning facilities at PKBM Cipta Cendikia currently do not have study chairs, the learning residents only use carpets. Other facilities include a study room, study table, carpet, white board, LCD screen and bookshelves. Currently the residents learn that if there is a class they sit on the floor using a carpet. Activists notice discomfort when sitting and feel unwell. Study chair facilities need to be sought for students, because they can increase motivation and creativity results, (Anggi Fazariyah, et al, 2022). It is necessary to design chairs in the form of tatami. The advantages of this design include more space to accommodate more students, easy to pack with stacks, and more comfortable and healthy when students sit. The chair design that will be made is equipped with foam padding and solid wood materials that are environmentally friendly, sustainable materials. This PKM aims to design learning chair products that are comfortable, easy to pack, easy to move, so that they can optimally meet user needs, increase learning motivation, increase the creativity of learning residents (Metsi Daud, 2022).    Perkembangan era revolusi industri 4.0 saat ini sangat pesat di berbagai bidang termasuk di pendidikan non formal. Memvasilitasi warga belajar pada lingkungan pendidikan non formal sangatlah diharapkan untuk terwujudnya warga belajar yang smart, yaitu yang bermotivasi maju dan kreatif. PKM merupakan salah satu program pengabdian, untuk menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif di kalangan PT kepada masyarakat, di antaranya untuk warga belajar dan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kreativitas dan prestasi PKBM tersebut (Pedoman PKM, 2019). Berdasarkan sumber data yang diperoleh dari PKBM Cipta Cendikia, animo warga belajar untuk mengembangkan diri setelah pandemi pada tahun 2022 ini mengalami peningkatan sehingga sangat diperlukan suatu fasilitas belajar yang nyaman. Fasilitas belajar yang ada di PKBM Cipta Cendikia saat ini tidak terdapat kursi belajar, warga belajar hanya menggunakan karpet. Fasilitas lain yang dimiliki diantaranya ruangan belajar, meja belajar, karpet, white board, layar LCD dan lemari buku. Saat ini warga belajar jika ada kelas, mereka duduk lesehan menggunakan karpet. Penggiat melihat terdapat ketidaknyamanan duduk dan kurang sehat. Fasilitas kursi belajar perlu diupayakan untuk peserta didik, karena hal ini dapat meningkatkan motivasi dan hasil kreativitas, (Anggi Fazariyah, dkk, 2022). Perlunya desain kursi  dalam bentuk tatami, kelebihan desain ini diantaranya adalah ruangan lebih menampung banyak siswa, mudah pengepakan dengan ditumpuk, serta lebih nyaman dan sehat ketika siswa duduk. Desain kursi yang akan dibuat dilengkapi dengan busa pengempuk dan material kayu solit ramah lingkungan, material bersifat sustainable. Tujuan dari PKM ini adalah mendesain produk kursi belajar yang nyaman, mudah pengepakan, mudah dipindah posisi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna secara optimal, meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan hasil kreativitas warga belajar ( Metsi Daud, 2022).