This Author published in this journals
All Journal JTM
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PEMAKAIAN RHODIUM SEBAGAI KATALIS PERCAMPURAN BAHAN BAKAR MOTOR DIESEL TERHADAP UNJUK KERJA MESIN Rahmadi, Deni; Margianto, Margianto; Rahardjo, Artono
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.036 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan katalis pada mesin mobil Jeep CJ7 dengan kapasitas silinder 4000 cc akibat dari penambahan rhodium sebagai katalis. Pengujian ini dilakukakn untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motor bakar sebelum dan sesudah menggunakan katalis pada mobil Jeep CJ7. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan suatu peningkatan daya mesin yang lebih dengan penambahan rhodium katalis dapat menghasilkan daya yang lebih besar dari pada daya yang dihasilkan motor diesel dalam keadaan normal ( tampa penambahan katalis), dengan putaran 5000 Rpm dan daya rata-ratanya non campuran katalis 12,798 (Hp) , 5% katalis 20,2432 (Hp), 7% katalis 28,4272 (Hp), 10% katalis 36,515 (Hp) Efisiensi bahan bakar motor diesel dengan penambahan katalis sangat besar pengaruhnya dengan menggunakan non katalis misalnya dalam pengujian statistik non campuran katalis 0,0604 (Kg/Hp.Jam), 5% katalis 0,0314 (Kg/Hp.Jam), 7% katalis 0,0198 (Kg/Hp.Jam), 10% katalis 0,014 (Kg/Hp.Jam
PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF PADA OLI SCOOTER MATIC TERHADAP PERUBAHAN TEMPERATUR DALAM PEMANASAN MESIN Prasetya, Sigit; Hartono, Priyagung; Rahardjo, Artono
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.597 KB)

Abstract

Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan yang berhubungan. Beberapa pelumas sudah memiliki formula khusus yang aktif mengunci partikel carbon agar tidak terjadi penumpukan, formula ini berupa aditif yang terkandung dalam pelumas. Aditif diperlukan karena minyak dasar (base oil) penyulingan dari minyak mentah tidak bisa langsung dipakai sebagai pelumas dan harus ditambah aditif. Pelumas memegang peranan penting dalam proses pengisapan panas pada daerah suhu tinggi dan memindahkanya ke media lain yang lebih dingin dan tugas ini memerlukan sirkulasi pelumas dalam jumlah banyak dan konstan. Sangat sedikit sifat-sifat yang di miliki pelumas untuk mengendalikan suhu padahal penggunanaan yang sebenarnya dari pelumas cair yang terpenting adalah mengendalikan suhu Kenaikan suhu akan berakibat melemahkan ikatan molekul yang kemudian menurunkan viskositasnya, viskositas semua jenis fluida atau cairan akan menurun dengan naiknya suhu. Ini akan terlihat jelas dengan pelumasan yang berasal dari minyak bumi yang digunakan di dalam mesin otomotif. Pelumasharusmemilikikekentalanlebihtepatpadatemperaturtertinggiatautemperaturterendahketikamesindiop erasikan.Dengandemikian, olimemiliki grade (derajat) tersendiri yang diaturolehSociety of Automotive Engineers(SAE). Bilapadakemasanolitersebutterteraangka SAE 5W-30 berarti 5W (Winter) menunjukkan pada suhu dingin oli bekerja pada kekentalan 5 dan pada suhu terpanasakan bekerja pada kekentalan 30.