Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRILAKU PETANI TERHADAP TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN SALAK GULA PASIR KASUS DI SUBAK ABIAN PEDANA DESA SIBETAN,KECAMATAN BEBANDEM, KABUPATEN KARANGASEM Julia Dewi, Kadek Ayu Charisma; Radianta, I Kadek
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.478 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.517.%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap petani mengenai pemeliharaan tanaman salak gula pasir, hubungan antara sikap dengan pengetahuan petani, instensitas interaksi petani dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan kendala-kendala yang dihadapi petani dalam pemeliharaan tanaman salak gula pasir. Penelitian ini dilakukan di Subak Abian Pedana Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.Sampel yang diambil adalah sebanyak 50 petani dari total populasi 67 orang dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata tingkat pengetahuan petani mengenai pemeliharaan tanaman salak gula pasir tergolong tinggi. 2)Rata-rata sikap petani adalah setuju.3) Rata-rata tingkat intensitas interaksi petani dengan PPL tergolong sedang.4) Terdapat hubungan yang nyata antara tingkat pengetahuan petani dengan sikap terhadap pemeliharaan tanaman salak gula pasir. Hubungan yang nyata ini ditunjukkan dengan besar nilai x2 hitung berdasarkan pada hasil analisis Chi Square adalah 11,803 ternyata lebih besar dari pada nilai x2 tabel (5%) yang besarnya 3,841. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh petani dalam pemeliharaan tanaman salak gula pasir adalah: 1) kuantitas/produksi yang terbatas, 2) kualitas yang relatif rendah,3) fluktuasi harga, 4) cuaca dan 5) kebutuhan uang tunai.Kata Kunci: prilaku petani, interaksi, salak gula pasir.
PERANAN ASURANSI TERNAK SAPI PADA KELOMPOK PELAKSANA SIMANTRI DI KABUPATEN BULELENG Julia Dewi, Kadek Ayu Charisma
dwijenAGRO Vol 8 No 1 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.938 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.1.648.27-34

Abstract

Sistem pertanian terintegrasi (SIMANTRI) adalah  suatu sistem pertanian yang mengintegrasikan ternak dengan tanaman dalam satu areal. Beberapa masalah yang dihadapi dilapangan oleh para petani, salah satunya adalah kematian ternak sapi. Menghadapi risiko dan ketidakpastian yang makin tinggi akibat perubahan iklim dan berbagai bencana turunannya, oleh karena itu untuk Simantri mulai tahun 2014 diwajibkan untuk mengansuransikan ternak sapi simantri. Penelitian ini bertujuan untuk: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat-manfaat yang dirasakan oleh kelompok pelaksana serta kendala-kendala yang dialami para pertenak dalam beransuransi sapi/ Penelitian ini dilakukan di Kelompok Pelaksana Simantri di Kabupaten Buleleng. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan metode “purposive sampling”, Populasi dalam penelitian ini adalah Kelompok Pelaksana Simantri di Kabupaten Buleleng yang telah melaksanakan program Simantri dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2017 sebanyak 53 Kelompok Tani pelaksana. Sampel dalam penelitian ini adalah masing-masing Ketua Pengurus Kelompok Tani Pelaksana Simantri Kabupaten Buleleng tahun 2014 sampai tahun 2017. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada manfaat yang dirasakan oleh kelompok pelaksana dimana kelompok mendapatkan jaminan atau ganti rugi apabila, sapi mati karena penyakit, sapi mati karena kecelakaan,  sapi mati karena beranak,sapi hilang karena kecurian. Ganti rugi dapat diberikan oleh Tertanggung kepada Penanggung dengan ketentuan sebagai berikut: terjadi kematian atas ternak sapi yang diasuransikan, kematian ternak sapi terjadi dalam jangka waktu pertanggungan. Kendala-kandala dalam asuransi ternak sapi yang dihadapi oleh kelompok pelaksana simantri, panjangnya tahapan ansuransi dan pola pikir dari beberapa kelompok pelaksana yang masih belum bisa mengikuti asuransi.Kata Kunci : Simantri, Asuransi,  Ganti Rugi