Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENDAPATAN PETANI PISANG KEPOK DI DESA PATIALA DETE KECAMATAN LAMBOYA BARAT, KABUPATEN SUMBA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR Ni Nengah Yastini
dwijenAGRO Vol 9 No 1 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.988 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.1.744.18-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya usahatani, penerimaan, pendapatan, dan R/C ratio petani pisang kepok (Musa paradisiacal L) di Desa Patiala Dete, Kecamatan Lamboya Barat, Kabupaten Nusa Tenggara Timur. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Sampel yang diambil 50 petani dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling). Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan untuk usahatani pisang kepok sebesar Rp. 5.182.500,00/luas garapan/20 are Rata-rata penerimaan yang diperoleh dari usahatani pisang kepok sebesar Rp. 15.610.000,00/luas garapan/20 are. Rata-rata pendapatan yang diperoleh Rp.10.427.500,00/luas garapan/20 are . Sedangkan R/C ratio diperoleh 2.24 artinya usahatani pisang kepok di Desa Patiala Dete Kecamatan Lamboya menguntungkan . Kata Kunci : biaya,penerimaan,pendapatan, pisang kepok
SALURAN PEMASARAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens.L) DI DESA BELANG TURI, KECAMATAN RUTENG, KABUPATEN MANGGARAI, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) Ni Nengah Yastini; Ferdinandus Lancur
dwijenAGRO Vol 9 No 2 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.318 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.2.789.85-91

Abstract

Pertanian sebagai sumber kehidupan yang strategi. Negara Indonesia merupakan negara yangsejak dahulu dikenal sebagai negara agraris. Ada beberapa faktor yang bisa diungkapkan bahwa sektor pertanianmenjadi pentingdalam proses pembangunanyaitu sektor pertanianmenghasilkan produk yang diperlukan sebagai input sektor lain.terutama sektor industri (agroindustri)sebagai negara agrarisdisektor pertanianadalah sumber daya manusia yang masih rendah dalam pengelolaan lahan pertanian. Cabai merupakan salah satu komoditi hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia, karna memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan. Pemasaran dianggap sebagai proses aliran barang yang terjadi dalam pasar. Pemasaran barang mengalir dari produsen sampai kepada konsumen akhir disertai penambahan guna bentukmelalui proses pengolahaan,guna tempat melalui proses pengangkutan dan guna waktu melalui proses penyimpanan. Lokasi produksi pertanianseringkali terpisah jauh dari tempat produsen. Agar produksi pertanian ini dapat dimanfaatkan oleh konsumen, maka komodinti pertanian tersebutharus diangkut kemudiandisalurkan dari lokasi produsen hingga sampai ketangan konsumen . Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Manggarai Kecamatan Rutengdi desa belangTuri merupakan salah satu penghasil dan penyalur cabai rawit merupakan daerah produksi cabai terbesar. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu dilakukan penelitian dengan judul “saluran pemasaran cabai rawit (Capsicum frutescens L) di Desa Belang Turi Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran dan besarnya marjin cabai rawit di desa Belang Turi, Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa tenggara Timur (NTT). Lokasi ditentukan secara sengaja (purposive) sampling dengan pertimbangan bahwa Desa Belang Turi Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa tenggara Timur (NTT) merupakan daerah yang cocok untuk pengembangan dalam saluran pemasaran cabai rawit. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sukender. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara langsung,kuisuner dan dokumentasi dengan mengunakan metode analisis deskriptif . hasil dan analisis penelitian ini, ada dua saluran pemasaran cabai rawit yaitu: Saluran I : Petani Produsen-à Suppleir-àKonsumen Akhir. Saluran II : Petani Produsen -àSuppleir -à Pedagang Pengecer -à Konsumen Akhir. Marjin pemasaran pada saluran I sebesar Rp 1.000,00 dan pada saluran pemasaran II sebesar Rp 2.000,00; dari 30 petani penjual cabai rawit melalui saluran I dan saluran II. Sedangkan farmer’s share saluran I memberikan nilai yang lebih besar yaitu 90 % sedangkan saluran II sebesar 80 %, sehinggga saluran pemasaran II lebih efesien dalam memasarkan cabai rawit. Kata kunci : Saluran ,pemasaran, cabai rawit.
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENINGKATAN TEKNOLOGI BUDIDAYA USAHATANI CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) Ni Nengah Yastini; Getrudis Nanap
dwijenAGRO Vol 10 No 1 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.67 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.1.850.7-15

Abstract

Penyuluh adalah orang yang memiliki peran,tugas atau profesi yang memberikan pendidikan, penerangan kepada masyarakat untuk mengatasi berbagai masalah,seperti pertanian sehingga dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan . Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran penyuluh pertanian dalam peningkatan teknologi budidaya usahatani cabai rawit. Penentuan lokasi ini dilakukan dengan cara purposive (secara sengaja) dengan alasan di Subak Cau Beten, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu daerah yang potensial untuk kegiatan produksi pertanian yaitu dengan usahatani cabai rawitnya. Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota petani cabai rawit yang ada di Subak Cau Beten dengan jumlah 110 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 50 orang dengan menggunakan simple random sampling atau acak sederhana. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap peran penyuluhpertaniandalampeningkatanteknologibudidayausahatanicabairawitdiSubakCauBeten,Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar sudah berperan dalam menjalankan tugasnya sebagai edukator dengan rata-rata pencapain skor 78,00% dengan kisaran 68,00% sampai dengan 88,00% dan motivator dengan rata-rata pencapaian skor adalah 77,60% dari skor tertinggi dengan kisaran 69,00% sampai dengan 82,00%. Sedangkan penyuluh belum menjalankan tugasnya sebagai komunikator dengan pencapaianskorrata-rataadalah66,40%dariskorterendahdengankisaran64,00%sampaidengan68,00% dan evaluator rata-rata pencapaian sebesar 67,20% dari skor terendah dengan kisaran 60,00% sampai dengan 68,00%. Kata Kunci: Peran,Penyuluh,Usahatani,Cabai Rawit
SALURAN PEMASARAN BAWANG MERAH PADA KELOMPOK TANI SUKASARI DI DESA BELANDINGAN KECAMATAN, KINTAMANI KABUPATEN BANGLI Ni Nengah Yastini
dwijenAGRO Vol 10 No 2 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.2.1025.68-75

Abstract

Abstrak Di Indonesia, tanaman bawang merah banyak dibudidayakan di daerah dataran rendah yang beriklim kering dengan suhu agak panas dan cuaca cerah. Produksi bawang merah sampai saat ini memang belum optimal dan masih tercermin dalam keragaman cara budidaya tempat bawang merah diusahakan.Bawang merah merupakan salah satu jenis sayuran yang digunakan sebagai bahan/bumbu penyedap makanan sehari-hari dan juga biasa dipakai sebagai obat tradisional atau bahan untuk industri makanan yang saat ini berkembang dengan pesat. Bawang merah menurut sejarah awalnya tanaman ini memiliki hubungan erat dengan bawang bombay, yaitu merupakan salah satu bentuk tanaman hasil seleksi yang terjadi secara alami terhadap varian-varian dalam populasi bawang Bombay. Berdasarkan hal tersebut, diangkat judul penelitian Saluran Pemasaran Bawang merah. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui saluran pemasaran bawang merah di Kelomok Tani Sukasari di Desa Belandingan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli; (2) untuk mengetahui besarnya marjin pemasaran bawah merah di Kelomok Tani Sukasari di Desa Belandingan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Sukasari Di Desa Belandingan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan metode”purposive sampling”atau dipilih secara sengaja. Jumlah petani sampel yang diambil adalah sebanyak 30 orang petani dari 80 orang petani populasi dengan menggunakan sampel random sampling.Hasil penelitian yang didapat bahwa terdapat dua saluran pemasaran di Desa Blandingan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli yaitu : Saluran I Petani Produsen – Pedagang Kelompok Tani --Super Market – Konsumen Akhir; Saluran II Petani Produsen-- Kelompok Tani –Suplayer –Pedagang Pengecer – Konsumen Akhir. Pada saluran I yang paling banyak digunakan oleh petani yaitu sebanyak 24 orang petani(80%). Sedangkan pada saluran II sebanyak 6 orang petani (20%). Hal itu disebabkan karena lebih banyak mendapat keuntungan, dimana biaya pemasaran pada saluran I lebih rendah yaitu Rp525 (1,9%) dari harga jual per kilogram bawang merah.farmer’s share yang didapat oleh petani lebih besar yaitu 92,6%.. Sedangakan pada saluran II hanya dilalui oleh 6 orang petani(20), karena biaya pemasarannya lebih tinggi yaitu Rp1.300 (5,2,)farmer’s share yaitu 88,8% (lebih rendah dibandingkan dengan saluran I. Kata Kunci: Saluran, Pemasaran, Marjin,Bawang Merah
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI PADI (ORIZA SATIVA L) DI DESA AERAMO, KECAMATAN AESESA, KABUPATEN NAGEKEO NUSA TENGGARA TIMUR Ni Nengah Yastini; Veronika Lako
dwijenAGRO Vol 11 No 1 (2021): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui besarnya biaya usahatani padi (Oriza sativa L) di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur; (2) Untuk mengetahui besarnya penerimaan usahatani padi (Oriza sativa L) di Desa Aeramo Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur; (3) Untuk mengetahui besar pendapatan usahatani padi(Oriza sativa L) di Desa Aeramo, Kecapatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur; (4) Untuk mengetahui R/C ratio usahatani padi (Oriza sativa L) di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur, sebagai gambaran menguntungkan atau layak untuk diusahakan. Penelitian ini dilakukan di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Jumlah petani sampel yang diambil adalah sebanyak 30 orang petani padi dari 105 orang petani padi dengan menggunakan sample random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya usahatani padi Rp.8.723.750.00/0,52 ha. Besarnya penerimaan usahatani padi Rp.21.500.000.00/0,52 ha. Besarnya pendapatan usahatani padi Rp.12.776.250.00/0,52 ha. Berdasarkan hasil perhitungan perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya yang dikeluarkan (R/C) usahatani padi sebesar 2,4/0,52 ha. Ini berarti usahatani padi menguntungkan atau layak untuk diusahakan.
PEMASARAN KOPI ARABIKA DI DESA WEJANG MALI KECMATAN LAMBA LEDA TIMUR KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Ni Nengah Yastini; Elviana Hasta
dwijenAGRO Vol 11 No 2 (2021): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi Arabika adalah satu-satunya komoditi andalan di Manggarai Timur dengan luas lahan tertinggi yang ada di Nusa Tenggara Timur. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah saluran pemasaran Kopi Arabika di Desa Wejang Mali Kecamatan Lamba Leda Timur, (2) berapakah marjin pemasaran Kopi Arabika di Desa Wejang Mali Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui (1) saluran Pemasaran Kopi Arabika di Desa Wejang Mali Kecamatan Lamba Leda Timur (2) untuk mengetahui marjin pemasaran Kopi Arabika di Desa Wejang Mali,Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode simple Snowball sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.Analisis data menggunakan marjin pemasaran dan farmer’ share. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 3 saluran pemasaran: pertama petani→pedagang kecil→ pedagang besar→ eksportir. Kedua petani→pedagang besar→ eksportir. Ketiga, petani→ ASNIKOM. Marjin pemasaran saluran I sebesar Rp 22.000.00, marjin pemasaran saluran II sebesar Rp 21.000.00 dan marjin pemasaran saluran III 20.000.00 Hasil penelitian ini menunjukan bahwa saluran yang paling banyak digunakan oleh petani produsen adalah saluran I yaitu 25 orang atau 68,57%. Namun keuntungan yang paling tinggi yaitu pada saluran III mencapai 77,77%. Rendahnya minat petani produsen untuk menggunakan saluran III adalah proses pencapaian pemasaran memakan waktu yang lama dibandingkan proses pemasaran pada saluran I.
ANALISIS USAHATANI BERAS MERAH DI SUBAK SRINADI DESA SENGANAN KECAMATAN PENEBEL KABUPATEN TABANAN Ni Nengah Yastini; Yulianti Evi
dwijenAGRO Vol 13 No 2 (2023): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian memegang peranan sangat strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan politik, mengingat sektor ini sebagai penghasil bahan pangan seperti beras, jagung, kedele, umbi-umbian dan buah-buahan serta sayur- sayuran (Murbyarto,1986). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, 2017, sektor pertanian merupakan sektor ketiga terbesar dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (BPB). Selain berperan dalam memenuhi kebutuhan akan beras pertanian juga menjadi salah satu sektor penyerap tenaga kerja. Beras merah termasuk komoditi yang mempunyai harga khusus yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui berapa besarnya biaya usaha tani padi beras merah di Subak Srinadi Desa Senganan Kabupaten Tabanan; (2) untuk mengetahui besar penerimaan dan pendapatan usahatani beras merah di Subak Srinadi Desa Senganan Kabupaten Tabanan; (3) untuk mengetahui tingkat R/C rasio usahatani beras merah di Subak Srinadi Desa Senganan Kabupaten Tabanan; (4). untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam usahatani beras merah di Subak Srinadi Desa Senganan Kabupaten Tabanan. Penelitian ini di laksanakan di Subak Srinadi Desa Senganan Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan Provinsi Bali secara sengaja ( puporsive sampling), dengan pertimbangan Subak Srinadi sebagian besar dari lahan ditanami padi beras merah. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 orang petani, dengan menggunakan teknik sensus. Metode analisis yang digunakan adalah analisis usahatani. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya usahatani beras merah di Subak Srinadi Desa Senganan Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan sebesar Rp 5.745.000,00 per luas garapan (50) are atau sebesar Rp 11.490.000,00 per ha. Penerimaan rata-rata sebesar Rp 9.234.000,00 per luas garapan atau sebesar Rp 18.468.000,00 per luas ha. Usahatani beras merah rata-rata sebesar Rp 3.489.000,00 per luas garapan atau sebesar Rp 6.978.000,00 per ha. Nilai R/C rasio sebesar 1,60 bahwa usahatani beras merah di Subak Srinadi Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan ini layak diusahakan karena memberikan tingkat keuntungan.
PERAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHATANI PADI SAWAH (Di Kelompok Tani Pepa Innu Desa Raba Ege Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya) Susanti Kalli; Ni Nengah Yastini
dwijenAGRO Vol 14 No 1 (2024): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor utama yang memberikan nilai tambah pembangunan, selain memiliki peranan penting bagi sumber pendapatan petani untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu program untuk meningkatkan kesejahteraan petani yaitu peran kelompok tani. Tujuan pembangunan pertanian bukan saja untuk meningkatkan produksi pertanian dalam memenuhi kebutuhan pangan, melainkan juga untuk meningkatkan pendapatan rakyat dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarkat pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui peran kelompok tani dalam meningkatkan hasil produksi padi sawah Di Desa Raba Ege, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya; (2) untuk mengetahui kendala-kendala kelompok tani dalam meningkatkan produksivitas usahatani padi sawah Di Desa Raba Ege, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Penelitian ini dilaksanakan di Di Desa Raba Ege, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Pemilihan lokasinya dilakukan secara sengaja (purpusive) berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Jumlah petani responden dalam penelitian ini sebanyak 27 orang petani. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik kuesioner, wawancara, dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan deskriktif. Hasil penelitian yang didapat bahwa : (1). Peran kelompok tani meningkatkan hasil produksi padi sawah yaitu : (a). memberikan peran sangat penting dalam meningkatkan kinerja petani dengan perubahan para petani kearah yang lebih baik dalam mengelola usahatani padi sawah; (b). Dengan adanya kelas belajar yang menambah pengetahuan petani; (c); Wahana kerja sama membangun gotong royong dan unit produksi yang membantu pembiyayaan usaha tani padi sawah; (d). Peran unit produksi pertanian, seperti alat mesin pertanian memberikan kontribusi yang baik terhadap produksi padi sawah. (2). Kendala-kendala yang dihadapi oleh kelompok tani dalam meningkatkan produksi usahatani padi sawah di Desa Raba Ega Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya adalah : (a). kurangnya fasilitas produksi pertanian; (b). kurangnya penerapan teknologi panca usaha tani; (c). tidak adanya kerjasama dengan lembaga pemerintah atau KUD.