Nurfatoni, Alfian
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Petanque: dapatkah koordinasi mata tangan, fleksibilitas pergelangan tangan, fleksibilitas togok dan keseimbangan memberi sumbangan pada shooting shot on the iron? Nurfatoni, Alfian; Hanief, Yulingga Nanda
Journal of Physical Activity (JPA) Vol. 1 No. 1 (2020): Published in January 2020
Publisher : Asosiasi Program Studi Olahraga PGRI Indonesia (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petanque merupakan cabang olahraga yang baru berkembang di Indonesia. Karakteristik olahraga Petanque terletak pada ketepatan lemparan bola besi terhadap sasaran. Faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan lemparan (shooting) pada petanque belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah koordinasi mata tangan, fleksibilitas pergelangan tangan, fleksibilitas togok dan keseimbangan memberi sumbangan pada shooting shot on the iron. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Seluruh atlet klub petanque kota Kediri yang berjumlah 11 orang terlibat dalam penelitian ini. Instrumen tes koordinasi mata-tangan menggunakan tes lempar tangkap bola tenis, tes fleksibilitas pergelangan tangan menggunakan flex measures, tes fleksibilitas togok menggunakan standing trunk flexion meter dan multy box, dan tes keseimbangan menggunakan stork stand, serta tes shooting shot on the iron dengan melakukan shooting sebanyak 6 kali percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan shooting shot on the iron disumbang oleh faktor koordinasi mata tangan (54,61%), fleksibilitas pergelangan tangan (49,28%), fleksibilitas togok (41,60%) dan keseimbangan (44,22%) memberikan sumbangan pada shooting shot on the iron. Secara simultan pun koordinasi mata tangan, fleksibilitas pergelangan tangan, fleksibilitas togok dan keseimbangan memberi sumbangan pada shooting shot on the iron sebesar 82.5%. Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan faktor lain selain bimotor dan melibatkan elit atlet.