Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh karena: (1) prinsip-prinsip hereditas sifat materinya abstrak atau materi tersebut termasuk sains yang tidak bisa diobservasi langsung di dalam kelas; (2) berdasarkan studi pendahuluan, ditemukan bahwa ketika guru sedang memberikan pembelajaran di kelas ternyata respon positif para siswa kurang dan sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi prinsip-prinsip hereditas. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk membantu memmpercepat pemahaman siswa dalam mempelajari prinsip-prinsip hereditas dan menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Prosedur yang ditempuh dalam penelitian ini adalah penelitian ini terdiri dari dua siklus. Ciri khas tindakan guru pada masing-masing siklus adalah: (1) pada siklus pertama diberikan pembelajaran dengan metode analogy dengan diskusi kelompok besar (kelas) (2) sedangkan pada siklus kedua adalah pembelajaran dengan metode-analogy dengan diskusi kelompok kecil. Tindakan yang diberikan oleh guru hanya dua silklus karena refleksi pada siklus kedua telah menunjukkan hasil yang positif dan terbatasnya waktu/jam belajar. Kesimpulan yang diperoleh pada penelitian ini adalah: (1) Metode analogy dapat meningkatkan ilkim belajar siswa ke arah yang lebih positif sebesar 44,25 % dan menurunkan respon negatif sebesar 9,67 %; (2) Metode analogy dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi prinsip-prinsip hereditas sebesar 16,67 %. Kata Kunci: pendekatan analogy, prinsip-prinsip hereditas, presatasi belajar siswa