Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

- PENDEKATAN KOMPUTASI UNTUK MENGATASI MALARIA DARI Coscinium fenestratum Hadi, samsul samsul; Nastiti, Kunti
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v6i2.1412

Abstract

Malaria is a disease with signs of fever and is caused by Plasmodium. One way to inhibit the growth of plasmodium is using Dihydroorotate dehydrogenase inhibitors. The method used in this study was docking with laptop aspire  ES 14 equipment and PLANTS software for docking and the Discovery Studio for visualization and the materials used were compounds contained in C. fenestratum. This research was carried out using protein code 6VTY which removed water molecules and ligands that were not linked to the active site, and continued with the docking of the compounds contained in C. fenestratum. The results of this study are the Berberine docking score -82.2408; Berberrubine -84.6866 and Thalifendine -81.1591, the result of ligand interaction with Dihydroorotate dehydrogenase, the three ligands occupy the catalytic site of the enzyme, namely HIS185, PHE227, ARG 265 and CYS 175. The conclusion in this study is Berberrubine with a docking score of -82.488 is compounds that have the potential as Dihydroorotate dehydrogenase inhibitors
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN DENGAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 ASEMBAGUS Hadi, Samsul Samsul
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.076 KB) | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v4i2.2639

Abstract

Abstrak: Sehubungan dengan Pengembangan konsep dasar dan terapan Pendidikan Agama Islam ke depan, ada dua hal penting. Pertama, Mengclearkan Pendidikan Agama Islam sebagai konsep dasar dan terapan. Konsep dasar Pendidikan Agama Islam yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits adalah merupakan ajaran normatif, sehingga ketika mengkaji Pendidikan Agama Islam di Indonesia berarti mengkaji terapan ajaran normatif tentang Pendidikan di Indonesia, yang Kedua, mengenai fokus kajian dan pengembangannya. Ini penting diclearkan guna memberikan potret nuansa yang lebih jelas akan kelangsungan Pendidikan Agama Islam, sehingga umat kreatif, sering melakukan eksperimen gagasan-gagasan, dan bias mendesain institusi Pendidikan yang bermutu bagi Pengembangan pendidikan Islam ke depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and development (R&D) yang bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk Pendidikan. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Asembagus dengan sumber data adanya semua unsur-unsur yang terkait dengan desain pembelajaran dengan model CTL pada pelajaran Pendidikan Agama Islam Teknik pengumpulan datanya adalah: Metode Observasi, Wawancara (interview) dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah panduan desain pembelajaran dengan model CTL pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP kelas VII. Media yang digunakan antara lain: Buku Pelajaran Pendidikan Agama Islam, LKS Pendidikan Agama Islam. Evaluasinya dengan tes tulis, ulangan harian yang dilakukan diakhir pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D dengan menentukan Langkah-Langkah : Studi pendahuluan, Perencanaan,Mengembangkan Produk Awal, uji coba awal, Revisi untuk menyusun produk utama, Uji lapangan utama, Revisi untuk menyusun produk operasional,Uji coba untuk produk operasional, Revisi produk Final, Desiminasi dan Implementasi produk hasil Pengembangan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menyiapkan desain pembelajaran dengan model CTL pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Pelaksanaan Pengembangan desain pembelajaran dengan model CTL pada pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VII SMP Negeri 2 Asembagus dikembangkan dalam empat tahap, yakni : 1) Melakukan analisis kebutuhan (need assasemen), 2) merancang dan mengembangkan produk awal dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan desain  pembelajaran dan unsur-unsur desain pembelajaran, 3) melakukan uji coba lapangan, tetapi sebelum melakuka uji coba, produk divalidasi oleh ahli, 4) evaluasi dan revisi desain pembelajaran. Hasil pengembangan ini dapat dijadikan acuan dan rujukan dalam proses mendesain pembelajaran dengan model CTL pada pelajaran pendidikan agama Islam kelas VII SMP Negeri 2 Asembagus semester satu khususnya dan sekolah SMP Negeri maupun swasta lainya yang memiliki karakteristik yang sama pada umumnya.    Pengembangan yang dilakukan telah menghasilkan satu produk bahan pembelajaran, yang berjudul, “panduan desain pembelajaran dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya kelas VII. Berdasarkan hasil uji coba lapangan, desain   pembelajaran ini secara umum sudah baik. Berdasarkan tanggapan dan penilaian yang telah dilakukan dapat simpulkan bahwa desain pembelajaran ini dapat membantu dan memudahkan guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Perhitungan SPSS 16.0 dengan  uji t tehadap rata-rata skor awal (pretest) dan uji akhir (post test) kelas eksperimen dan kontrol menguatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil pembelajaran model CTL dengan pembelajaran  model lama. Dari hasil pengembangan yang dilakukan di SMP Negeri 2 Asembagus tentang bagaimana mendesain pembelajaran dengan model CTL pada pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah guru memberikan pertanyaan yang mangaitkan dengan dunia nyata siswa atau dengan melakukan praktik secara langsung. Dengan penelitian ini guru tidak lagi menerapkan pembelajaran yang bisa bikin bosan siswa.Kata Kunci: Pengembangan, Desain Pembelajaran, Model CTL, Pendidikan Agama Islam
Uji Ketoksikan Akut Ekstrak Etanol Combretum indicum (L.) DeFilipps Metode Fixed Dose Hadi, Samsul; Indriani, Erika; Rahmawati, Nanda Hesti; Khadijah, Nor; Febriani, Noor Rahmi; Ulfah, Nahdiati; Nastiti, Kunti; Noval, Noval
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.1012

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan obat herbal di masyarakat yang sering kali belum disertai data keamanan toksikologis yang memadai. Combretum indicum (L.) DeFilipps merupakan tanaman obat tradisional yang banyak dimanfaatkan, namun informasi ilmiah mengenai ketoksikan akut ekstrak etanolnya masih terbatas. Tujuan: mengevaluasi profil ketoksikan akut ekstrak etanol C. indicum sebagai dasar penentuan keamanan penggunaannya. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode fixed dose sesuai pedoman OECD(Kpemissi et al., 2020). Hewan uji berupa tikus putih betina galur wistar yang diberikan ekstrak etanol C. indicum secara oral pada dosis 50, 100, 300, dan 2000 mg/kgBB. Parameter yang diamati meliputi kondisi umum, gejala klinis toksik, perubahan berat badan, dan mortalitas selama 14 hari pengamatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hewan uji tetap aktif dan tidak menampilkan gejala toksik maupun kematian pada seluruh dosis yang diuji. Berat badan tikus menunjukkan peningkatan normal tanpa perbedaan signifikan antar kelompok. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak etanol C. indicum memiliki tingkat toksisitas akut yang rendah dengan perkiraan LD50 lebih dari 2000 mg/kgBB Simpulan: ekstrak etanol C. indicum relatif aman pada paparan akut dan berpotensi dikembangkan sebagai sediaan herbal, meskipun uji toksisitas lanjutan masih diperlukan untuk memastikan keamanan jangka panjang