-, Sudaryo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA AJAR MATEMATIKA MATERI SKALA -, Sudaryo
Dinamika Pendidikan Vol 4, No 1 (2014): Edisi Januari 2014
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan umum yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas (ketrampilan guru, aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa) pembelajaran matematika melalui Problem Based Learning (PBL) berbantuan video pembelajaran di kelas VI SDN Dukuhdamu 01 Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang dilakukan melalui dua siklus kegiatan.Tiap siklus terdiri dari empat tahap kegiatanya itu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observasi), dan refleksi (reflecting). Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SDN Dukuhdamu 01 Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal yang terletak di Jalan Raya Dukuhdamu No. 01 Desa Dukuhdamu, Kec. Lebaksiu Kabupaten Tegal.Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VI SDN Dukuhdamu 01 yang berjumlah 30 orang. Pada siklus 1 pertemuan 1 jumlah skor yang diperoleh adalah 40 dengan kategori tinggi dan pada siklus 1 pertemuan 2 mengalami peningkatan skor menjadi 43 tetapi masih dalam kategori tinggi. Pada siklus 2 pertemuan 1 diperoleh skor 47 dengan kategori sangat tinggi dan meningkat pada siklus 2 pertemuan 2 mencapai 48 dengan kategori sangat tinggi. Pada siklus 1 pertemuan 1 jumlah rata-rata skor aktivitas siswa adalah 16,8 dengan kategori cukup. Pada siklus 1 pertemuan 2 skor rata-rata yang diperoleh mengalami peningkatan, yaitu 19,1 dengan kategori tinggi. Pada siklus 2 pertemuan 1 skor rata-rata yang diperoleh meningkat lagi menjadi 22,1 dengan kriteria sangat tinggi dan pada siklus 2 pertemuan 2 mengalami peningkatan mencapai 23,4 dengan kategori sangat tinggi. Pada siklus 1 pertemuan 1 diperoleh nilai rata-rata 57,7 dengan ketuntasan belajar 60% dan pada siklus 1 pertemuan 2 yang merupakan akhir dari siklus 1 nilai rata-rata meningkat menjadi 62,7 dengan ketuntasan belajar 68,9%. Pada siklus 2 pertemuan 1 diperoleh nilai rata-rata 71,2 dengan ketuntasan belajar 76,7% dan mengalami peningkatan pada siklus 2 pertemuan 2 yang menjadi akhir dari siklus 2 mencapai 75,2 dengan ketuntasan belajar 86,2%.