Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK PERILAKU PETANI DALAM BUDIDAYA BAWANG MERAH TERHADAP PERUBAHAN KONDISI AGROEKOSISTEM DI KABUPATEN BREBES Bahar, Yul Harry
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.702 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v11i1.328

Abstract

Brebes adalah salah satu kawasan utama produksi bawang merah secara nasional. Petani sudah terbiasa melakukan praktek budidaya secara intensif dengan ketergantungan sangat tinggi pada bahan kimiawi pertanian (agrochemical), terutama pupuk dan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan kondisi agroekosistem sebagai dampak dari perilaku petani dalam praktek budidaya bawang merah di Brebes. Kegiatan dilaksanakan pada beberapa sentra utama, bulan Oktober- November 2015. Perilaku petani dalam praktek budidaya bawang merah yang berpengaruh pada kondisi agroekosistem adalah: 1) penggunaan bahan kimiawi pertanian (agrochemical) secara intensif, tidak sesuai rekomendasi teknologi, baik jumlah, jenis dan cara aplikasinya, 2) ketergantungan tinggi akan bahan kimiawi pertanian, meskipun diperoleh dengan berhutang dan harga tinggi, 3) sedikit sekali kegiatan dan upaya untuk memperbaiki kualitas lahan dan air. Dampak negatif pada agroekosistem: 1) Pencemaran bahan kimiawi pertanian (agrochemical) pada sumber daya alam dan lingkungan, 2) Penurunan keanekaragaman hayati dan peningkatan kualitas serangan organisme pengganggu tanaman, dan 3) Kejenuhan produksi dan produktivitas serta penurunan daya dukung lingkungan. Rekomendasi untuk perubahan perilaku petani dan perbaikan agroekosistem antara lain adalah: 1) menerapkan teknologi budidaya sesuai rekomendasi teknis, 2) menerapkan budidaya dengan pendekatan GAP dan PHT, 3) mengintensifkan penggunaan pupuk organik dan amelioran, 4) meningkatkan dukungan program dan kegiatan untuk perbaikan kondisi agroekosistem dan penerapan budidaya yang baik, 5) peningkatan peranan lembaga penyuluhan.