., Maylisa Santauli Manurung
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pajanan Akut Formaldehid per Oral terhadap Gambaran Histologis Korteks Ginjal Tikus Putih Jantan Galur Wistar ., Maylisa Santauli Manurung
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Penyalahgunaan formaldehid di Indonesia sebagai bahan pengawet makanan sering ditemukan dalam tahu, mie, dan bahan makanan lain. Penggunaan senyawa ini bersama dengan makanan memiliki efek berbahaya terhadap kesehatan manusia maupun hewan. Pajanan formaldehid per oral yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ, termasuk ginjal. Metodologi. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan menggunakan 25 tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol (K); perlakuan 1 (P1); perlakuan 2 (P2); perlakuan 3 (P3); dan perlakuan 4 (P4) yang diberikan akuades 1,5 ml, formaldehid dosis 25, 50, 100, dan 200mg/kgBB selama 14 hari. Setelah perlakuan, hewan coba dimatikan dan dibuat preparat histologi ginjal dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Pengamatan dilakukan dengan mikroskop cahaya pada perbesaran 400x. Perubahan histologis korpuskulum dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis sedangkan kerusakan tubulus proksimal ginjal dianalisis dengan One-Way ANOVA. Hasil. Analisis menunjukkan adanya perubahan histologis korpuskulum (p=0,02) dan kerusakan tubulus proksimal ginjal (p=0,00) terhadap kelompok kontrol. Formaldehid menyebabkan perubahan histologis korpuskulum berupa atrofi dan hiperselularitas glomerulus sedangkan tubulus proksimal mengalami kerusakan berupa hilangnya brush border, degenerasi vakuolar, cast intratubulus dan nekrosis. Kesimpulan. Pajanan akut formaldehid per oral menyebabkan perubahan histologis korpuskulum dan kerusakan tubulus proksimal ginjal.