Harlia, Ari Widiyantoro, Tiara Ritma Ratri,
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KARAKTERISASI SENYAWA ANTIMALARIA DARI FRAKSI ETIL ASETAT HERBA PAKU Lygodium microphyllum TERHADAP Plasmodium falciparum Harlia, Ari Widiyantoro, Tiara Ritma Ratri,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lygodium microphyllum merupakan paku-pakuan dari family Lygodiciaea yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat Kalimantan Barat dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan demam, disentri, hepatitis, batuk dan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui karakter senyawa dari fraksi etil asetat herba paku dan  aktivitasnya terhadap Plasmodium falciparum. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi sehingga diperolehi ekstrak kental metanol. Ekstrak kental metanol selanjutnya dipartisi dengan beberapa pelarut sehingga diperoleh fraksi n-heksana, fraksi diklorometana, fraksi etil asetat dan fraksi metanol. Ekstrak dan masing-masing fraksi serta isolat dilakukan uji antimalaria terhadap Plasmodium falciparum sehingga diperoleh nilai IC50  berturut-turut yaitu 9,95 ; 13,67 ; 1,33 ; 9,05; 30,78 dan 1,23 µg/mL.  Fraksi etil asetat kemudian dilakukan pemisahan dan pemurnian sehingga diperoleh isolat FE8.1 dengan massa 4,8 mg berwarna kuning dan titik leleh 129-133 oC. Analisis spektrofotometer UV-Vis diperoleh serapan maksimum pada 305 dan 254 nm yang menunjukan adanya transisi elektronik n→π* ; π→π* dan π→ σ. Panjang gelombang maksimum tersebut juga menunjukkan adanya pita I dan pita II yang merupakan karakteristik golongan senyawa flavonoid. Hasil analisis spektrometer IR menunjukan gugus fungsi pada 3275-3115 cm-1 (-OH), 1707; 1606 cm-1(C=O) lakton,1516-1448 cm-1(C=C)dan 1033 cm-1 (C-O-C). Uji fitokimia isolat menunjukkan positif terhadap FeCl3 1% sehingga diprediksi senyawa tersebut golongan fenolik bergugus lakton.  Kata kunci: Lygodium microphylllum, Plasmodium falciparum, senyawa antimalaria
KARAKTERISASI STRUKTUR SENYAWA KUMARIN GLIKOSIDA DARI BIJI BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) Harlia, Rudiyansyah, Siti Nurhajar Sukmawati,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan tanaman musiman yang banyak hidup di daerah tropis. Senyawa fenolik kumarin glikosida telah isolasi dari biji buah N. lappaceum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur senyawa kumarin glikosida pada biji buah N. lappaceum. Proses isolasi senyawa dilakukan dengan beberapa metode ekstraksi dan kromatografi. Fraksi yang sebagai sumber senyawa kumarin glikosida adalah fraksi etil asetat. Isolat murni yang diperoleh sebanyak 17,6 mg berbentuk kristal berwarna kuning dengan hasil uji fitokimia positif golongan fenolik. Data NMR-1H (CD3OD, 500 MHz) menunjukkan geseran kimia δ (ppm) 8,15 (1H, brs, H-2), 6,91 (1H, d, J=8,2 Hz, H-3), 6,77 (1H, s, H-6), dan 6,44 (1H, s, H-8), 5,57 (1H, s, H-1’), 4,04 (1H, s, H-2’), 3,85 (1H, dd, J=9,25;3,45 Hz, H-3’), 3,49 (1H, t, J=9,55 Hz, H-4’), 3,61 (1H, m, H-5’), 1,27 (3H, d, J=6,15 Hz, H-6’). Data  TOF-ESI-MS m/z memberikan massa molekul 348,28 [M+Na+H]+. Berdasarkan hasil analisis senyawa yang diperoleh dari fraksi etil asetat biji buah N. lappaceum adalah senyawa 5-O-α-L-ramnosa-7-hidroksikumarin. Kata Kunci : Nephelium lappaceum, kumarin, fenolik, glikosida
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS EKSTRAK BUAH BUAS-BUAS (Premna serratifolia Linn) Muhamad Agus Wibowo, Harlia, Vika Veronika,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buas-buas (Premna serratifolia Linn) merupakan salah satu tumbuhan obat yang banyak terdapat di Indonesia. Oleh karena itu dilakukan uji fitokimia metabolit sekunder dan aktivitas buah buas-buas (Premna serratifolia Linn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder serta aktivitas antioksidan dan toksisitas buah buas-buas. Langkah penelitian ini meliputi maserasi dan partisi menggunakan pelarut metanol, n-heksana dan etil asetat. Metabolit sekunder yang diuji meliputi alkaloid, saponin, flavonoid, terpenoid, steroid, dan polifenol. Aktivitas antioksidan secara spektrofotometri UV-Vis  menggunakan metode DPPH dan toksisitas menggunakan metode BSLT. Uji fitokimia pada ekstrak dan fraksi metanol mengandung senyawa saponin, flavonoid, polifenol, dan terpenoid. Fraksi etil asetat mengandung senyawa flavonoid, polifenol, dan terpenoid. Fraksi n-heksana mengandung senyawa steroid. Antioksidan dari fraksi n-heksana, fraksi metanol, ekstrak metanol, dan fraksi etil asetat menghasilkan nilai IC50 masing-masing sebesar 53,886 ppm; 39,343 ppm; 36,150 ppm; dan 10,286 ppm. Toksisitas dari fraksi n-heksana, fraksi metanol, ekstrak metanol, dan fraksi etil asetat menghasilkan nilai LC50 masing-masing sebesar 38,869 ppm; 1058,033 ppm; 2225,082 ppm; dan 2458,033 ppm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dan fraksi n-heksana memiliki toksisitas yang tinggi. Kata kunci: antioksidan, BSLT, buas-buas (Premna serratifolia Linn), DPPH, toksisitas
KARAKTERISASI SENYAWA FENOLIK PADA KULIT BATANG JABON (Anthocephalus cadamba (ROXB.) MIQ Rudiyansyah, Harlia, Nadiah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa fenolik telah diisolasi dari fraksi etil asetat kulit batang Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb)Miq). Tahapan isolasi senyawa fenolik adalah ekstraksi, fraksinasi, kromatografi vakum cair (KVC), dan kromatografi kolom gravitasi (KKG). Analisis isolat ditentukan menggunakan proton nuclear magnetic resonance (1H-NMR) (500 MHz). pergeseran kimia senyawa fenolik (δH ppm) : 1,10 (3H, s); 1,58 (9H, s); 2,04 (2H, t, J=7,8 Hz); 2,32 (2H, s); 3,98 (1H, s); 4,28 (2H, dd, J=7,8 Hz); 7,77 (1H, s). Berdasarkan data spektrum 1H-NMR dan uji fitokimia diketahui ekstrak kulit batang jabon positif mengandung senyawa fenolik. Kata Kunci : Fenolik, Kromatografi, Anthocephalus cadamba (Roxb)Miq, NMR.