B01112041, Farman Ardinata Farman
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis APBD kabupaten dan Kota di Provinsi kalimantan Barat Tahun 2010-2014 B01112041, Farman Ardinata Farman
Jurnal Curvanomic Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tingkat kemandirian daerah Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Barat dalam kemampuan keuangan untuk membiayai pemerintahan dan pembangunan daerah masih banyak yang bergantung kepada pemerintah pusat, hal ini dibuktikan dengan hasil rasio kemandirian,  dari empat belas Kabupaten dan kota ada dua belas Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Barat yang tingkat kemandiriannya berada pada angka persentase dibawah 10 persen, yang artinya tingkat kemandiriannya berada pada kriteria rendah sekali, daerah yang memiliki tingkat kemandirian yang tinggi adalah Kota Pontianak dengan rata-rata kemandirian sebesar 31,20 persen atau berada pada kriteria cukup Sedangkan Kota singkawang tingkat kemandiriannya berada pada kriteria kurang dengan nilai persentase kemandirian sebesar 10,47 persen. Kemampuan keuangan daerah Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Barat bervariasi karena mengisi setiap kriteria kemampuan keuangan, untuk daerah yang masuk kategori ideal adalah Kabupaten Kuburaya karena share dan growth-nya tinggi, untuk daerah yang masuk dalam kategori belum ideal ada Kabupaten Landak, Sambas, Sekadau, dan Kayong Utara, pada kategori ini berada pada kondisi tingginya growth namun share-nya kecil. Sedangkan untuk daerah yang masuk dalam kategori belum ideal selanjutnya adalah Kabupaten Sintang, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang pada kondisi ini berada pada kondisi growth rendah namun share-nya tinggi, dan pada kategori kemampuan keuangan paling buruk ada Kabupaten Bengkayang,Kapuas Hulu, Ketapang, Kab Pontianak, Sanggau, dan melawi, pada kategori ini berada pada kondisi share rendah dan growth-nya juga rendah.     Kata Kunci: Kemandirian keuangan daerah, Kemampuan keuangan daerah