Karet merupakan mata pencaharian utama petani di Desa Untang. Dari 490 penduduk berdasarkan kepala keluarga hampir semuanya adalah petani karet yaitu sebanyak 416 petani karet berdasarkan kepala keluarga. Saat ini harga karet di Desa Untang yaitu Rp.8000/Kg, rendahnya harga karet ini telah terjadi sejak tahun 2014. Penelitian dengan judul “ Dampak Penurunan Harga Karet Terhadap Pola Konsumsi dan Pola Produksi Petani Karet Di Desa Untang Kecamatan Banyuke Hulu Kabupaten Landakâ€, bertujuan untuk mengetahui dampak penurunan harga karet terhadap pola konsumsi dan pola produksi petani karet di Desa Untang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Landasan teori yang digunakan adalah teori konsumsi Keynes; “bahwa pengeluaran konsumsi masyarakat tergantung dengan tingkat pendapatannya, dan teori produksi Soekartawi (1990) “ harga dan produktivitas merupakan sumber dari faktor ketidakpastian, sehingga bila harga dan produksi berubah maka pendapatan yang diterima petani juga berubah. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa pada saat harga karet tinggi, produksi karet petani tinggi dan pendapatan juga tinggi, sehingga konsumsi sehari-hari rumah tangga mudah dipenuhi. Kemudian pada saat harga karet rendah, produksi petani karet rendah, dan pendapatan juga sangat rendah, sehingga konsumsi sehari-hari rumah tangga sangat sulit dipenuhi. Dengan keadaan seperti itu, maka petani karet melakukan usahatani jagung. Pendapatan usahatani jagung setelah dikurangi konsumsi sehari-hari rumah tangga, masih memeiliki sisa. Karet merupakan mata pencaharian utama yang telah lama menjadi penopang hidup rumah tangga petani di Desa Untang, budidayanya mudah, dan memberikan pendapatan yang pasti setiap hari, maka petani karet berharap kepada pemerintah agar menaikan harga karet.Kata Kunci: Harga Karet, Pendapatan, Konsumsi, dan Produksi DAFTAR PUSTAKA Ali I. H. (2017). Ekonomi Makro. Depok:Kencana Andriani, N. (2015). Dampak Hasil Produksi Karet Terhadap Pola Konsumsi Petani di Desa Kelayu Kacamatan Suti Semarang Kabupaten Bengkayang.(Skripsi yang tidak dipublikasikan), Universitas Tanjungpura, Pontianak. Djohan, M., & Taufiq.,& Wiwin, P. (2017). Pengantar Teori ekonomi.Jatirejo: Gosyen Publishing Eugene A. D. (1994). Teori Makro Ekonomi. Jakarta: Penerbit Erlangga Hernanto. (1994). Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya Hayet. (2016). Analisis Pengaruh Pertumbuhan Pembiayaan Tenaga Kerja,Investasi Dan Konsumsi pada Perbankan Umum Syariah Terhadap Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Barat Periode 20199-2013. Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Kewirausahaan, Universitas Tanjungpura. Vol. 5 (1) Ichsan, M. (2018). Pengaruh Fluktuasi Harga Karet (Hevea Brasilliensis)            Terhadap Tingkat Konsumsi Keluarga Petani (Kasus: Desa Sumber          Harapan, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara).  Jurnal Universitas Sumatera Utara. John, W.C. (2010). Pendekatan Kualitatif , Kuantitatif, Dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Kantor Desa Untang. (2018). Sensus Penduduk Juli 2018. Untang: SensusPenduduk Lina, F.S., Dwi, S.A., Cicilia, N.,&Muhammad, S. (2016). Dampak RendahnyaHarga Karet Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Petani Karet Di Sumatera Selatan. Jurnal Nasional yang dipublikasikan, 34 (1) : 119-126. Diakses dari:http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/ipk/article/view/218/Syarifa%20119-126%2034%201%202016 Paul A. Samuelson & William D. Nordhaus. (1997). Ekonomi. Jakarta: Penerbit           Erlangga Sariyah (2017). Pengaruh Pendapatan Petani Karet Terhadap Biaya Pendidikan           Formal Di Desa Rantau Panjang Kabupaten Kayong Utara. Jurnal Universitas Tanjungpura. Sadono Sukirno (2007). Makro ekonomi modern. Jakarta: PT.Raja Grafindo           Persada  Soekartawi, & Rusmadi, & Effi, D. (1993). Risiko Dan Ketidakpastian Dalam Agribisnis (Teori dan Aplikasi). Indonesia: UI-Press. Soekartawi. (1995). Analisis Usahatani. Indonesia: UI-Press Sonny, L. (2013). Penelitian Kualitatif Ilmu Ekonomi. Jakarta:PT.Rajagrafindo Persada Tohir (1991). Manajemen resiko petani karet. Jakarta: PT.Pustaka BinamanPressindoWina, D. F. W. (2013). Penilaian Diri Dan Interaksi NegativeSebagai Faktor Penyebab Ketidakberdayaan Remaja Putus Sekolah. (skripsi), Universitas Pendidikan Indonesia Yulfita, A.,& Wirdatul, J. (2016). Pengaruh Penurunan Harga Karet MentahTerhadap Daya Beli Masyarakat Di Pasar Desa Pasir Jaya. Jurnal Universitas Pasir Pengaraian yang dipublikasikan, 5 (2). Diakses dari : http://e-journal.upp.ac.id/index.php/Cano/article/view/1233/pdf38