B31112009, Natasha Emmanuel R
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS PRODUK, CITRA MEREK, DAN STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA PRODUK FASHION GOSH DI KOTA PONTIANAK B31112009, Natasha Emmanuel R
Jurnal Manajemen Update Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toko GOSH merupakan toko dimana para remaja trendi yang selalu up to date tentang gaya dan fashion. Kata "GOSH" sendiri diambil dari bahasa gaul anak-anak muda yang biasa digunakan, yang berarti "Wow!" Atau "Fun". Sebagai merek berlisensi dari Italia, Gosh membukanya toko ritel pertama di Indonesia pada tahun 1998. Konsep Toko Gosh selalu modern dan menyenangkan dengan suasana kosmopolitan yang positif. Konsep-konsep ini senantiasa berkembang untuk memastikan pengalaman segar, mengherankan dan menyenangkan bagi pelanggan. Dengan konsep "Lihat masa depan mode", Gosh selalu menempatkan keluar 10 sampai 15 model baru setiap bulan. Didedikasikan untuk kalangan remaja, Gosh sepatu karakteristik funky, dengan telapak tebal dan warna yang unik, seperti kuning, merah, oranye hijau, biru, merah muda.Perubahan dan pergeseran kebutuhan konsumen tentu tidak bisa dibendung sejalan dengan kenaikan daya beli konsumen tersebut. Fenomena kenaikan daya beli yang semakin meningkat ini biasanya terjadi pada kalangan remaja saat ini. Misalnya, remaja yang ada di Kota Pontianak akan cenderung melakukan keputusan pembelian yang sesuai dengan kualitas produk, citra merek, dan store atmosphere yang mereka miliki. Remaja di Kota Pontianak mempunyai tingkat konsumsi yang cukup tinggi, hal tersebut terlihat pada daya beli mereka terhadap sebuah produk merek yang dianggap sudah cukup terkenal. Selain itu, pengaruh suasana ruangan yang nyaman dan unik yang ada di Toko GOSH lumayan menarik perhatian kalangan remaja. Pengetahuan akan perilaku konsumen harus dipahami dengan benar oleh peritel sehingga diharapkan toko fashion mampu melakukan pendekatan yang tepat bagi konsumen maupun calon konsumen yang datang sehingga diharapkan akan terjadi tindak lanjut berupa pembelian produk fashion dan dapat memotivasi terjadinya fenomena keputusan pembelian dari toko tersebut.Â