Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kelompok Ibu-Ibu Pembuat Kue-Kue Basah Tradisional Sarna, Sri; I Mutia Syahadat, Shusanti
Humanis Vol 19, No 2 (2020): Agustus 2020-Januari 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v19i2.14684

Abstract

Permasalaha pokok dalam pengabdian ini adalah Limbah ampas kelapa dibuang begitu saja sebagaimana sampah-sampah basa lainnya dan Ibu-ibu pembuat kue-kue basa kurang kraetif atau belum memahami pemenfaatan limbah ampas kelapa dalam membuat kajompi sebagai  potensi yang  dapat menjadi sumber pendapatan. Sousi yang ditawarkan adalah  melati kelompok ibu-ibu tentang cara memanfaatkan limbah ampas kelapa menjadi bahan makanan berupa Kajompi. Sejenis makanan berupa lauk, maupun dalam bentuk kue-kue basa dan kering. Untuk lauk bisa dikonsumsi bersama nasi setelah diproses dengan mencampur rempah-rempah tertentu, lalu digoreng setelah itu bisa dikonsumsi. Untuk kue-kue kering bisa dalam bentuk biscuit dengan menggunakan tepung ampas kelapa dengan menggunakan metode sederhana yakni bahan dasar ampas kelapa, telur, margarin, dan gula pasir dimikser, kemudian ditambahkan tepung ampas kelapa dicampur terigu dan susu bubuk lalu diuleni sampai kalis. Selanjutnya dibuat adonan dilembaran tipis, lalu dicetak sesuai keinginan lalu dipanggang hingga matang (suhu 150 ⁰C selama 30 menit).Luaran dan targert capaian yang ingin daicapai dalam pengabdian   ini  antara lainArtikel di jurnak ber ISSN. Artikel di media massa elekronik, Vidio di media elekttronik, Pengetahuan mitra meningkat. Target capaian semuanya dapat dicapai. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian. Dalam tahap ini pengabdi melakukan kegiatan pengembangan karya profesi dalam bentuk pelatihan mengawetkan ampas kelapa, pelatihan membuat lauk dari ampas kelapa, pelatihan membuat kue-kue kering, kue basa dari limabah    
Kelompok Ibu-Ibu Nelayan Tradisional Mengolah Ikan Jadi Bakso dan Abon di Kepulauan Sangkarang Kota Makassar Kamaruddin, Umar; Sarna, Sri
Humanis Vol 19, No 2 (2020): Agustus 2020-Januari 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v19i2.14945

Abstract

Permasalahan pokok dalam pengabdian adalah kelomok Ibu-Ibu nelayan tradsional di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang Kota Makassar tidak punya keterampilan dalam mengolah sumberdaya alam kelautan, Tingkat pendidikan Ibu-Ibu nelayan tradsional di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang sangat rendah. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan  dilakukan terhadap kelompok ibu-ibu yang berkaitan dengan produk olahan yang meliputi; pengolahan ikan laut menjadi abon, naget, bakso, dan jenis olahan lainnya seperti membuat hiasan dengan bahan dasar kerang-kerangan sebagaimana potensi alam yang ada di wilayah tersebut, demikian halnya dengan pelatihan kewirausahaan bagi ibu-ibu khususnya dalam hal manajemen kewiraushaan usaha kecil. lauaran yang dicapai kemampuan kelompok sasaran meningkat 90 %  yang berkaitan dengan produksi olahan ikan menjadi abon, naget, bakso, dan membuat hiasan dari kerangan laut. Kemampuan manajerial ibu-ibu kelompok nelayan tradsiolnal meningkat 85  %.
ANALISIS PERKEMBANGAN OPTICAL ETHERNET Sarna, Sri
Jurnal INSTEK (Informatika Sains dan Teknologi) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, oktober 2017
Publisher : Department of Informatics Engineering, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.962 KB) | DOI: 10.24252/instek.v2i2.4021

Abstract

Tujuan penelitian  ini adalah menganalisis perkembangan Optical ethernet yang merupakan  jaringan komputer berbasis ethernet dengan  kabel fiber optic sebagai media transmisinya  Dari hasil penelitian didapatkan bahwa  dari berbagai aplikasi dari optical ethernet  yang paling banyak dipergunakan saaat ini adalah Gigabit Ethernet dan 10 Gigabit Ehternet.  Optical Ethernet identik dengan LAN berbasis Ethernet dengan pengecualian dari interface lapisan fisik. Perbedaan mendasar lapisan  LAN dan WAN pada 10 gigabit Ethernet adalah pada arsitektuer WAN  terdapat  Wan Interface Sublayer (WIS) sebagai pengembangan dari penggunaan  WAN  pada Optical Ethernet. Dan pada perkembangan terakhirnya Ethernet sudah berada pada kecepatan 100 Gigabit Ethernet.Kata Kunci : Ethernet, optical Ethernet, Gigabit Ethernet dan 10 Gigabit Ethernet.