Firdausi, Ahmad
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

URGENSI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI MODAL SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN Firdausi, Ahmad
IPTEK Journal of Proceedings Series No 5 (2018): Seminar Nasional Teknologi dan Perubahan (SEMATEKSOS) 3 2018
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i5.4426

Abstract

Tulisan ini berasal dari kegelisahan penulis terhadap gencarnya perkembangan teknologi informasi yang disadari atau tidak menjadi pintu masuk budaya asing ke Indonesia. Hal ini dapat berakibat negatif yaitu terkikisnya nilai-nilai kearifan lokal yang sudah lama ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pengaruh modernitas dan budaya asing yang belum mampu terfilter dengan baik tentu akan mengakibatkan kesenjangan budaya. Eksistensi nilai-nilai kearifan lokal semakin menemukan tantangan ketika pembangunan dilakukan diberbagai bidang kehidupan. Berbagai forum diskusi dan seminar telah membahas permasalahan nilai-nilai kearifan lokal sebagai falsafah hidup  yang telah lama menjadi karakter bangsa Indonesia. Kondisi bangsa Indonesia yang harus menghadapi modernitas di berbagai sisi kehidupan harus berjuang mempertahankan jati diri dan identitas yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa. Pembangunan yang dilakukan tidak boleh menggerus kearifan lokal. Sebaliknya, pembangunan harus dilakukan dengan berbasis kearifan lokal. Usaha untuk menelusuri kembali, menyosialisasikan dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur bangsa perlu untuk didukung, ditingkatkan, diperluas dan ditransformasikan. Modal sosial dan budaya yang dimiliki oleh bangsa ini merupakan sumber daya tak ternilai dalam melakukan pembangunan dengan tidak mengabaikan jati diri dan karakter bangsa. Pembangunan yang dilakukan dengan mengabaikan kearifan lokal, jati diri dan karakter bangsa akan melemahkan bangsa itu sendiri. Melakukan pembangunan dengan tidak berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal akan berdampak pada memudarnya identitas suatu bangsa. Jika ini yang terjadi, maka bangsa yang bersangkutan akan mengalami pengeroposan baik karena pengaruh eksternal maupun internal. Di sinilah, urgensi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembangunan menemukan relevansinya.