Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Andra Matin: Kreativitas dalam Eksplorasi Material pada Karakter Arsitektur Modern Nirmala Hajaria; Agus S. Ekomadyo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 4 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i4.08

Abstract

Andra Matin adalah seorang arsitek dengan pendekatan modern dan clean dalam karya arsitekturnya. Setiap karya tentu menggambarkan kreativitas dan eksplorasi yang ada pada sang arsitek. Artikel ini membahas eksplorasi pada karya-karya Andra Matin dengan menggunakan teori dari buku Poetics of Architecture (1992) karya Anthony C. Antoniades untuk menemukan proses kreatif dalam merancang serta pertimbangan desain dari setiap karya Andra Matin. Observasi dilakukan melalui wawancara dengan Andra Matin terkait latar belakang serta proses perancangan karya-karya arsitekturnya disertai dengan interpretasi penulis berdasarkan gambar-gambar karya arsitektur dari sang arsitek. Hasil observasi dianalisis menggunakan teori kanal kreativitas dan ditemukan bahwa pemilihan material oleh Andra Matin disesuaikan dengan fungsi bangunan dan kondisi lingkungan sekitar sehingga tercipta harmoni antara konteks rancangan dengan material yang digunakan. Artikel ini menyimpulkan bahwa untuk menciptakan karakter arsitektur modern, Andra Matin melalui proses kreatif, yaitu mengeksplorasi material dengan memanfaatkan kanal kreativitas tak berwujud kemudian menghubungkannya dengan filosofi desain yang sudah dipegang sebelumnya.
ADAPTASI ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI PADA TEMPAT-TEMPAT KOMUNAL DI DESA BALINURAGA, KALIANDA, LAMPUNG SELATAN Monika Ata1; Agus S. Ekomadyo
Jurnal Koridor Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Koridor
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.629 KB) | DOI: 10.32734/koridor.v9i2.1373

Abstract

Kebudayaan tercipta dari perilaku dan pandangan hidup suatu tatanan masyarakat dengan latar belakang tertentu. Perilaku pemukim pada suatu permukiman menghasilkan keberagaman dan pola yang unik sehingga melahirkan identitas pada kebudayaannya sendiri dan pada wilayah tertentu. Adapun proses yang dihasilkan dari kemampuan manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya demi bertahan hidup serta adanya perubahan pola dan pandangan hidup manusia disebut adaptasi. Adaptasi tentu dilakukan oleh setiap suku pendatang di daerah perantauannya. Proses adaptasi memiliki konsep Adaptation (adaptasi), Goals (tujuan), Integration (integrasi), dan Lattern Pattern Maintenance (pemeliharaan pola-pola) sesuai dengan teori yang disebutkan oleh Partson. Adapun salah satu kasus dari terjadinya proses adaptasi terjadi pada masyarakat suku Bali etnis Nusa Penida yang merantau ke tanah Lampung, Sumatra sejak tahun 1950an memiliki kemampuan beradaptasi yang baik dengan bukti mereka dapat bertahan hidup dengan menghasilkan kondisi sosial dan ekonominya yang cukup baik. Pada penelitian ini, fokus penelitian pada adaptasi arsitektur tradisional Bali yang menganut asta kosala-kosali pada tempat-tempat komunal di desa Balinuraga, Kalianda, Lampung Selatan. Tempat komunal pada asta kosala-kosali terdapat sedikitnya 6 tipe tempat-tempat komunal dengan beberapa tingkatan, yakni tingkat satu kepala keluarga, keluarga satu marga (pemaksan), banjar (dusun), dan tingkat desa. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif yang akan dilaksanakan dengan membandingkan data sekunder mengenai tempat-tempat komunal pada permukiman tradisional masyarakat Bali di Bali dan data hasil dari observasi serta wawancara dengan warga di desa Balinuraga, Kalianda, Lampung Selatan. Ditemukan perbedaan berupa penggunaan fungsi dari tempat-tempat komunal serta ketiadaan bale banjar pada tingkat desa. Ditemukan faktor-faktor yang mempengaruhi proses adaptasi adalah ekonomi, perubahan ekologis, politik, kebudayaan, dan sosialisasi.