Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan Penggunaan Material Lokal Bambu pada Rumah Tradisonal Sunda (Studi Kasus: Kampung Mahmud, Jawa Barat) Andi Harapan
GEOPLANART Vol 3, No 2 (2021): EDISI MEI
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.196 KB) | DOI: 10.35138/gp.v3i2.348

Abstract

Material lokal sangat terkait dengan bangunan tradisional, umumnya material inilah yang digunakan didalam membangun bangunan tradisional. Salah satunya adalah di Kampung Mahmud, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Masyarakat Jawa Barat selalu menggunakan bambu sebagai material untuk membangunan rumah, khususnya di perkampungan, sehingga menciptakan desain yang unik dan berkelanjutan. Tetapi sayangnya, penggunaan material ini semakin berkurang yang menyebabkan semakin hilangnya pula bangunan tradisional khas Sunda di Kampung Mahmud.Bambu merupakan material yang sejak zaman dahulu sering dipakai oleh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Sunda. Dulu orang Sunda sering menggunakannya sebagai bahan utama dalam membuat bangunan berupa rumah atau saung, Ini dapat memberikan gambaran tentang rumah-rumah orang Sunda dulu bahkan mereka hampir di setiap aktivitasnya menggunakan material bambu seperti sebagai tempat jemuran, untuk kegiatan memasak, dan sebagainya. Namun di zaman sekarang, bambu menjadi material yang mulai terpinggirkan. Bahkan di kampung-kampung Sunda sendiri semakin berkurang rumah-rumah yang menggunakan material bambu. Begitu pula dengan rumah-rumah yang berada di Kampung MahmudTulisan ini merupakan bagian dari riset yang dilakukan melalui pemetaan bangunan tradisional dan material lokal bambu. Pada tulisan ini dilakukan pemetaan jumlah rumah yang menggunakan bambu di Kampung Mahmud untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan bambu di masa kini, sekaligus mengetahui mengapa pemanfaatan bambu mulai berkurang.
SISTEM BANGUNAN RUMAH TRADISIONAL DI KAMPUNG ADAT BADUY LUAR KADU KETUG, KABUPATEN LEBAK, BANTEN Andi Harapan
Jurnal Koridor Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Koridor
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.636 KB) | DOI: 10.32734/koridor.v10i1.1384

Abstract

Traditional occupancy is something interesting to observe, especially when there are different types of dwellings in the residence, which illustrate the diversity of the culture and local knowledge of the people. Kadu Ketug Outer Baduy Traditional Village is a traditional village that has different residential patterns, where in this village, there are various types of traditional houses that show a wealth of traditions and carpentry technology, which are applied to the system of these houses. This mapping of traditional houses, as a form of intellectual property investment that is expressed in local knowledge, is very necessary to do with research and knowledge that can be applied to the development of technology in architectural technology. This paper will discuss the systems of traditional Baduy Kadu Ketug houses that were elaborated by descriptive analytical methods, from the results of field surveys and measurements in the field. The method of data collection was carried out by field surveys and interviews with traditional leaders and village communities, as well as recording through photographs and sketches of the buildings surveyed. The findings obtained indicate that the traditional house of the Outer Baduy Traditional Village of Kadu Ketug is an integral part of the Baduy Indigenous Village as a whole. This can be seen from the building layout, the building connection system, the use of materials, and the details of the building. The system of traditional houses in Kampung Luar Kadu Ketug implies a traditional Indonesian house hierarchy, which contains 3 parts, namely the lower part as the foot, the middle part as the body and the upper part as the head.