Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

VISUALISASI NABI SAW DALAM FILM PERPEKTIF HUKUM ISLAM Ilyas, Atik Fikri; Wulandari, Dini Indah
YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Vol 8, No 1 (2017): Yudisia
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.541 KB) | DOI: 10.21043/yudisia.v8i1.3233

Abstract

This paper describes the law of visualization of the Prophet Muhammad in the film. Progress of the era demands the contextualization of Islamic teachings, including educational entertainment. Some parties the presence of films that take the theme of Islam becomes a necessity. Including the theme of the film about the history of the Prophets, up to the Prophet Muhammad SAW. Because it appears the pros and cons of visualization of the Prophet SAW in the film. This paper highlights the problematic. It is hoped that this paper will become a common thread for the visualization of the Prophet (s) in the film can be seen comprehensively from the view of Islamic law. For the next can be a consideration to take an attitude over the visualization of the Prophet in the film.
MENALAR REPOSISI MAKNA MUTASYABIH PADA HURUF MUQATHA’AH Ilyas, Atik Fikri
Darul Hikmah: Jurnal Penelitian Tafsir dan Hadits Vol 7 No 1 (2021): Darul Hikmah: Jurnal Penelitian Hadits dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.832 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan menalar makna mutasyabih pada Huruf Muqatha’ah (huruf-huruf terputus-putus) pada ayat-ayat pembuka surah-surah Al-Qur’an. Tentang Huruf Muqatha’ah (al-Huruf al-Muqatha’ah) banyak yang memaknai bagian dari kategori mutasyabihat (samar, tidak dapat diketahui maknanya). Dalam makna tidak perlu dipahami, tidak harus ditafsirkan. Lebih tepat dimaknai dengan kategori hanya Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui. Atau diartikan seperti asalnya, misal Alif Lam Mim, dimaknai Alif Lam Mim, Yasin, diartikan Yasin, dan yang lainnya. Tulisan ini berupaya untuk menelusuri interpretasi lain pada Huruf Muqatha’ah sebagai upaya luhur pada pemaknaan korelatif antar ayat terkait. Sekaligus upaya reposisi Huruf Muqatha’ah; tidak pada lingkup kategori mutasyabih, tapi dapat diinterpretasikan. Mengingat tiada lain diturunkannya Al-Qur’an memiliki makna untuk konteks nilai, hukum, hikmah, dan kemanusiaan. Dalam arti, agar dipahami, dapat dijadikan panduan, dan selanjutnya untuk diamalkan. Metode yang digunakan pada makalah ini adalah metode induktif dan metode analisis. Metode induktif digunakan untuk mengumpulkan semua makna yang terkandung dalam makna mutasyabih yang ada pada huruf muqatha’ah dari berbagai pendekatan. Metode analisis digunakan untuk menjelaskan semua pendekatan tafsir atas makna huruf muqatha’ah; baik pendekatan linguistic, dan pendekatan sosio-historis. Dari penelitian ini, dapat dipahami bahwa keberadaan Huruf Muqatha’ah dalam pembuka-pembuka surah untuk membuktikan di antara kemukjizatan Al-Qur’an.