Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategies of the Baduy Community in Navigating Economic Fluctuations During the COVID-19 Pandemic Yakin, Ikin Ainul; Ardiyansyah, Muhammad Ridho
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/ijei.v15i1.672

Abstract

The COVID-19 pandemic has significantly impacted the global economy, and Indonesia is no exception. The economic decline in Indonesia has affected the entire nation, including the province of Banten. Amid this crisis, researchers have shown interest in studying the Baduy community's response to the pandemic. This research aims to determine if the Baduy community has been affected by the economic impacts of COVID-19, to explore the strategies they employ to mitigate these impacts, and to identify the values within Baduy society that help them navigate economic challenges. The research seeks to answer several key questions: Has the Baduy community been directly affected by the economic impact of COVID-19? What strategies does the Baduy community use to cope with these economic challenges? What values inherent in Baduy society help them avoid the adverse economic effects of the pandemic? To achieve these objectives, the research employs an ethnographic method well-suited for social science research. Ethnography emphasizes immersion, personal experience, and active participation, rather than mere observation, by researchers trained in this qualitative research approach. The findings reveal that the Baduy people perceive COVID-19 and its consequences as natural events willed by God. This perspective, combined with their simple lifestyle and values of gratitude, modesty, and contentment, helps the Baduy community remain calm and resilient in facing life's challenges. Their approach to living—avoiding luxury and accepting life as it comes—contributes to their ability to weather economic fluctuations during the pandemic
The Diversity of Contemporary Islamic Economic Thoughts of Schools: Baqir As-Sadr, Mainstream and Alternative Hendrianto, Hendrianto; Yakin, Ikin Ainul
AL-FALAH : Journal of Islamic Economics Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alfalah.v8i1.6968

Abstract

Purpose: This study aims to reveal three schools of thought in contemporary times regarding Islamic economic thought in contemporary times, namely the Baqir As-Sadr, Mainstream, and Alternative (critical) schools.Method: This research was conducted with the library (Library Research) data collection using documentation data collection techniques with data analysis, namely content analysis.Findings: The results of this study indicate that contemporary Islamic economics in the first period, the view of the Baqir as-Sadr School, namely Islamic economics is not the same as Islam, Islamic economics must be changed to Iqtishadi, conventional economics needs to be discarded because it is not in accordance with iqtishodi, and the availability of resources is not limited, the two Mainstream schools, that is, not abandoning conventional economics, taking good values from the conventional and then transforming them into sharia, and finally limited resources, the three Alternative schools criticize previous contemporary schools, such as the Baqir As-Sadr school which destroys theories old but still using the old theory. While the Alternative Schools are considered to plagiarize conventional theory, finally Islamic economics needs to be tested for its truth. The three schools provide solutions to contemporary economic progressOriginality: The main contribution in this research lies in disclosing the differences in the three schools of Contemporary Islamic Economics Schools: Baqir As-Sadr, Mainstream, and Alternative
Profil Produk dan Akad dalam Layanan Hotel Syariah Inayah: Analisis Normatif Implementasi Akad Hybrid dalam Bisnis Perhotelan Syariah di Indonesia : Penelitian Rustamunadi, Rustamunadi; Sulastri, Ida; Yakin, Ikin Ainul
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6033

Abstract

Indonesia sebagai negara yang berlandaskan Pancasila mengembangkan konfigurasi sistem ekonomi ganda (dual economic system) yang mengintegrasikan ekonomi konvensional dan ekonomi syariah dalam satu kerangka hukum nasional. Integrasi tersebut tidak hanya bersifat normatif-konstitusional, tetapi juga berkembang secara institusional melalui berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor jasa dan industri perhotelan berbasis syariah. Dalam konteks ini, muncul kebutuhan untuk melakukan elaborasi akademik terhadap konstruksi akad yang digunakan dalam praktik operasional lembaga jasa syariah, khususnya pada aspek kepastian hukum, kesesuaian syariah, dan efektivitas implementasi akad. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konstruksi normatif produk dan akad dalam layanan Hotel Inayah Syariah yang dikelola oleh Pusat KPRI Serang Cilegon. Fokus kajian diarahkan pada identifikasi dan analisis implementasi akad ijarah, ujrah, bai’ al-istishna’, serta konstruksi hybrid contract (akad murakkab) dalam praktik operasional layanan perhotelan syariah. Analisis juga diarahkan pada hubungan antara struktur akad dengan prinsip-prinsip fikih muamalah, serta kesesuaiannya dengan regulasi nasional dan fatwa Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual dalam fikih muamalah, serta pendekatan normatif terhadap fatwa DSN-MUI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur akad dalam layanan hotel syariah tidak bersifat tunggal dan sederhana, melainkan bersifat multidimensional dan terintegrasi. Kombinasi antara akad tijarah dan tabarru’ menjadi karakter utama dalam desain layanan, yang menunjukkan adanya fleksibilitas hukum Islam dalam merespons kebutuhan ekonomi modern. Selain itu, ditemukan bahwa implementasi hybrid contract memberikan ruang inovasi dalam pengembangan produk jasa syariah tanpa mengabaikan batasan syariah seperti larangan riba, gharar, dan ketidakjelasan objek akad. Penelitian ini menemukan bahwa kepastian hukum terhadap praktik akad dalam layanan hotel syariah diperkuat oleh sinkronisasi antara regulasi nasional, fatwa DSN-MUI, dan standar operasional berbasis syariah. Dengan demikian, integrasi akad dalam layanan Hotel Inayah Syariah dapat dipahami sebagai bentuk adaptasi hukum Islam yang bersifat dinamis, kontekstual, dan responsif terhadap perkembangan ekonomi kontemporer, tanpa menghilangkan prinsip fundamental syariah yaitu keadilan (al-‘adl), transparansi (shafafiyah), dan kemaslahatan (maslahah).
Analisis Yuridis Kedudukan Hukum Pensiunan PNS Sebagai Pengurus Koperasi di Lingkungan KPRI: Antara Legalitas Normatif dan Kontinuitas Kelembagaan Rustamunadi; Sulastri, Ida; Yakin, Ikin Ainul
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64221

Abstract

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) adalah badan usaha yang berlandaskan prinsip keanggotaan dan sistem ekonomi kekeluargaan, dibentuk untuk kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS), dengan dimensi ekonomi, sosial, dan kelembagaan yang terkait erat dengan struktur birokrasi negara. Artikel ini menganalisis status hukum pensiunan PNS sebagai pengurus KPRI di tengah ketidakjelasan normatif, meskipun tidak lagi berstatus ASN namun masih sering menjabat dalam kepengurusan koperasi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Analisis difokuskan pada harmonisasi antara Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, serta Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi. Hasil kajian menunjukkan adanya ketegangan normatif antara prinsip keanggotaan koperasi berbasis ASN aktif dengan praktik inklusi pensiunan dalam struktur pengurus koperasi. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa pensiunan PNS berada dalam wilayah hukum yang ambigu (legal grey area), sehingga penafsiran AD/ART tidak dapat melampaui norma hukum yang lebih tinggi berdasarkan asas lex superior derogat legi inferiori. Oleh karena itu, keterlibatan pensiunan PNS dalam kepengurusan koperasi hanya dapat dibenarkan apabila ditempatkan dalam fungsi profesional non-substantif yang tidak bertentangan dengan syarat legal formal organisasi koperasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformulasi kelembagaan KPRI agar lebih adaptif terhadap perubahan status kepegawaian, sekaligus memberikan kepastian hukum dalam tata kelola koperasi.