Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI KERJA PUSTAKAWAN PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA (Tinjauan Teoritis) sukayana, putu
ACARYA PUSTAKA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v7i2.26738

Abstract

Pustakawan merupakan komponen yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan pengelolaan perpustakaan. Kualitas pustakawan identik dengan kinerja pustakawan. Kinerja pustakawan  pada dasarnya merupakan kinerja atau unjuk kerja yang dilakukan oleh pustakawan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pejabat fungsional bidang perpustakaan (sebagai pengelola dan pelayan jasa perpustakaan). Kualitas kinerja pustakawan akan sangat menentukan pada kualitas hasil perpustakaan, karena pustakawan merupakan pihak yang paling banyak bersentuhan langsung dengan para pemustaka  dalam proses pemanfaatan jasa perpustakaan. Pustakawan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dalam menjalankan tugas kerja sebagian pustakawan belum memiliki atau menunjukkan motivasi kerja yang tinggi. Agar pustakawan dapat menunjukkan kinerja yang baik dan berkualitas, maka pimpinan perpustakaan sebaiknya  mengambil langka-langkah atau strategi peningkatan motivasi kerja Pustakawan Undiksha. Adapun strategi yang dimaksud yaitu memberikan bahan pekerjaan yang baru untuk penyegaran, memberikan penghargaan untuk pustakawan yang berprestasi, mempererat kekeluargaan dan kebersamaan sesama pustakawan, berikan training secara rutin dan berkala, serta menyediakan sarana dan prasarana kerja yang nyaman dan menyenangkan. Selain itu perlu membangun citra diri pustakawan dan kompetensi pustakawan.
APLIKASI ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOQUE (OPAC) BERBASIS ANDROID SEBAGAI SARANA TEMU KEMBALI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA Parmawati, Putu Tika; Sukayana, Putu
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.276 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v5i1.8279

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi Online Public Access Cataloque (OPAC) berbasis android. Jenis penelitian ini merupakan Research and Development (R & D) dengan metode pengembangan menggunakan model prototyping. Pengembangan sistem informasi layanan audio visual berbasis video streaming dengan enam tahap, yaitu : 1) Tahap pengumpulan kebutuhan dan perbaikan, 2) Tahap perancangan desain cepat (desain awal), 3) Tahap membangun prototipe, 4) Tahap evaluasi prototype, 5) Tahap perbaikan prototype, dan 6) Tahap rekayasa produk. Penentuan tingkat kelayakan aplikasi Online Public Access Cataloque (OPAC) berbasis android berdasarkan uji validasi ahli bidang teknologi informasi dan uji coba terbatas pada pengguna. Hasil uji coba sebagai berikut : 1) Pengembangan aplikasi Online Public Access Cataloque (OPAC) berbasis android sudah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan sebagai aplikasi penelusuran informasi koleksi buku teks umum secara online melalui smartphone. 2) Indikator penilaian dari program ini adalah kebenaran atau ketepatan operasional sistem, ketegaran, keterluasan, keterpakaian ulang, efisiensi atau kinerja, portabilitas, integritas, modularitas, keterbacaan mendapat kualifikasi cukup baik, sedangkan verifikasi mendapat kualifikasi baik. 3) Secara umum dari hasil penilaian tersebut aplikasi OPAC berbasis android ini cukup layak untuk digunakan sebagai alternatif pelengkap pemberian layanan penelusuran informasi koleksi buku teks umum di Perpustakaan Undiksha. Kata Kunci: OPAC, android, dan temu kembali informasi Abstract Aim of this study to develop the software of Online Public Access Cataloque (OPAC) based on android. Research and Development (R & D) design was applied in this study which was developed through prototyping models. The software was constructed through six stages, namely: 1) needs analysis and repairment, 2) rapid design (preliminary design), 3) prototypes building, 4) prototype evaluation, 5) prototype revisement, and 6) product adequacy. The validation of the software was determined by the experts in information technology and limited testing toward librarians and users. The results of this study on indicate that the application of Online Public Access Cataloque (OPAC) based on Android are in accordance with predetermined specifications as the application of information retrieval common text book collections online via smartphone. Indicator assessment of the program is the truth or accuracy of the system operational , kink , breadth , reuse , efficiency or performance , portability , integrity , modularity , readability got a good qualifying , while verifying got good qualifications. In general outcome of those assessments OPAC android based applications is quite feasible to be used as a complementary alternative service delivery of information retrieval library collections owned by the library. Keywords : Online Public Access Catalogue, Android, and Information Retrieval. PENDAHULUAN Perpustakaan menurut pasal 1 Undang-Undang nomor 43 tahun 2003 adalah suatu institusi pengelola koleksi karya ilmiah, karya cetak, dan atau karya rekam secara professional dengan sistem yang baku, guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. Dasar pembentukan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia Undang-Undang nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 55 menyebutkan bahwa salah satu syarat untuk menyelenggarakan perguruan tinggi harus memiliki perpustakaan. Perpustakaan perguruan tinggi sering diibaratkan sebagai jantungnya perguruan tinggi (the heart of university), maka keberadaannya harus ada agar dapat memberikan layanan kepada civitas akademika sesuai dengan kebutuhan. Perpustakaan perguruan tinggi harus terus meningkatkan fungsinya untuk mengelola sumber daya informasi bagi penggunanya, baik yang berupa digital maupun tercetak, sehingga proses temu kembali informasi dapat dilakukan dengan efektif dan efisien. Temu kembali informasi merupakan unsur