Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Narrating Displacement: Chinese-Indonesian Collective Memory in Lvdao Sanwen Ji (绿岛散文集 ) Vasantadjaja, Livia
Lingua Cultura Vol. 19 No. 2 (2025): Lingua Cultura (In Press)
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

While ethnic Chinese-Indonesians are often stereotyped as ‘economic figures’, many are also actively engaged in literature. Among their literary contributions is The Green Island Prose Compilation (2015), which is a post-Reformasi anthology of Mandarin language prose selected from the monthly Lüdao column in the International Daily News. These writings reflect personal experiences and preserve the memory of ethnic Chinese life in Indonesia. This study aims to examine how individual life narratives in the Green Island Prose Collection, shaped by social and historical context, contribute to the collective memory of Chinese-Indonesians. It explores how literature serves as a medium for documenting everyday life, preserving cultural identity, and bridging generational gaps. This research employs a descriptive qualitative method, utilizes purposive sampling to identify relevant themes of prose, and applies content analysis based on Maurice Halbwachs’ theory of collective memory. The data includes prose works that reveal recurring themes such as childhood, family, social life, and historical events. The findings indicate that the collective memory among Chinese-Indonesians is constructed from individual memories, incorporating elements of childhood, adulthood, and historical recollections. This becomes a significant shared experience and memory repository. This study not only addresses a gap in the study of the Chinese-Indonesian literature but also provides insights into the role of literature in preserving culture, shaping identity, and facilitating intergenerational communication. In this way, it enhances the understanding of the Chinese-Indonesian community within the broader context of contemporary Indonesian society.
PERBANDINGAN IMAJI BULAN DALAM PUISI KARYA LI BAI DAN PUISI KARYA PENYAIR-PENYAIR DI INDONESIA Wibowo, Gladys Vania; Vasantadjaja, Livia
Bambuti | Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas Darma Persada Vol 8 No 1 (2026): Bambuti : Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas Darma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53744/bambuti.v8i1.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan imaji bulan dalam puisi karya Li Bai (李白), penyair terkenal dari Tiongkok, serta dalam puisi karya penyair-penyair Indonesia seperti Hanna Fransisca, Tan Lioe Ie, Chairil Anwar, dan lainnya, dengan fokus pada perbandingan penggunaan imaji bulan. Bulan sering dijadikan objek dalam sastra karena maknanya yang kaya, melambangkan kesendirian, perenungan, keindahan, serta hubungan manusia dengan alam semesta. Dalam puisi Li Bai, imaji bulan menggambarkan perasaan personal, kesendirian, dan refleksi terhadap kehidupan. Demikian pula dalam puisi Indonesia, bulan kerap kali muncul sebagai simbol romantisme, kesedihan, atau simbol kebudayaan yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode komparatif untuk menggali tema-tema dan makna imaji bulan dalam puisi-puisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tema puisi memiliki persamaan dan perbedaan dalam menyajikan makna imaji bulan. Selain itu juga, bulan memiliki berbagai citra tertentu. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai puisi Tiongkok dan Indonesia dalam menyajikan imaji bulan dalam puisi serta memperkaya pemahaman lintas budaya terhadap simbol dalam sastra.