Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Infark Miokard Tanpa Gejala Nyeri pada Pasien Diabetes Tipe-2 dengan Komplikasi Mikroangiopati: Laporan Kasus Setiyadi, Benny; Bilqistiputri, Farah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.21949

Abstract

Pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang berlangsung lama, akan muncul komplikasi mikroangiopati, salah satunya adalah neuropati. Kerusakan saraf ini dapat terjadi di semua bagian tubuh termasuk jantung, Hal ini menyebabkan saat terjadinya serangan jantung, tidak akan muncul gejala nyeri dada yang khas diakibatkan dari neuropati menahun. Pada kasus, wanita usia 53 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak nafas yang dirasakan semakin memberat sejak 3 hari terakhir. Pasien tidak mengeluhkan adanya nyeri dada atau rasa terbakar di dada. Pasien didiagnosis DM sejak 10 tahun yang lalu dan mulai menggunakan terapi Insulin sejak 1 tahun terakhir karena ada gangguan ginjal. Dan pada ekg ditemukan adanya ST elevasi di Lead II, III, AVF. Pasien didiagnosa sebagai STEMI Inferior Killip II. Pada pasien dilakukan tatalaksana infark miokard serta rehabiltasi jantung fase 1 dan 2. Hal ini menyebabkan kualitas hidup pasien paska sakit akan meningkat. Ini menunjukan pentingnya penegakan diagnosa yang tepat pada pasien infark miokard tanpa gejala, salah satunya adalah dengan melakukan EKG dan memonitoring gelmobang evolusi EKG
Dampak konsumsi ikan columbia catfish dari kolam bekas peleburan aki bekas terhadap penyakit degeneratif dan keamanan pangannya: The impact of consuming driftwood catfish from a former used battery smelting pond on degenerative diseases and its food safety Riani, Etty; Butet, Nurlisa Alias; Ansori , Mukhlas; Nandini, Annisa Putri; Krisanti , Majariana; Setiyadi, Benny; Cordova, Muhammad Reza
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i4.63319

Abstract

Desa Cinangka merupakan sentra daur ulang aki bekas tradisional ilegal di Bogor, namun sudah ditutup 15 tahun lalu. Tujuan penelitian, yaitu menentukan dampak konsumsi ikan columbia catfish yang dipelihara di kolam bekas peleburan aki bekas terhadap potensi penyakit degeneratif kanker dan non-kanker serta keamanan pangannya. Analisis yang dilakukan adalah kandungan logam berat pada daging ikan dan logam terlarut pada air dengan XRF dan AAS, faktor biokonsentrasi, risiko kesehatan akibat konsumsi ikan (kanker dan non-kanker) serta keamanan pangannya. Hasil penelitian menunjukkan ikan memiliki kemampuan untuk mengakumulasi logam berat pada tubuhnya. Daging ikan terkontaminasi Fe (537,53ppm), Cu (47,69ppm), Zn (942,53ppm), As (11,58ppm) dan Pb (13,07ppm). Air kolam tercemar oleh Fe, Zn, As dan Pb serta terkontaminasi Cu. Terjadi biokonsentrasi pada daging ikan, yakni Fe (658,33), Cu (4541,90), Zn (17357,83), As (9,94) dan Pb (142,53). Nilai Target Hazard Quotient (THQ) pada anak untuk semua logam berat >1, sedang pada dewasa yang mempunyai nilai THQ>1 adalah Zn, As, dan Pb. Nilai Hazard Index (HI)>1 pada anak dan dewasa sehingga konsumsi ikan berisiko memunculkan penyakit degeneratif non kanker. Konsumsi daging ikan berisiko memunculkan penyakit kanker, pada dewasa, yaitu rendah-sedang, sedangkan pada anak sedang-tinggi. Konsumsi harian ikan columbia catfish yang aman untuk anak 0,004 g/hari dan dewasa 0,015 g/hari. Batas konsumsi maksimum untuk anak 0,026 kg/minggu dan dewasa 0,091 kg/minggu. Anak-anak jauh lebih rentan dibanding dewasa.