Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI PEMIKIRAN PENDIDIKAN PROFETIK FARID ESACK (Studi terhadap Buku Al-Qur’an, Liberalisme, Pluralisme, Membebaskan Yang Tertindas) Afwan, Fajar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mahasiswa RAUSHAN FIKR
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Farid Esack dikenal sebagai tokoh humanis Afrika Selatan yang gagasan dan pergerakannya memberikan sumbangsih dan perubahan besar bagi Afrika Selatan dalam hal memperjuangkan kemanusiaan. dari gagasan dan pergerakannya tersebut penulis mencoba untuk mencari nilai-nilai pendidikan profetik lewat karyanya yaitu buku yang berjudul “Al-Qur’an, Liberalisme, Pluralisme, Membebaskan yang Tertindas”. Penelitian ini difokuskan pada apa saja nilai-nilai pendidikan profetik yang terdapat pada buku “Al-Qur’an, Liberalisme, Pluralisme, Membebaskan yang Tertindas karya Farid Esack”. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library ressearch). Data- data diperoleh dari tulisan-tulisan yang berbicara tentang pendidikan profetik dari buku tersebut. selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan pendekatan content analysis. Nilai-nilai pendidikan profetik yang terdapat dalam buku “Al-Qur’an, Liberalisme, Pluralisme, Membebaskan yang Tertindas karya Farid Esack” antara lain terdapat tiga pilar, Transendensi: yaitu mengaitkan perilaku, tindakan, dan kejadian dengan ajaran kitab suci (Al-Qur’an). Liberasi: yaitu memihak rakyat kecil, menegakkan keadilan dan menghilangkan penindasan. Humanisasi: yaitu menjaga persaudaraan sesama meski berbeda agama, keyakinan, status sosial-ekonomi dan tradisi.
STUDI PEMIKIRAN PENDIDIKAN PROFETIK FARID ESACK (Studi terhadap Buku Al-Qur’an, Liberalisme, Pluralisme, Membebaskan Yang Tertindas) Afwan, Fajar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v9i1.4129

Abstract

Farid Esack dikenal sebagai tokoh humanis Afrika Selatan yang gagasan dan pergerakannya memberikan sumbangsih dan perubahan besar bagi Afrika Selatan dalam hal memperjuangkan kemanusiaan. dari gagasan dan pergerakannya tersebut penulis mencoba untuk mencari nilai-nilai pendidikan profetik lewat karyanya yaitu buku yang berjudul “Al-Qur’an, Liberalisme, Pluralisme, Membebaskan yang Tertindas”. Penelitian ini difokuskan pada apa saja nilai-nilai pendidikan profetik yang terdapat pada buku “Al-Qur’an, Liberalisme, Pluralisme, Membebaskan yang Tertindas karya Farid Esack”. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library ressearch). Data- data diperoleh dari tulisan-tulisan yang berbicara tentang pendidikan profetik dari buku tersebut. selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan pendekatan content analysis. Nilai-nilai pendidikan profetik yang terdapat dalam buku “Al-Qur’an, Liberalisme, Pluralisme, Membebaskan yang Tertindas karya Farid Esack” antara lain terdapat tiga pilar, Transendensi: yaitu mengaitkan perilaku, tindakan, dan kejadian dengan ajaran kitab suci (Al-Qur’an). Liberasi: yaitu memihak rakyat kecil, menegakkan keadilan dan menghilangkan penindasan. Humanisasi: yaitu menjaga persaudaraan sesama meski berbeda agama, keyakinan, status sosial-ekonomi dan tradisi.
Menimbang Ulang Teologi Pembebasan dalam Islam: Asghar Ali Engineer tentang Keadilan, Kesadaran Kritis, dan Pendidikan Afwan, Fajar; Iman, Muhammad Tamamul; Maharani , Aisyah Puan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v14i2.13549

Abstract

Islam, like other religions, encompasses two inseparable dimensions: the esoteric, which is transcendent and absolute, and the exoteric, which is structured, rational, and contextual. The challenge in contemporary reality lies in the predominance of normative, textual, and elitist approaches to religion, which often fail to adequately address the socio-cultural needs of humanity as a whole. This study seeks to advance a contextual theological approach within Islamic studies, an approach that bridges the transcendental values of religion with the lived realities of human existence. Employing a descriptive-qualitative method, supported by hermeneutical inquiry and critical analysis of religious texts in relation to their social contexts, the research demonstrates that a contextual theological perspective can reveal the humanistic dimensions of Islamic teachings that are frequently overlooked by purely doctrinal frameworks. The findings contribute positively to the development of Islamic studies that are more applicable and responsive to the challenges of the modern age. In this regard, the reconstruction of theological thought through a contextual approach emerges as an imperative in ensuring that Islam remains a religion of enduring relevance across time and place (salihun li kulli makanin wa zamani).