Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif fenomena kesenjangan kesempatan kerja (employment gap) antara struktur peluang kerja industri dan kesiapan sumber daya manusia di Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai lumbung industri nasional menghadapi dinamika ketenagakerjaan yang kompleks seiring dengan pertumbuhan investasi dan ekspansi sektor manufaktur. Meskipun industrialisasi berkembang pesat dan sektor manufaktur menjadi tulang punggung perekonomian daerah, tingkat pengangguran terbuka masih relatif tinggi, terutama pada lulusan pendidikan menengah kejuruan yang secara normatif dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis dokumen dan analisis kebijakan untuk menggambarkan kondisi faktual serta kerangka regulasi yang berlaku. Sumber data utama berasal dari Profil Ketenagakerjaan Kabupaten Karawang Tahun 2024 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik serta Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Ketenagakerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan kesempatan kerja tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan lapangan pekerjaan, melainkan oleh mismatch kompetensi antara kebutuhan industri manufaktur modern berbasis teknologi dan kualifikasi tenaga kerja lokal. Regulasi daerah telah mengatur prioritas penyerapan tenaga kerja lokal serta peningkatan kompetensi melalui pelatihan kerja, namun implementasinya belum sepenuhnya berbasis kebutuhan riil industri dan belum terintegrasi secara optimal dengan lembaga pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi kolaboratif dan berkelanjutan antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan sektor industri untuk memperkecil employment gap, meningkatkan kualitas serta daya saing tenaga kerja lokal, dan mendorong pembangunan ekonomi daerah yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.