Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Leadership and Aligning : Kepemimpinan Berbasis Al-Qur'an, Sebuah Tawaran Nurdi
CENDEKIA Vol. 6 No. 02 (2014): Cendekia October 2014
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.181 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v6i02.18

Abstract

Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan mulia yang mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggungjawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan, merupakan ungkapan yang mendudukkan posisi dalam organisasi pada posisi yang terpenting. Konsep kepemimpinan secara umum dan konsep kepemimpinan dalam Al-Qur’an ada perbedaaanya. Hal ini dapat dilihat dari pengertian kepemimpinan secara umum adalah suatu hubungan proses mempengaruhi yang terjadi dalam suatu komunitas yang diarahkan untuk tercapainya tujuan bersama. Sedangkan konsep kepemimpinan dalam Al-Qur’an yaitu khalifah, imam, dan uli al-Amri dengan segala syarat-syaratnya dinilai lebih komprehensif dalam memaknai sebuah kepemimpinan yang akhirnya akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang handal dan dapat membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia. Walaupun kedua konsep tersebut sama-sama menyentuh sisi materialisme dan sisi idealisme, namun konsep yang ditawarkan oleh Al-Qur’an lebih ditekankan pada aspek idealisme. Karena aspek idealisme merupakan kunci dari semua tingkah laku yang ada. Misalnya ikhlas, dari orang yang ikhlas tidak akan pernah ada penyelewengan karena orang yang ikhlas hanya berniat mencari ridla Allah semata.
Adaptation and Innovation of Pesantren in Facing the Challenges of the Global Millennial Era Nurdi; Nashrulloh; Habibi, Rohim
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2974

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) currently face dual challenges: maintaining traditional orthodoxy while responding to global technological disruption. This study aims to analyze resilience and adaptation strategies used by pesantren to bridge the values of student (santri) obedience with the characteristics of a critical digital generation. Employing a qualitative approach with a library research method, the data were analyzed descriptively to examine contemporary challenges within the Islamic education ecosystem. The results indicate that pesantren adaptation is manifested in four strategic domains: (1) Curriculum reconstruction through the integration of classical Islamic texts (turats) with scientific-technological literacy; (2) Strengthening digital literacy as a filter against radicalism and hoaxes; (3) Mainstreaming religious moderation (wasathiyyah) as a counter-narrative to extremism; and (4) Fostering economic independence based on sociopreneurship. This article concludes that the sustainability of pesantren depends on its ability to recontextualize values through the principle of al-muhafadhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah (preserving good old traditions while adopting better new ones). Supported by Law No. 18 of 2019, pesantren have the potential to transform into centers of Islamic civilization that are authentic yet globally relevant.