Djam'annuri, Djam'annuri
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Teologi Kitab Suci. Pergumulan Antara Monoteisme Abrahamik dan Doktrin Trinitas Djam'annuri, Djam'annuri
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1375.69 KB)

Abstract

Buku karangan Tom Jacobs, lmanuel: Perubahan dalam perumusan iman akan Yesus Kristus, dibahas pada Fakultas Teologi Universlfas Sanata Dharma pada tanggal 17 Juni 2000. Sebagai outsider, dekan Fakultas Ushuluddin menanggapi buku seorang alim-ulama terkemuka kistiani, sebagai sebuah pengembaraan intelektual, juga spiritual. Buku itu menjelajah pergumulan orang beriman kristiani, bagaimana "monoteisme Perjanjian Lama dapat didamaikan dengan wahyu Alkitab mengenai Allah sebagai Bapak, Anak, dan Roh Kudus". Pergumulan iman Abraham akan Allah yang Esa menghubungkan orang yahudi, orang kristiani, dan orang muslim bagaikan dalam satu pengharapan. Juga usaha teologi dewasa ini - dalam lingkungan orang lslam lebih dikonotasikan dengan llmu Kalam, yakni salah satu cara menghayati iman - mengaitkan orang muslim dengan orang kristiani dalam suatu pergumulan serupa. Teologi muslim dan teologi kristiani kini menghadapi pertanyaan, bagaimana sabda Allah menyapa manusia yang menghadapi problem sosial kekinian, problem kehidupan yang aktual dan konkret. Penanggap teologis yang outsider melihat perbedaan yang cukup signifikan antara teosentrik dalam teologi lslam di satu pihak dan kesan yang diberikan oleh teologi kristiani di lain pihak, yakni bahwa teologi itu begitu berkisar seputar tokoh Yesus Kristus, sedemikian rupa sehingga Bapa atau Allah sengaja atau tidak sengaja menjadi terkesampingkan. Selanjutnya, teologi muslim yang mengakui wahyu atau Firman Allah dalam bahasa yang pasti akan mempertanyakan: Bagaimana Allah dan manusia berkomunikasi sungguh kalau bahasa komunikasi hanya merupakan sebuah “metafora"?
Kontribusi Muslim Dalam Studi Agama-Agama Djam'annuri, Djam'annuri
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 1, No 1 (2002)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2002.%x

Abstract

Sejarah studi agama-agama sejak digulirkan pertama kali oleh Max Muller telah membentuk dua opini tentang agama-agama di dunia. Pertama, bahwa agama sebagai gejala non-empiris dapat didekati dengan paradigma-paradigma dari ilmu-ilmu sosial yang empiris. Kedua, terlepas dari berbagai penilaian tentang perkembangannya, ternyata kesan bahwa studi agama lahir, tumbuh dan berkembang di Barat (Eropa dan Amerika) masih menjadi image bagi kebanyakan orang, dengan standard penilaian yang juga Eurosentris. Artikel ini, selain menepi image tersebut, juga mencoba mengungkapkan paradigma sarjana-sarjana muslim dalam melakukan studi agama-agama. Sarjana-sarjana yang dijadikan pioneer diantaranya As-Shahrastani, Al-Biruni dan Ibn Hazm.
Revitalizing Student Activism for Strengthening Religious Moderation in Islamic Higher Education Institutions Habibah, Ummu; Djam'annuri, Djam'annuri; Mulyo, A. Mufrod Teguh
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 2 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i2.9525

Abstract

This study aims to analyze the implementation of strengthening religious moderation through student development at UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. The research uses a qualitative approach with a case study type in the 2021–2025 period. Data were obtained from primary sources in the form of interviews with leaders, lecturers, and students, as well as secondary sources in the form of institutional documents. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation, while data analysis used the Miles and Huberman model through reduction, presentation, and conclusion drawn. The results of the study showed that strengthening religious moderation was carried out through an integrated strategy based on three pillars, namely intracurricular, cocurricular, and extracurricular. This integration is reflected in the curriculum, thematic activities of the Religious Moderation House, and student activism through student organizations. These findings show that an integrated approach is effective in forming an inclusive and tolerant attitude of religiosity. This study concludes that integration-based student development is a key strategy in strengthening religious moderation, although it still requires further development to be widely adapted.