Lumintang, Danik Astuti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kepemimpinan Wanita Kristen: Suatu Sinergitas Antara Kesetaraan (Egalitarian) dengan Kemitraan (Partnership) Danik Astuti Lumintang
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v3i2.16

Abstract

 AbstractThe view that emphasizes the hierarchy and leadership of men is known as complementary. Complementary emphasizes that although men and women are equal before God. Men and women are created to fulfill different roles in relationships with one another. However, due to the advancement of civilization, and due to the awareness of the facts of social-political injustice against women, modern secular feminists (social-political) have emerged. This research reveals a synergy between equality and Christian women's leadership partnerships. Keywords: Complementary; Egalitarianism, Partnership, Women  AbstractPandangan yang menekankan hirarkhi dan kepemim-pinan kaum laki-laki dikenal dengan sebutan complementary. Complementary menekankan bahwa walaupun laki-laki dan perempuan setara di hadapan Allah. Laki-laki dan perempuan diciptakan untuk memenuhi peran yang berbeda dalam hubungan satu dengan yang lain. Namun, karena kemajuan peradaban, dan karena kesadaran fakta ketidakadilan sosial-politik terhadap kaum wanita, bangkitlah modern secular feminist (social-politic). Penelitian ini mengungkap suatu sinegitas antara kesetaraan dengan kemitraan kepemimpinan wanita Kristen. Kata Kunci: Komplementer; Egalitarianisme; Kemitraan; Perempuan
KEBANGKITAN TUBUH MENURUT I KORINTUS 15:25-58 DAN IMPLIKASI ETIS Danik Astuti Lumintang
Missio Ecclesiae Vol. 2 No. 1 (2013): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v2i1.25

Abstract

Kebangkitan tubuh atau orang mati dalam 1 Korintus 15:25-58 adalah misteri yang menjadi pokok bahasan hangat di sepanjang zaman. Hal ini dinyatakan sebagai misteri, karena masih menjadi perbincangan atau pertanyaan bagi banyak orang Kristen sendiri. Tidak sedikit orang Kristen yang memiliki doktrin yang benar, pengetahuan dan pemahaman yang cukup, namun doktrin atau pengetahuan dan pemahaman yang benar tersebut tidak nampak atau tidak tercermin pada sikap yang benar. Bahkan tidak sedikit orang Kristen yang bertanya, dengan tubuh apakah orang percaya dibangkitkan. Apakah dengan tubuh yang telah rusak, tubuh yang tercerai berai karena orang tersebut waktu meninggal mengalami kecelakaan, apakah benar tubuh itu yang dibangkitkan? dan apakah orang yang sudah meninggal, pada saat tubuh dibangkitkan, mereka dapat bertemu dengan keluarganya, seorang suami dapat bertemu dan melihat istrinya dengan tubuh yang dahulu dia lihat ataukah sebaliknya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut hingga kini masih menjadi misteri bagi banyak orang, mereka belum mendapatkan jawaban yang benar. Karena itulah penulis ingin memberikan jawaban yang benar mengenai kebangkitan tubuh atau orang mati menurut surat 1 Korintus 15:25-58.
KEBANGKITAN ORANG MATI MENURUT I KORINTUS 15:12-34 DAN IMPLIKASI ETISNYA BAGI ORANG PERCAYA Danik Astuti Lumintang
Missio Ecclesiae Vol. 3 No. 1 (2014): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v3i1.36

Abstract

Doktrin kebangkitan merupakan dasar atau sentral pemberitaan dari iman kristen, karena itu, doktrin kebangkitan merupakan keunikan Kristen yang tiada tandingnya. Memang, doktrin kebangkitan orang mati bukanlah monopoli agama Kristen, karena agama-agama dan aliran lain, misalnya: agama Islam, Hindu, Budha dan aliran kebatinan, serta agama Suku memiliki konsep masing-masing.1 Yang jelas, bahwa doktrin Kristen mengenai kebangkitan berbeda sama sekali dengan doktrin kebangkitan agama-agama lain, aliran-aliran kepercayaan bahkan pandangan filsafat. Kesamaan yang ada hanyalah kesamaan istilah, sedangkan sumber dan konsepnya berbeda. Tetapi karena tulisan ini bukanlah studi perbandingan agama, maka perbedaan konsep ini tidak akan dibahas lebih lanjut. Doktrin kebangkitan menurut ajaran kristiani adalah doktrin yang unik, karena Alkitab yang adalah sumber dogma menyatakan bahwa kebangkitan orang percaya (Gereja) adalah kebangkitan tubuh. Tidak ditemukan di dalam ajaran lain mana pun juga. Kebangkitan Kristus yang menjadi dasar kebangkitan orang percaya adalah unik. Kendatipun demikian di kalangan Kristen sendiri masih menjadi pokok perdebatan yang seru, antara dongeng dan fakta, antara spiritual dan jasmaniah, antara bohong dan benar. Perdebatan ini sesungguhnya sudah dimulai sejak zaman Tuhan Yesus.2 Hal ini disebabkan oleh karena perbedaan pandangan atau konsep di antara orang Kristen sendiri. Perbedaan-perbedaan yang ada ini disebabkan oleh perbedaan hermeneutika yang dipakai, dan perbedaan latar belakang yang mempengaruhi masing-masing pandangan tersebut, bahkan perbedaan konteks zaman dan tempat dimana doktrin itu dibicarakan atau diajarkan. Karena itu, penulis sengaja membahas lagi topik kebangkitan orang mati ini dalam 1Korintus 15:12-58 untuk menggali kebenaran alkitabiah mengenai doktrin ini, sekaligus menemukan implikasinya etisnya bagi kehidupan orang percaya (Gereja).