Samsuri, Suriadi Adi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER Samsuri, Suriadi adi
At-Turost : Journal of Islamic Studies Vol 9 No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/at.v9i1.92

Abstract

Pelaksanaan pengembangan kurikulum berbasis pendidikan karakter diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran, pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar, kegiatan ko-kurikuler dan ekstrakurikuler serta kegiatan keseharian di rumah dan masyarakat. Pada konteks yang sama, secara lebih luas perencanaan pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa dirumuskan melalui tiga program, yaitu: program pengembangan diri; pengintegrasian dalam mata pelajaran; dan budaya sekolah. Dari program tersebut, terdapat beberapa aspek yang mesti diperhatikan dalam proses pelaksanaannya. 1) Pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengukir karakter (akhlak) melalui proses knowing the good, loving the good, acting or doing the good yaitu proses melibatkan aspek kognitif, emosi dan fisik sehingga akhlak mulia bisa terukir menjadi habit of the mind, heart dan hands. Merupakan proses yang dilakukan untuk membentuk kepribadian peserta didik menuju perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan sehingga menjadi kebiasaan tertanam dalam kehidupannya, 2) Pendidikan karakter maupun pengembangan kurikulum berbasis karakter pada prinsipnya memiliki landasan yang cukup jelas, baik ditinjau dari landasan preskriptif (ideal) maupun deskriptif (logis-empiris), 3) Pengembangan kurikulum berbasis karakter setidaknya memiliki dua makna, yakni kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, pengembangan kurikulum berbasis karakter meliputi internalisasi nilai-nilai karakter ke dalam kegiatan pembelajaran, pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar, kegiatan ko-kurikuler dan ekstra kurikuler serta kegiatan keseharian dalam masyarakat. Secara kualitatif, semua peristiwa baik di sekolah atau di masyarakat yang memberikan pengaruh pada perubahan kepribadian meliputi sikap, pengetahuan dan pengalaman subyek didik ke arah yang lebih baik.
BERPOLIGAMI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN ULAMA Samsuri, Suriadi adi
Raheema Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/raheema.v10i1.1803

Abstract

Poligami adalah perkawinan seorang suami dengan lebih dari seorang istri dalam waktu yang bersamaan. Lawan dari poligami adalah monogami. Dalam perspektif hukum Islam, poligami dibatasi sampai maksimal empat orang isteri. Ada dua ayat pokok yang dapat dijadikan acuan dilakukannya poligami, yakni QS. al-Nisa’ (4): 3 dan QS. al-Nisa’ (4): 129. Poligami sudah berjalan seiring perjalanan sejarah umat manusia, sehingga poligami bukanlah suatu trend baru yang muncul tiba-tiba saja. Para ulama berbeda pendapat mengenai ketentuan dan hukum poligami. Di antara mereka ada yang menyetujui poligami dengan persyaratan yang agak longgar dan ada yang mempersyaratkannya dengan ketat. Di antara mereka juga ada yang melarang poligami, kecuali karena terpaksa (sebagai rukhshah) dalam kondisi-kondisi tertentu. Yang pasti hukum Islam tidak melarang poligami secara mutlak (haram) dan juga tidak menganjurkan secara mutlak (wajib). Hukum Islam mengatur masalah poligami bagi orang-orang yang memang memenuhi syarat untuk melakukannya. Pelaksanaan poligami, menurut hukum Islam, harus didasari oleh terpenuhinya keadilan dan kemaslahatan di antara pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Namun, kenyataannya banyak praktik poligami yang tidak mengindahkan ketentuan hukum Islam tersebut, sehingga masih jauh dari yang diharapkan.