Yasin, Muhammad
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan Jalan P. Batur Barat No. 4 Kotak Pos 1018 dan 1032, Banjarbaru 70711, Indonesia Telp. (0511) 4772346, Faks. (0511) 4781810

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROSPEK PENGEMBANGAN INTEGRASI SAWIT-SAPI DI KALIMANTAN SELATAN Suryana, Suryana; Yasin, Muhammad
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 34, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v34n1.2015.p9-18

Abstract

Luas perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan pada tahun 2013 mencapai 343.749 ha, terdiri atas perkebunan rakyat 59.618 ha (15,95%), perkebunan besar negara 4.906 ha (1,38%), dan perkebunan besar swasta 279.015 ha (87,68%). Dari luas tersebut, terbuka peluang pengembangan ternak sapi potong secara terintegrasi dengan memanfaatkan hijauan berupa rumput dan legum penutup tanah, limbah kebun seperti pelepah sawit, dan limbah pengolahan crude palm oil (CPO) sebagai sumber pakan. Populasi sapi potong di Kalimantan Selatan pada tahun 2013 mencapai 135.900 ekor, dengan pola pemeliharaan secara tradisional dan semiintensif. Produktivitas sapi potong tergolong rendah, antara lain karena biaya pakan yang tinggi dan efisiensi reproduksi yang rendah. Perbaikan produktivitas sapi potong dapat dilakukan melalui pemeliharaan secara terintegrasi dengan perkebunan kelapa sawit untuk memenuhi kebutuhan pakan. Sementara kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai biogas dan pupuk organik/kompos untuk memperbaiki struktur dan tekstur tanah sehingga produktivitas kelapa sawit meningkat. Perbaikan manajemen pemeliharaan sapi potong yang meliputi pemilihan bibit, perkandangan, pemberian pakan yang berkualitas, sistem perkawinan, pemeliharaan pedet dan bakalan, pengendalian penyakit disertai penguatan kelembagaan kelompok tani/ternak atau gabungan kelompok tani/ternak (gapoknak) diharapkan mampu membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.