Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Bitcoin sebagai Mata Uang Perdagangan Internasional: Dampaknya terhadap Hegemoni Dolar AS dan Struktur Keuangan Global Firdaus, Fauzi; Maharani Hana Maleeka; Nayla Dwi Alperina; Widia Sri Meidiva
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Siber Multi Disiplin (Oktober - Desember 2025)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v3i3.561

Abstract

Sistem keuangan global menghadapi transisi akibat inovasi digital, namun dominasi dolar Amerika Serikat masih bertahan kuat, didukung oleh stabilitas institusional, kedalaman pasar, dan pengaruh geopolitik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi dominasi dolar, menganalisis peluang serta hambatan Bitcoin dalam perdagangan internasional, dan memahami pengaruh digitalisasi finansial dan geopolitik terhadap tatanan moneter. Objek riset utama adalah persaingan antara dolar Amerika Serikat dan Bitcoin, ditambah perkembangan mata uang digital bank sentral. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan data sekunder berupa artikel ilmiah dan laporan resmi, studi ini menemukan bahwa meskipun Bitcoin menawarkan keunggulan efisiensi biaya dan kecepatan yang menarik pada level mikro bahkan sebagai jalur alternatif menghindari sanksi ia gagal menantang dominasi dolar secara sistemik karena volatilitas harga yang ekstrem dan fragmentasi regulasi global. Sementara itu, dorongan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar dari negara-negara besar dan pengembangan mata uang digital bank sentral menunjukkan persaingan mata uang global yang semakin beragam, meskipun inersia struktural dolar tetap menjadi penghalang terbesar bagi perubahan tatanan tersebut.  
Investasi China Di Asean Pasca Perang Dagang: Akselerasi Industrialisasi Atau Konsolidasi Ketergantungan Asimetris? Firdaus, Fauzi; Manao, Hosea Immanuel; Batubara, Imel Amanda Maharani; Hasan, Nabila Fathia; Manik, Septania Lowisten
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i1.658

Abstract

Penelitian ini membahas peningkatan investasi Tiongkok di kawasan ASEAN setelah terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok pada tahun 2018. Fokus utama penelitian ini adalah untuk melihat apakah peningkatan investasi tersebut mendorong proses industrialisasi di ASEAN atau justru memperkuat ketergantungan ekonomi yang tidak seimbang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder, seperti buku, artikel ilmiah, dan laporan resmi. Analisis dilakukan dengan melihat perubahan aliran investasi, perpindahan lokasi produksi, serta peran kerja sama ekonomi regional seperti ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan investasi Tiongkok belum sepenuhnya mendorong perkembangan industri yang kuat di negara-negara ASEAN. Sebaliknya, yang terjadi lebih banyak berupa pemindahan kegiatan produksi tanpa diikuti oleh transfer teknologi yang berarti. Selain itu, hubungan perdagangan yang tidak seimbang juga menunjukkan bahwa negara-negara ASEAN masih bergantung pada Tiongkok. Oleh karena itu, fenomena ini lebih mengarah pada meningkatnya ketergantungan ekonomi dibandingkan dengan percepatan industrialisasi yang berkelanjutan.