Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Melalui Modeling Dengan Bermain Peran Sahabat Nabi Rahmawati, Peni
Borneo Journal of Primary Education Vol 4 No 2 (2024): Borneo Journal of Primary Education, 4(2), 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjpe.v4i2.4038

Abstract

Sekolah Dasar adalah jenjang awal wajib belajar dari negara. Dalam jenjang sekolah dasar anak mendapat pendidikan lebih kompleks dibanding ketika berada di rumah dan jenjang taman kanak-kanak. Anak dituntut untuk mampu menyerap pendidikan akademis, sekaligus memupuk sikap dan karakter baik. Salah satunya mampu mengembangkan sikap empati, baik terhadap lingkungan kelas, maupun lingkungan luar sekolah. Berbagai strategi bisa dilakukan guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan anak, baik berupa pretasi akademis, maupun cerdas secara emosional. Metode role model akan menjadi strategi taktis guru dalam memupuk sikap dan karakter baik bagi anak. Ketertarikan anak pada permainan online dan lingkungan yang kurang kondusif akan menjadi tantangan berat. Dibutuhkan lebih dari sekedar role model yang setiap hari berhadapan langsung dengan anak. Mengadaptasi penokohan animasi yang mampu menarik simpati anak dan membekas lama, guru bisa menciptakan suasana dimana anak bisa terlibat langsung dengan penokohan yaitu dengan cara bermain peran. Anak dipaksa lepas dari gadget dan lebih fokus menyelesaikan tugas bermain perannya. Dalam hal ini strategi yang guru ambil adalah dengan bermain peran tokoh dari sejarah Islam. Banyak tokoh sahabat Nabi yang bisa dijadikan peran utama dalam pola role playing. Tujuan utama nya adalah agar anak diajak terlibat langsung sebagai pemeran utama dalam bermain seni peran sehingga akan lebih membekas dan mengambil manfaat lebih banyak manfaat dari kegiatan yang berlangsung.
Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Melalui Modeling Dengan Bermain Peran Sahabat Nabi Rahmawati, Peni
Borneo Journal of Primary Education Vol 4 No 2 (2024): Borneo Journal of Primary Education, 4(2), Juni 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjpe.v4i3.5764

Abstract

Sekolah Dasar adalah jenjang awal wajib belajar dari negara. Dalam jenjang sekolah dasar anak mendapat pendidikan lebih kompleks dibanding ketika berada di rumah dan jenjang taman kanak-kanak. Anak dituntut untuk mampu menyerap pendidikan akademis, sekaligus memupuk sikap dan karakter baik. Salah satunya mampu mengembangkan sikap empati, baik terhadap lingkungan kelas, maupun lingkungan luar sekolah. Berbagai strategi bisa dilakukan guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan anak, baik berupa pretasi akademis, maupun cerdas secara emosional. Metode role model akan menjadi strategi taktis guru dalam memupuk sikap dan karakter baik bagi anak. Ketertarikan anak pada permainan online dan lingkungan yang kurang kondusif akan menjadi tantangan berat. Dibutuhkan lebih dari sekedar role model yang setiap hari berhadapan langsung dengan anak. Mengadaptasi penokohan animasi yang mampu menarik simpati anak dan membekas lama, guru bisa menciptakan suasana dimana anak bisa terlibat langsung dengan penokohan yaitu dengan cara bermain peran. Anak dipaksa lepas dari gadget dan lebih fokus menyelesaikan tugas bermain perannya. Dalam hal ini strategi yang guru ambil adalah dengan bermain peran tokoh dari sejarah Islam. Banyak tokoh sahabat Nabi yang bisa dijadikan peran utama dalam pola role playing. Tujuan utama nya adalah agar anak diajak terlibat langsung sebagai pemeran utama dalam bermain seni peran sehingga akan lebih membekas dan mengambil manfaat lebih banyak manfaat dari kegiatan yang berlangsung.