Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN RIWAYAT SAKIT DAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN WASTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN Mukaromah, Hanifatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42025

Abstract

Wasting adalah kondisi berat badan balita yang kurang menurut tinggi badannya. Faktor utama terjadinya wasting adalah zat gizi yang masuk kurang dari zat gizi yang diperlukan dalam jangka waktu yang singkat. Beberapa faktor tidak langsung terjadinya wasting antara lain adalah riwayat sakit dan riwayat paparan asap rokok. Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa prevalensi balita wasting di Indonesia sebesar 6,4% dan severely wasting sebesar 2,1%. Berdasarkan kelompok usianya, prevalensi wasting di Indonesia untuk rentang usia 24-35 bulan sebesar 6,3%, usia 36-47 bulan sebesar 6,1%, dan usia 48-59 bulan sebesar 6,3%. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan riwayat sakit dan paparan asap rokok dengan kejadian wasting pada balita usia 24-59 bulan. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain penelitian case control. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 22 balita berstatus gizi normal dan 22 balita berstatus gizi kurang dan buruk usia 24-59 bulan yang berdomisili diwilayah kerja Puskesmas Tanon. Data yang telah didapatkan, diolah menggunakan uji chi-square. Dalam penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara durasi sakit (p=0,016), frekuensi sakit dalam 3 bulan (p=0,028), frekuensi paparan asap rokok (p=0,014). Selain itu, tidak terdapat hubungan antara usia (p=0,721), jenis kelamin (p=1,00), dan anggota keluarga perokok aktif (p=0,280). Dari hasil penilitian dapat disimpulkan bahwa durasi sakit, frekuensi sakit, dan frekuensi paparan asap rokok memiliki hubungan signifikan dengan kejadian wasting pada balita usia 24-59 bulan