Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KREDIT DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CREDITRISK+ DI SMALL MEDIUM ENTERPRISE Andrey Carver; Ferdinand Dehoutman Saragih
Inovbiz: Jurnal Inovasi Bisnis Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.127 KB) | DOI: 10.35314/inovbiz.v7i1.944

Abstract

Fungsi utama dari perbankan di Indonesia adalah menyalurkan dana kepada masyarakat berupa kredit. Dalam menjalakan fungsi tersebut perbankan haruslah mengambil risiko untuk mempertahankan keuntungan mereka dan untuk memenuhi peran mereka dalam perekonomian. Salah satu yang perlu dilakukan oleh bank adalah untuk mengatur manajemen risiko tersebut dimana berfungsi untuk sebagai penyangga terhadap kemungkinan terjadinya kerugian. Kredit SME merupakan salah satu segmen kredit yang sangat kompleks, hal ini dikerenakan banyaknya faktor yang mempengaruhi kredit tersebut menjadi default.Hingga saat ini, model yang sering digunakan untuk mengukur risiko kredit adalah dengan menggunakan Metode Standardized Approach yang mengacu pada ketentuan Bassel II. Studi literatur dalam tulisan ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model CreditRisk+ dapat membantu optimalisasi manajemen risiko kredit terutama dalam pencadangan modal yang harus ditetapkan oleh perbankan di Indonesia
ANALISIS BUDAYA ORGANISASI PADA PERUSAHAAN APM OTOMOTIF DI INDONESIA (STUDI KASUS PADA PT. XYZ) Pebri Tutur Srihadi; Ferdinand Dehoutman Saragih
Inovbiz: Jurnal Inovasi Bisnis Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.798 KB) | DOI: 10.35314/inovbiz.v7i1.909

Abstract

This study aims to understand the organizational culture in one of the automotive companies in Indonesia as well as to study the level of readiness of the company in the application of organizational culture to face the highly competitive automotive business in Indonesia. Organizational culture that represents a set of value, trust and shared meaning that is applied intensively and institutionalizes will provide collective benefits that can make the organizational culture strong which will give of success to the company where success of organization depend on organizational culture because organizational culture is the most important construct in building and maintaining a company's success.This study discusses the mapping of organizational culture in one of the automotive companies in Indonesia based on the Denison cultural organization model that has four dimensions, namely mission, consistency, involvement and adaptability. The sample of 174 aimed at employees in all divisions and in all hierarchy in the company.The results of the study show that the company has a strong culture in each division of work and hierarchical companies. The company has a model that fits the four-dimensional model of Denison's Corporate culture, making the company consider having capabilities that are in line with competition in the automotive industry in Indonesia.
ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN SOSIAL (SOCIAL DISCLOSURE) DALAM LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN Verisa Margret Subara; Ferdinand Dehoutman Saragih
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.008 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, ukuran dewan komisaris, dan tipe industri perusahaan terhadap pengungkapan sosial perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2015. Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan didasari atas indikator-indikator GRI yang dilihat melalui annual report perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur industri dan bahan kimia. Terdapat 77 sampel perusahaan yang akan dihitung. Teknik analisis data dilakukan dengan melakukan pengujian asumsi klasik dan pengujian hipotesis yang menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa profitabilitas, leverage, dan ukuran dewan komisaris berpengaruh positif signifikan, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh positif namun tidak signifikan, dan tipe industri berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility perusahaan.