Matali, Matali
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROBLEMATIKA ANAK PUTUS SEKOLAH DI KELAYAN A KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN KOTA BANJARMASIN (Studi Kasus Terhadap Rumah Tangga Yang Memiliki Anak Putus Sekolah) Matali, Matali
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 1 (2017): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v7i1.1793

Abstract

Probelamtika anak putus sekolah di Kelayan A Kecamatan Banjarmasin SelatanKota Banjarmasin disebabkan oleh beberapa hal yaitu:Lemahnya ekonomi keluarga.Kurangnyaminat anak untuk bersekolah. Kondisi lingkungan tempat tinggal yang tidak menunjang.Pandangan masyarakat yang tidak menganggap penting terhadap pendidikan. Kurangnyaperhatian orang tua terhadap pendidikan anak.Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi anak putus sekolah dalam usia wajibbelajar adalah:Memperbaiki ekonomi masyarakat dengan program keluarga berencana,memberikan keterampilan pekerjaan/usaha, memberikan bimbingan dan penyuluhan kepadapetani dan pekerja.Memperbaiki pendangan masyarakat terhadap pendidikan denganmengadakan ceramah melalui rapat desa dan ceramah pada mejelis taklim.Mengikutsertakandalam sekolah lanjutan tingkat menengah atau Program Paket B setara SLTP.Kata Kunci : Problematika, anak dan putus serta sekolah
CULTUURSTELSEL DI UJUNG TIMUR PULAU JAWA: STUDI KASUS PENERAPAN TANAM PAKSA DI BANYUWANGI Matali, Matali
JURNAL SANGKALA Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v4i1.584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara historis penerapan Cultuurstelsel atau sistem tanam paksa di Kabupaten Banyuwangi pada masa kolonial Belanda, khususnya antara tahun 1830 hingga 1870. Fokus kajian diarahkan pada jenis tanaman yang diwajibkan, wilayah pelaksanaan sistem tanam paksa, serta dampaknya terhadap masyarakat dan lanskap sosial-ekonomi lokal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menelusuri dinamika lokal dari kebijakan kolonial yang bersifat nasional, guna memperkuat pemahaman sejarah agraria Indonesia secara kontekstual dan mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah dengan pendekatan studi dokumen. Sumber data utama diperoleh dari arsip kolonial, laporan pemerintahan Hindia Belanda, literatur sejarah, serta dokumen lokal yang relevan. Teknik analisis dilakukan melalui kritik sumber, interpretasi kontekstual, dan rekonstruksi historis berbasis pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cultuurstelsel di Banyuwangi diterapkan secara intensif melalui pemanfaatan wilayah pegunungan di Kalibaru, Giri, Glenmore, dan kaki Gunung Ijen untuk komoditas kopi, tebu, dan nila. Tanaman kopi menjadi komoditas utama yang ditanam di bawah pengawasan ketat pemerintah kolonial. Dampak sistem ini mencakup penurunan kesejahteraan petani lokal, pergeseran pola agraria, serta munculnya bentuk-bentuk resistensi kultural masyarakat. Selain itu, warisan fisik dari sistem ini masih dapat ditemukan dalam bentuk bangunan perkebunan, jalur distribusi, dan situs cagar budaya seperti Asrama Inggrisan dan Perkebunan Malangsari. Studi ini menegaskan pentingnya pelestarian warisan sejarah lokal sebagai bagian dari narasi besar kolonialisme di Indonesia