Kurniawati, Desi
STIKes Muhammadiyah Pringsewu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ORAL HYGIENE NORMAL SALINE VS AIR STERIL : MENGURANGI KERUSAKAN MEMBRAN MUKOSA ORAL Kurniawati, Desi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oral hygiene dapat membantu anak mengatasi masalah kerusakan membrane mukosa oral selama dirawat di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektifitas oral hygiene menggunakan NACL atau air steril untuk mencegah dan menurunkan derajat kerusakan membran mukosa oral. Desain penelitianan yang digunakan yaitu quasi experiment dengan pre-post test without control grup design dengan 32 responden dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan oral hygiene pada anak tidak ada perbedaan selisih yang signifikan antara kelompok oral hygiene menggunakan NACL dan yang menggunakan air steril pada kerusakan membrane mukosa oral. Namun secara , oral hygiene menggunakan NACL lebih efektif menurunkan kerusakan membrane mukosa oral. Hal ini dimungkinkan karena kondisi penyakit yang berbeda yang mempengaruhi kondisi pasien.Aboalizm, S., Kasemy, Z. (2016). Nurses knowledge, attitude and practice toward mounth hygiene among critical ill patients. International Journal of Novel Research in Healthcare and Nursing. Vol.3, Issue 3, pp: (1-15), Month: September-Desember 2016, ISSN 2394-7330. www.noveltyjournals.comBerry, A., Davidson, P., Masters, J., & Ollerton, R. (2010). Effects of three approaches to standardized oral hygiene to reduce bacterial colonization and ventilator associated pneumonia in mechanically ventilated patients: A randomised control trial. International Journal of Nursing Studies. Volume 48,Issue 6, June 2011, Pages 681-688. https://doi.org/10.1016/j.ijnurstu.2010. 11. 004Booker, S., Murff, S., Kitko, R, & Jablonski, L. (2013). Mouth care to reduce ventilator associated pneumonia. American Journal Nursing. Vol 13. No 10.Flaherty, K., Krohn, T., Kinlay, J., Scanion, P., Bynoe, G., & Sandora, T. (2015). Improving use of sterile water for oral care and tube flushes in pediatric intensive care unite. American Journal of Infection Control. 43. 518-573.Firouzian, A., & Khezri, H. (2014). A review of the common mouthwashes for oral care utilised by nurses in the critical intubated patients: A literature review of clinical effectiveness. International Journal of Caring Sciences. September-December 2014 Volume 7 Issue 3Harris, D.J., Eilers, J., Harriman, A., Cashavelly, B.J., & Maxwell, C. (2008). Putting Evidence Into Practice: Evidence-based interventions for the management of oral mucositis. Clinical Journal of Oncology Nursing, 12, 141–152. doi:10.1188/08. CJON.141-152Hashemi, A., Bahrololoumi, Z., Khaksar, Y., Saffarzadeh, N., Neamatzade, H., & Foroughi, E. (2015). Mouth-rinses for the prevention of chemotherapy induced oral mucositis in children: a systematic review. Iranian Journal of Pediatric Hematology Oncology Vo15.No2.Huang, Wu, Lin, Fan, Chang & Cheng (2017). The effectiveness of a saline mouth rinse regimen and education programme on radiation-induced oral mucositis and quality of life in oral cavity cancer patients: A randomized controlled trial. European Journal of Cancer Care. DOI: 10.1111/ecc.12819Jarrar, A., Nadeem, M., Sajid, M., Qureshi,  F, Stephen, L. (2014). Effect of an essential oil mouth rinse (Listerine) on interproximal plaque regrowth compared to chlorhexidine and sterile water: a randomized controlled, three periods cross-over, clinical trial. Pakistan Oral & Dental Journal. Vol 34, No.1Johnstone, L., Spence, D., & Koziol, J. 2016. Oral   hygiene   care   in   the   pediatric intensive care unit: practice recommendations. Pediatric Nursing. Vol.36/No.2Mathur, V., Dhilon, J., & Kalra, G. (2012). Oral health in children with leukemia. Indian journal of palliatif care. Vol;18(1): 12–18. doi: 10.4103/0973-1075.97343Potter & Perry. (2010). Fundamental of nursing, buku 2 edisi 7. Salemba Medika.Stefanescu, B., Hetu, C., Slaugther,   J., O’Shea.,  &  Shetty,  A.  (2013).  Apilot study of biotene oralbalance gel for oral care  in  mechanically  ventilated  preterm neonates.  Contemporary  Clinical  Trials 35, 33-39. http://dx.doi.org/10.1016/j.cct.2013.03.010. journal homepage: www.elsevier.com/locate/concl i n t r i a lTerezakis, Needleman, Kumar, Moles & Agudo. (2011). The impact of hospitalization on oral health: a systematic review. Journal Clin Periodontal. 38(7):628-36. doi: 10.1111/j.1600-051X.2011.01727.Trieger, N. (2018). Oral care in the intensive care unit. American Journal of Critical Care. Vol 13, No 1. Utami, A., Allenidekania, Hayati, H. (2017). Optimalisasi pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak kanker dengan mukositis melalui intervensi mengunyah permen karet dengan pendekatan model konservasi Levine di RSUP Dr. Ciptomangun Kusumo. Universitas Indonesia.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TALASEMIA DENGAN KEPATUHAN KELUARGA MEMBAWA ANAK MENJALANI TRANFUSI DARAH Oktaria, Vitayoni; Kurniawati, Desi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Pengetahuan Talasemia Dengan Kepatuhan Keluarga Membawa Anak Menjalani Tranfusi Darah. Thalassemia penyakit menahun yang diturunkan secara genetik, yang menyebabkan tubuh tidak dapat membentuk sel darah merah yang normal sehingga sel darah merah mudah rusak dan berumur kurang dari 120 hari sehingga mengakibatkan anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan keluarga membawa anak dengan thalassemia membawa terapi transfusi darah. Subyek penelitian ini adalah keluarga anak dengan Thalassemia di RSUD Pringsewu. Desain penelitian ini adalah studi korelasi, dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, jumlah sampel 58 responden, pengambilan data menggunakan kuisioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan yang kedua teknik observasi data dengan melihat data kunjungan keluarga anak penderita Talasemia melakukan transfusi darah. Hasil analisa data menggunakan chi square didapatkan adanya hubungan pengetahuan Thalassemia dengan kepatuhan keluarga membawa anak menjalani transfusi darah. Dalam melaksanakan perawatan kepada anak penderita Thalassemia, agar dilakukan secara menyeluruh kepada pasien anak Thalassemia dan kepada keluarga melalui pemberian edukasi, informasi, dukungan emosional sehingga kepatuhan keluarga untuk membawa anak untuk transfusi darah menjadi lebih maksimal.