Sari, Wahyu Sekar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Ekranisasi Pada Tokoh Kartini Dalam Novel Panggil Aku Kartini Saja Karya Pramoedya Ananta Toer dan Film “Kartini” Karya Hanung Bramantyo Sari, Wahyu Sekar
Kelasa Vol 17, No 1 (2022): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26490/kelasa.v14i2.1

Abstract

The purpose of this research are find out the changes in the process of ecranization and describe the causes of changes in the process of ecranization on Kartini figures from the novel Panggil Aku Kartini Saja by Pramoedya Ananta Toer into the film Kartini by Hanung Bramantyo. This type of research is a qualitative descriptive study. To find the differentialon Kartini’s characters in between noveland film, writer used a study of ecranization by Pamusuk Eneste theory. The results of this study indicate that there are events that are intentionally removed, added, and changed as needed in the film. Changes that occur in the process of ecranization from novel to film as much as eighteen shrinking, twelve additions and three changes in variation. Changes in the film occurs because filmmakers deliberately change the story for certain reasons. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan-perubahan pada proses ekranisasi dan mendeskripsikan penyebab perubahan pada proses ekranisasi pada tokoh Kartini dari novel Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer ke film “Kartini” karya Hanung Bramantyo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Untuk menemukan perubahan-perubahan penokohan tokoh Kartini pada novel dan film, penulis menggunakan kajian ekranisasi dengan memanfaatkan teori Pamusuk Eneste. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peristiwa yang sengaja dihilangkan, ditambahkan, dan diubah sesuai kebutuhan dalam film. Perubahan-perubahan yang ditemukan pada proses ekranisasi dari novel ke film sebanyak delapan belas penciutan, dua belas penambahan, dan tiga perubahan variasi. Perubahan dalam film terjadi karena sineas sengaja melakukan pengubahan cerita dengan alasan-alasan tertentu.
Kajian Ekranisasi Pada Tokoh Kartini Dalam Novel Panggil Aku Kartini Saja Karya Pramoedya Ananta Toer dan Film “Kartini” Karya Hanung Bramantyo Sari, Wahyu Sekar
Kelasa Vol 17, No 1 (2022): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26410/kelasa.v14i2.1

Abstract

The purpose of this research are find out the changes in the process of ecranization and describe the causes of changes in the process of ecranization on Kartini figures from the novel Panggil Aku Kartini Saja by Pramoedya Ananta Toer into the film Kartini by Hanung Bramantyo. This type of research is a qualitative descriptive study. To find the differentialon Kartini’s characters in between noveland film, writer used a study of ecranization by Pamusuk Eneste theory. The results of this study indicate that there are events that are intentionally removed, added, and changed as needed in the film. Changes that occur in the process of ecranization from novel to film as much as eighteen shrinking, twelve additions and three changes in variation. Changes in the film occurs because filmmakers deliberately change the story for certain reasons. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan-perubahan pada proses ekranisasi dan mendeskripsikan penyebab perubahan pada proses ekranisasi pada tokoh Kartini dari novel Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer ke film “Kartini” karya Hanung Bramantyo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Untuk menemukan perubahan-perubahan penokohan tokoh Kartini pada novel dan film, penulis menggunakan kajian ekranisasi dengan memanfaatkan teori Pamusuk Eneste. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peristiwa yang sengaja dihilangkan, ditambahkan, dan diubah sesuai kebutuhan dalam film. Perubahan-perubahan yang ditemukan pada proses ekranisasi dari novel ke film sebanyak delapan belas penciutan, dua belas penambahan, dan tiga perubahan variasi. Perubahan dalam film terjadi karena sineas sengaja melakukan pengubahan cerita dengan alasan-alasan tertentu.