Nursasari, Faradillah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POTENSI PENERAPAN TEKNIK ZERO WASTE PATTERN CUTTING PADA DESAIN KEBAYA Garlufi, Raisya; Nursasari, Faradillah
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebaya, a traditional clothing of Indonesia, is likely to contribute significant amount of pre-production waste, such as cutting waste. Today it is widely known that fashion is the second most polluting industry in the world after oil. It thus has encouraged fashion designers all over the world to find solution for the problem. One of the efforts that is considered effective is the zero waste pattern cutting technique. It is a clothing making technique with effective pattern placement so it does not produce much pre-production waste. This study aims to find the appropriate zero waste patterns cutting in kebaya design. One of applicable methods is the use of digital flat pattern technique on the baju kurung pattern, because this technique simplifies the process of laying pattern and calculating the waste. The basic pattern of the baju kurung is chosen because it has a geometric shape that can be utilized to streamline the use of fabric and minimize the pre-production waste.Keywords: Zero Waste Pattern, Modified Kebaya, Baju Kurung ________________________________________________________________ Kebaya sebagai pakaian nasional Indonesia yang akan terus digunakan dan dilestarikan, berpotensi menyumbang limbah pra-produksi yang cukup signifikan berupa potongan kain. Dewasa ini diketahui bahwa fesyen merupakan industri penghasil limbah terbesar kedua di dunia setelah minyak. Fenomena tersebut memicu para pelaku fesyen dunia untuk mencari upaya guna menanggulanginya, salah satu upaya yang dipandang efektif adalah teknik zero waste patern. Zero waste pattern adalah teknik membuat pakaian dengan penempatan pola yang efektif sehingga tidak banyak menghasilkan limbah pra-produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola zero waste yang tepat pada desain kebaya, dimana salah satu metode yang dapat diterapkan yaitu menggunakan teknik flat pattern digital dengan pola dasar baju kurung, sebab teknik flat pattern digital dapat memudahkan dalam peletakan pola dan perhitungan limbah. Pola dasar baju kurung dipilih karena memiliki bentuk geometris yang dapat dimanfaatkan untuk mengefektifkan kain dan meminimalisir limbah pra-produksi. Kata Kunci: Zero Waste Pattern, Kebaya Modifikasi, Baju Kurung
PERANCANGAN BUSANA ZERO WASTE DENGAN TEKNIK DRAPING PATTERN MAKING PADA POLA KIMONO Hervianti, Dian Fitrah; Nursasari, Faradillah
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to Timo Rissanen, a designer who focuses on zero-waste fashion, in his dissertation, every production process of clothing will generate 15% textile waste of the total fabric. The waste may damage the environment because fabric takes 20-50 years to decompose. There are several ways to reduce waste of clothing production, among others  is by implementing zero-waste production concept  which is divided into some techniques. First, pattern making technique that designs and places patterns effectively on fabric. Second, up-cycling technique that recycles waste. Thirdly, reconstruction that converts discarded materias into something new and useful. Based on Zero-waste concept, in the present study the author will design nice pieces of kimono that can be mixed and matched into several looks for different occasions, such as casual, semi-formal dan formal events. To minimize waste in the production process, the author implements zero-waste concept. The technique used is draping pattern making that designs a pattern directly on a mannequin. The main concept is to maximize sheet of fabric in making clothes and minimize the amount of production waste.Keywords: Zero Waste, Draping Pattern Making, Kimono, Mix and Match___________________________________________________________________ Menurut Timo Rissanen, seorang desainer yang fokus dalam pembuatan konsep zero waste, dalam disertasinya, setiap proses produksi pakaian akan menghasilkan 15% limbah dari total bahan yang dipergunakan. Limbah tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang dapat merusak lingkungan karena  kain membutuhkan waktu 20-50 tahun untuk dekomposisi. Terdapat beberapa cara untuk mengurangi limbah produksi busana, salah satunya dengan konsep produksi zero waste yang terbagi kedalam beberapa teknik. Pertama, teknik pattern making yang merancang dan menempatkan pola pada kain secara efektif. Kedua, teknik up-cycling yang mendaur ulang sisa limbah. Ketiga, teknik reconstruction yang membuat sesuatu yang baru dari barang yang sudah tidak terpakai. Berdasarkan konsep Zero Waste tersebut, dalam penelitian kali ini penulis akan merancang sebuah koleksi busana kimono yang terdiri dari sembilan pieces yang dapat dipadu-padankan menjadi beberapa look dengan fungsi yang berbeda sehingga dapat dipergunakan dari acara casual, semi-formal hingga formal. Untuk meminimalisir limbah, penulis menerapkan konsep zero waste. Teknik yang digunakan adalah draping pattern making yang merancang pola di atas manekin secara langsung. Konsep utamanya yaitu memaksimalkan lembaran kain untuk menciptakan busana sehingga dapat meminimalisir jumlah limbah produksi. Kata Kunci: Zero Waste, Draping Pattern Making, Kimono, Mix and Match
PENERAPAN TEKNIK ENGINEERED PRINTING PADA BUSANA DEMI COUTURE Mandagi, Mohamad Otto Ridwan; Nursasari, Faradillah
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technology of garment production has developed significantly. Today, designers are able to process clothing pattern digitally to make production process easier. Digital pattern making can be used to produce clothing with engineered printing. Engineered printing is a surface pattern design, which directly applies motif on the clothing pattern, so that when the printed fabric is sewn, its motif will be connected, and look seamless. It is potential to be applied on demi couture because high accuracy is required in using this technique (Bowles, 2012). The study is aimed to serve as a reference of engineered printing technique application for academics or designers who want to carry out an experiment with this technique. It uses qualitative method and data are collected through literature review, observation and experiment. The results of this study are three pieces of demi couture for women with engineered printing.Keywords: Engineered Printing, Clothing, Demi Couture________________________________________________________________ Perkembangan teknologi produksi busana saat sudah sangat berkembang. Desainer sudah dapat memproses pola secara digital untuk mempermudah proses produksi. Dalam pengaplikaiannya pembuatan pola secara digital dapat digunakan untuk menciptakan busana dengan aplikasi engineered printing. Aplikasi engineered printing adalah aplikasi imbuh printing motif dimana motif yang digunakan diaplikasikan secara langsung ke dalam pola busana, sehingga ketika hasil print yang berupa pola dijahit, motif yang dihasilkan akan tersambung dan terlihat seamless. Aplikasi engineered print memiliki potensi untuk diaplikasikan pada busana demi couture karena tingkat ketelitian tinggi yang diperlukan untuk mengaplikaikan teknik ini. Kajian ini dibuat dengan tujuan untuk memberi referensi aplikasi teknik engineered printing untuk kalangan akademis dan desainer yang ingin mencoba atau bereksperimen dengan teknik ini. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengandalkan data literatur, data hasil observasi, dan data eksperimen. Hasill dari eksperimen berupa 3 busana demi couture untuk wanita dengan aplikasi engineered print.Kata Kunci: Engineered Printing, Busana, Demi Couture