Siagian, Marissa Cory A.
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN SEBAGAI INSPIRASI PADA RANCANGAN PAKAIAN READY TO WEAR Prameswari, Mentari Widyani; Siagian, Marissa Cory A.
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Borneo rain forests have been known as the lungs of the world but now their sustainability is threatened by forest-fires which affect millions of people who experience respiratory problems due to burning smoke and dead animal or habitat loss. This research raises the phenomenon of Borneo rainforest-fires as inspiration in the design of ready-to-wear clothing by composing realist motif to represent the impact of forest-fires using engineering printing and beads embellishment to reinforce details. This resreach uses qualitative methods, including study of literature to obtain data and exploration of digital imaging as  development of visual composition of Borneo rainforest-fires, interviews and observations to understand more about the character of Borneo rainforests and its processing in fashion products. This research resulted designs of ready-to-wear clothing inspired by Borneo rainforest-fires through motifs and beads as an embellishment to reinforce details without covering the character’s motives. Therefore it can open the potential for natural phenomena as an inspiration in the development of fashion productsKeywords: Tropical Forest, Fire Forest, Embellishment, Digital Printing, Ready to Wear___________________________________________________________________ Hutan Kalimantan telah diakui sebagai paru-paru dunia namun kini kelestariannya terancam oleh pembakaran hutan yang berdampak pada jutaan orang yang mengalami gangguan pernafasan karena asap pembakaran dan hewan mati terpanggang atau kehilangan habitat. Penelitian ini mengangkat fenomena kebakaran hutan Kalimantan sebagai inspirasi dalam rancangan pakaian ready to wear dengan membuat komposisi motif realis untuk merepresentasikan dampak kebakaran hutan menggunakan teknik engineering printing dan memanfaatkan beads embellishment untuk mempertegas detail motif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu studi literatur untuk mendapatkan data kehutanan, teori desain serta eksplorasi digital imaging sebagai pengembangan komposisi visual kebakaran hutan Kalimantan, wawancara serta observasi untuk memahami lebih dalam karakter hutan Kalimantan dan pengolahannya dalam produk fesyen. Penelitian ini menghasilkan perancangan busana ready to wear yang terinspirasi dari kebakaran hutan Kalimantan melalui motif dan beads sebagai embellishment untuk mempertegas detail tanpa menutupi karakter motif, sehingga dapat menjadi potensi fenomena alam sebagai inspirasi dalam pengembangan produk fesyen.Kata Kunci: Hutan Tropis, Kebakaran Hutan, Embellishment, Digital Printing, Ready to Wear
PENGEMBANGAN KOMPOSISI DAN DESAIN APLIKASI RUFFLE PADA BUSANA WANITA Parafitasari, Filya Satya; Siagian, Marissa Cory A.
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In general, accessories used in clothing are ribbons, lace, sequins, and ruffle that involve manipulating fabric technique. This study focuses on the ruffle technique. The ruffle is a long piece of fabric gathered onto a shorter one, made from a single or double layer of fabric. In Indonesia, many designers and local brands have worked on the techniques of making ruffles, and yet its application is lacking. This phenomenon can be seen from the Indonesian designers’ collection of either ready to wear or haute couture over the past 5 years using ruffles only as accents. Besides, lack of diversity in material has hindered the improvement of ruffle styles and its application. The purposes of this study is first, to provide alternative composition and designs of the ruffle technique application to the prevailing ruffle designs; second, to explore the finest ruffle techniques in terms of functional and aesthetic aspects; and third, to produce women’s clothing with the application of ruffle techniques. The data of this study were collected through library research, observation, and exploration.Keywords: Manipulating fabric, Ruffle, Fashion application, Ready-to-Wear________________________________________________________________ Pada umumnya, aplikasi yang digunakan pada busana berupa pita, renda, payet, dan salah satu diantaranya menggunakan teknik manipulating fabric yaitu ruffle. Dalam kajian ini teknik yang diambil yaitu ruffle. Ruffle adalah sepotong kain yang panjang diambil dari arah serat serong lalu dikerut agar menimbulkan gelombang, dibuat dari selembar bahan atau dobel bahan. Di Indonesia designer dan brand lokal telah banyak yang mengolah teknik ruffle, namun pengaplikasian dari ruffle ini sendiri kurang maksimal. Hal ini dilihat dari koleksi desainer Indonesia selama 5 tahun terakhir yang menggunakan ruffle hanya sebagai aksen baik koleksi ready to wear maupun haute couture. Selain itu, pemilihan material yang kurang beragam membuat penggayaan aplikasi dari ruffle tidak dikembangkan secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah memberikan alternatif komposisi dan desain dari pengaplikasian teknik ruffle terhadap desain ruffle yang telah ada sebelumnya, menghasilkan eksplorasi teknik ruffle yang optimal dan baik dari segi fungsional dan estetika, dan menghasilkan busana wanita dengan aplikasi teknik ruffle. Metode penelitian yang digunakan untuk pengambilan data adalah dengan studi pustaka, observasi, dan eksplorasi.Kata Kunci: Manipulating Fabric, Ruffle, Aplikasi Busana, Ready to Wear
EKSPLORASI TEKNIK CROCHET METODE MIXED MATERIAL KAIN JALA DAN BENANG AKRILIK UNTUK COSTUME MUSIC PERFORMANCE Ardiningrum, Astrella Julieta; Putri, Liandra Khansa U.; Siagian, Marissa Cory A.
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknik crochet saat ini dapat diaplikasikan di berbagai jenis produk danmaterial. Crochet juga dapat menghasilkan produk yang fleksibel seperti aksesoris, pakaianready to wear, hingga busana panggung. Penelitian ini dilatarbelakangi karena terdapat potensidalam mengembangkan desain crochet dengan cara eksplorasi teknik crochet menggunakanmetode Mixed material. Metode ini diperlukan karena crochet telah terbukti dapat digunakansebagai alat dalam mengolah Mixed material berbahan kain jala dan benang akrilik. Pemilihanmaterial tersebut didasari oleh trend material tahun 2025 dan kesesuaian karakteristik antarmaterial. Berdasarkan hasil analisa karakteristik kain jala memiliki sifat ringan dan berlubangsedangkan benang akrilik memiliki sifat yang ringan, dan fleksibel. Kombinasi kedua bahan inimenghasilkan crochet yang kuat, tahan lama, dan tetap nyaman tanpa mengurangi karakteristikasli kain jala. Dengan proses eksplorasi, penelitian ini menggunakan metode kualitatif, bertujuanuntuk memberi alternatif desain busana untuk music performance dengan membuka peluangbaru dalam pengaplikasian eksplorasi teknik crochet.Kata Kunci: Crochet, Mixed Media, Benang akrilik, Kain Jala.
PENGEMBANGAN MATERIAL SISA PRODUKSI TEKSTIL SAUNG RAJUT MENGGUNAKAN TEKNIK WET FELTING DENGAN ALTERNATIF PEREKAT WATER SOLUBLE PADA PRODUK FASHION Nisa, Rana Azhaar Khairun; Putri, Liandra Khansa U.; Siagian, Marissa Cory A.
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tekstil dan fashion menghasilkan material sisa produksi dalam jumlahbesar, termasuk industri rajut seperti Saung Rajut di Bandung yang menghasilkan 3–5 kgsisa benang dan perca rajut setiap harinya. Material sisa ini umumnya hanya dijual kepengepul dan dimanfaatkan sebagai isian kasur, boneka, atau pengesat kaki, sehinggapemanfaatannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah material sisatersebut menggunakan teknik wet felting dengan perekat alternatif water soluble, sertamengaplikasikan unsur dan prinsip desain serta tren yang sesuai. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah kualitatif berupa studi literatur, observasi, wawancara, daneksplorasi. Material sisa diklasifikasikan, dikomposisikan, dan diproses menjadi lembarantekstil eksploratif yang memiliki struktur kuat, fleksibel, dan tampilan visual yang unik.Lembaran yang dihasilkan kemudian diaplikasikan pada busana artwear wanita denganmenonjolkan keindahan visual namun tetap mempertimbangkan fungsionalitas. Hasil inimenunjukkan bahwa teknik wet felting dengan perekat alternatif water soluble memilikipotensi untuk mengolah material sisa menjadi produk fashion yang lebih bernilai danbermanfaat.Kata Kunci: Material Sisa Produksi, Saung Rajut, Benang, Perca Rajut, Wet felting, Water soluble, Artwear.