Andi Indrawan, Karyadi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP TOTAL PLATE COUNT (TPC) MIKROBA TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK TEPUNG PISANG KEPOK GABLOK (Musa paradisiaca balbisiana) Andi Indrawan, Karyadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 27, Nomor 2 Agustus 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v27i2.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1).pengaruh pengemasan terhadap total plate count (TPC) terhadap tekstur, rasa, dan aroma tepung pisang kepok gablok. 2). pengaruh lama penyimpanan terhadap total plate count (TPC) terhadap tekstur, rasa dan aroma tepung pisang kepok gablok. 3). Jenis kemasan yang tepat (kain, plastik polyetilena/PE tipis plastik polyetilena/PE tebal), terhadap uji organolektif agar kualitas tepung pisang gablok tidak berubah. Metode penelitian dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang dilanjutkan uji DMRT, dengan 2 (dua) faktor yaitu jenis kemasan (A1 /kain, A2 /plastik PE 1 lapis dan A3 /plastik PE rangkap) dan lama simpan (B1 /0 hari, B2 /7 hari, B3 /14 hari, B4 /21 hari, B5 /28 hari, B6 /35 hari dan B7 /42 hari) masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak dua kali. Pengamatan yang dilakukan yaitu jumlah total mikroba dalam pisang selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penyimpanan pada perlakuan penggunaan jenis kemasan dapat diketahui bahwa penggunaan jenis kemasan (kain, plastik PE) tepung pisang selama penyimpanan menunjukkan pengaruh yang nyata (P0,05), terhadap jumlah mikroba. Penggunaan jenis kemasan (kain, plastik PE 1 lapis, plastik PE rangkap) tepung pisang yang dihasilkan menunjukan TPC yang dihasilkan dari perlakuan jenis kemasan terjadi penurunan. Perlakuan penggunaan jenis kemasan kain TPC sebesar 7,82 CFU/ gr, plastik PE 1 lapis (7,61 CFU/gr) dan plasik PE rangkap (7,49 CFU/gr). Penggunaan jenis kemasan (kain, plastik PE 1 lapis, plastik PE rangkap) terhadap uji organoleptik tepung pisang yang dihasilkan menunjukan: 1). Tekstur/kelekatan berturut-turut 3,77 (antara lekat dan kurang lekat), 3,78 (antara lekat dan kurang lekat), 3,98 (kurang lekat). 2). Aroma tertinggi sebesar 4,77 (antara kurang berbau apek dan tidak berbau apek) dan terendah sebesar 1,73 (sangat berbau apek). 3). skor organoleptik warna tertinggi sebesar 4,67 (antara sangat cerah dan sangat cerah sekali) terendah 2,20 (kurang cerah). Kata kunci: plastik polietilen (PE), total plate count(TPC), tepung pisang, pisang gablok
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KADAR AIR DAN SUSUT BOBOT TEPUNG PISANG KEPOK GABLOK (Musa paradisiaca balbisiana) andi Indrawan, Karyadi
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 27, Nomor 1 Pebruari 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v27i1.38

Abstract

Pisang merupakan bahan pangan yang umumnya tahan lama maka perlu diubah sebagai produk lain yaitu dibuat tepung pisang. Pengemasan yang digunakan didalam penelitian ini yaitu kain, plastik polietilen dan plastik polietilen (plastik PE) rangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan pengemas kain, plastik PE satu lapis dan plastik PE ranggkap untuk kemasan tepung pisang gablok terhadap kadar air, dansusut bobot selama penyimpanan. Metode penelitian dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang dilanjutkan uji DMRT, dengan 2 (dua) faktor yaitu jenis kemasan (A1 /kain, A2 /plastik PE 1 lapis dan A3 /plastik PE rangkap) dan lama simpan (B1 /0 hari, B2 /7 hari, B3 /14 hari, B4 /21 hari, B5 /28 hari, B6 /35 hari dan B7 /42 hari) masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak dua kali. Pengamatan yang dilakukan yaitu kadar air, susut bobot tepung pisang selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penyimpanan tepung pisang kepok gablok terjadi peningkatan kadar air, dan susut bobot. Pada perlakuan penggunaan jenis kemasan kain diperoleh rerata kadar air tertinggi (9,48 %), sedang tepung pisang dengan kemasan plastik PE 1 lapis dan PE rangkap masing-masing dengan ketebalan 0.005 mm diperoleh kadar air untuk kemasan PE 1 lapis (8.61 %), plastiik PE rangkap (8.35 %) yang telah memenuhi persyaratan kadar air agar mikroba tidak tumbuh, yaitu dibawah 14-15% dan telah memenuhi standar kadar air tepung pisang menurut SNI (01-4447-1998). Susut bobot tertinggi tepung pisang terjadi pada kemasan kantong kain (59,28 gr), sedangkan kemasan plastik 1 lapis dan plastik rangkap berturut-turut adalah (53,15 gr) dan (51,08 gr). Kemasan plastik PE 1 lapis dan plastik PE rangkap merupakan kemasan yang baik untuk mengemas tepung pisang karena kemasan tersebut lebih stabil dalam mempertahankan kadar air, dan susut bobot tepung pisang. Kata kunci: plastik polietilen, susut bobot, tepung pisang, pisang gablok