Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Bus Rapid Transit Trans Jateng Pada Koridor Purwokerto-Purbalingga Cremona Ayu Novita Sari; Besty Afriandini
Sainteks Vol 17, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v17i1.7222

Abstract

Bus Rapid Transit Trans Jateng Koridor Purwokerto-Purbalingga merupakan moda transportasi massal Dishub Jateng yang beroperasi pada tanggal 18 Agustus 2018. Diharapkan dengan adanya moda transportasi ini mampu mengurangi pertumbuhan kendaraan pribadi di Kota Purwokerto-Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini adalah unuk mengevaluasi kinerja BRT Trans Jateng Koridor Purwokerto-Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kinerja BRT sudah sesuai dengan standar yang ada. Penelitian dilakukan  pada hari Selasa dan Kamis mewakili hari kerja dan hari libur, dimulai pukul 06.00 sampai pukul 18.00. Standar yang digunakan yaitu World Bank dan SK Dirjen Perhubungan Darat Nomor 687 Tahun 2002. Dari hasil penelitian didapatkan load factor sebesar 70%, kecepatan perjalanan pada saat on peak 49,18 km/jam dan off peak sebesar 46.9 km/jam, waktu tempuh pada saat on peak selama 1 jam 05 menit sedangkan off peak sebesar 2 jam 8 menit, headway pada saat on peak selama 15 menit sedangkan pada saat off peak selama 20-25 menit, sedangkan indikator yang masih belum memenuhi SPM adalah jarak antar shelter sebesar 2640 meter. Untuk indikator yang tidak memenuhi standar maka dapat dilakukan dengan penambahan jumlah shelter agar jaraknya tidak terlalu jauh sehingga sesuai SPM.Kata kunci: Bus Rapid Transit Trans Jateng Koridor Purwokerto-Purbalingga, Standar Pelayanan Minimum,
Analisis Karakteristik Perilaku Perjalanan dan Willingness to Walk Penumpang BRT Trans Jateng (Purwokerto-Purbalingga) Cremona Ayu Novita Sari; Sulfah Anjarwati; Besty Afriandini
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 1 (2021): Proceedings of Smart Advancement on Engineering and Applied Science
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.259 KB) | DOI: 10.30595/pspfs.v1i.157

Abstract

The increasing need for transportation has prompted the government to provide public transportation to increase mobility and reduce the number of private vehicles. The Department of Transportation of Central Java Province has developed the Trans Jateng BRT (Bus Rapid Transit) mass transportation in the Barlingmascakeb area through activities to improve the Trans Jateng agglomeration transportation service. The BRT that has been operated in the Banyumas area is Corridor 1 on the Purwokerto-Purbalingga route. This study aimed to analyze the characteristics of travel behavior and passengers' willingness to walk. The sampling of the research was random sampling using a questionnaire as the main data collection tool. The results of the discussion of travel behavior in terms of the purpose of the trip were dominated by recreation/shopping and education. The majority of BRT users used public transportation as the mode used before switching to BRT, the connecting mode from home to shelter is dominated by feeders, while from destination to shelter is dominated by walking. The connection distance from the house and from the destination to the shelter is >400 meters. Thus, the majority of respondents came from a buffer range of 0-400 meters. Based on willingness to walk, some respondents walk up to a radius of >400 meters. It is necessary to add more shelter points if the distance between stopping points does not meet the standards and provide better shelter access, especially by walking or using other integrated public transportation.
ANALISA TINGKAT KECELAKAAN LALU LINTAS GUNA MENINGKATKAN KESELAMATAN JALAN DI KOTA YOGYAKARTA Cremona Ayu Novita Sari; Besty Afriandini
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2021): CIVENG VOLUME 2 NO.1 JANUARI 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.047 KB) | DOI: 10.30595/civeng.v2i1.9883

Abstract

Kecelakaan lalu lintas jalan di kota besar khususnya Kota Yogyakarta relatif cukup tinggi dari data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa terdapat peningkatan jumlah kecelakaan antara tahun 2018-2019 sebesar 32,15%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecelakaan sebagai indikator keselamatan jalan. Metode yang digunakan untuk menganalisa tingkat kecelakaan dengan mengukur angka kecelakaan. Selanjutnya melakukan analisis korelasi untuk mengetahui hubungan antar variabel yang berpengaruh terhadap tingkat kecelakaan berdasarkan populasi, panjang jalan dan indeks fatalitas. Hasil analisis menunjukan bahwa pada tahun 2018-2019 angka kecelakaan berdasarkan populasi mengalami peningkatan sebesar 30,79% dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata per tahun sebesar 1,18%. Angka kecelakaan berdasarkan panjang jalan tertinggi terjadi pada tahun 2015 yaitu sebesar 2,62 per km, severity index dan rasio fatalitas selama kurun waktu 3 tahun terakhir terus mengalami penurunan hingga sebesar 4% di tahun 2019. Berdasarkan analisis korelasi jumlah kecelakaan dan indeks fatalitas dipengaruhi oleh panjang jalan dengan interprestasi kuat dan signifikan. Dengan adanya peningkatan jumlah kecelakaan sedangkan indeks fatalitas mengalami penurunan selama kurun waktu 2017-2019 maka tingkat keselamatan lalu lintas jalan di Kota Yogyakarta mengalami peningkatan hal ini tidak lepas dari dukungan semua pihak bila perlu terus ditekan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
Sosialisasi Potensi Bencana Alam di Sekitar Desa Wisata Panembangan, Cilongok Cremona Ayu Novita Sari; Besty Afriandini; Irfauji Firman Hidayat; Imam Faisal Hamzah
Jurnal Pengabdian Teknik dan Sains (JPTS) Vol 4, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jpts.v4i2.20919

Abstract

ABSTRAKDesa Panembangan Kecamatan Cilongok tahun 2022 di tunjuk sebagai salah satunya di Indonesia yang merima Percontohan Program Smart Fisheries Village dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), maka menjadikan Desa Panembangan sebagai Desa wisata di Kecamatan Cilongok Banyumas dan juga suatu tarikan bagi masyarakan Banyumas maupun luar Banyumas. Disisi lain musim penghujan saat ini menjadikan kondisi tanah banyak mengandung air berlebih akibat air hujan sehingga tanah menjadi jenuh dan mudah terjadi longsor. Diperlukan pemahaman tentang penanggulangan bencana yang diharapkan masyarakat dapat ikut aktif berpartisipasi untuk mengurangi dampak bencana dengan melaksanakan mitigasi bencana seperti sosialisasi potensi bencana alam dan penaggulangan bencana. Dalam pemahaman tentang penaggulangan bencana alam perlu dilakukan suatu kegiatan sosialisasi pembekalan dan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat dilingkungan Kecamatan Cilongok maupun khususnya masyarakat sekitar wilayah wisata. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan komunikasi dua arah serta tanya jawab selama pelaksanaan kegiatan, dalam pelaksanaan diikuti oleh 19 peserta yang dihadiri juga perangkat Desa Panembangan. Mitra sangat puas dengan sosialisasi ini sehingga dapat meningkatkan pemahaman agar lebih bijak dalam menjaga alam serta memahami bagaimana mengurangi potensi terjadi bencana banjir, tanah longsor dan kebakaran. Selain itu masyarakat juga teredukasi tindakan apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana alam dan banjir juga telah dipahami masyarakat, sehingga tercipta masyarakat yang siap dan tanggap terhadap bencana alam.ABSTRACT            Panembangan Village in Cilongok Subdistrict in 2022 was appointed as one of the only villages in Indonesia to receive the Smart Fisheries Village Program Pilot from the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP), making Panembangan Village a tourist village in Cilongok Banyumas Subdistrict and also an attraction for the Banyumas community and outside Banyumas. On the other hand, the current rainy season makes the soil conditions contain a lot of excess water due to rainwater so that the soil becomes saturated and landslides easily occur. An understanding of disaster management is needed so that the community can actively participate in reducing the impact of disasters by carrying out disaster mitigation such as socializing the potential for natural disasters and disaster management. In understanding about natural disaster mitigation, it is necessary to conduct a socialization activity of provision and knowledge about disaster preparedness for the community in Cilongok Subdistrict and especially the community around the tourist area. Evaluation of the implementation of activities is carried out with two-way communication and questions and answers during the implementation of activities, in the implementation attended by 19 participants who were also attended by Panembangan Village apparatus. Partners are very satisfied with this socialization so that it can increase understanding to be wiser in protecting nature and understand how to reduce the potential for floods, landslides and fires. In addition, the community has also been educated on what actions to take when natural disasters and floods occur, so as to create a community that is ready and responsive to natural disasters.
Perjuangan Sehat di Dusun Gelangan: Demonstrasi MPASI Untuk Kesejahteraan Desa Pasuruhan Watumalang Wonosobo Irfauji Firman Hidayat; Aprilia Berlina Ferdiani; Bidari Sukma Rahmadani; Fadhilah Fathul Janah; Mutia Shafa Dhiya Rahmawati; Cremona Ayu Novita Sari; Juanita Juanita
Jurnal Pengabdian Teknik dan Sains (JPTS) Vol 4, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jpts.v4i2.22835

Abstract

ABSTRAKDusun Gelangan, yang terletak di Desa Pasuruhan, Wilayah Watumalang, Wonosobo, telah menjadi pusat perhatian dalam upaya memperjuangkan kesehatan anak-anak dan kesejahteraan masyarakatnya. Beberapa masyarakat mungkin memiliki pemahaman yang kuat tentang pentingnya nutrisi dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, sementara yang lain mungkin memiliki keyakinan atau praktik-tradisional yang berbeda yang dapat mempengaruhi pola makan anak-anak mereka. Selain itu, persepsi terhadap MPASI sebagai suatu konsep dan praktik juga dapat bervariasi. Beberapa orang tua mungkin sudah memiliki pengetahuan yang baik tentang MPASI dan mengikutinya dengan baik, sementara yang lain mungkin mengalami kesulitan dalam menerapkannya karena alasan budaya, ekonomi, atau sosial. melihat upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang gizi anak dan MPASI. Program-program pendidikan kesehatan, kampanye penyuluhan, serta kegiatan komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya gizi anak dan pemberian MPASI yang tepat dapat menjadi indikator sejauh mana masyarakat telah teredukasi.Dusun Gelangan memiliki potensi untuk memberikan dampak yang signifikan dalam jangka panjang. Namun, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan komitmen yang kuat dari semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, pemerintah daerah, lembaga kesehatan, dan mitra penelitian. Dengan demikian, kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa meskipun terdapat tantangan yang kompleks, ada juga peluang besar untuk meraih perubahan positif yang berkelanjutan dalam kesehatan dan kesejahteraan anak-anak melalui program MPASI di Dusun Gelangan. Dengan kerjasama dan dedikasi yang berkelanjutan, visi untuk sebuah komunitas yang sehat dan berkembang bisa menjadi kenyataan. ABSTRACTGelangan Hamlet, located in Pasuruhan Village, Watumalang Region, Wonosobo, has taken center stage in the fight for children's health and the well-being of its community. Some communities may have a strong understanding of the importance of nutrition in children's growth and development, while others may have different traditional beliefs or practices that may influence their children's diets. In addition, perceptions of MPASI as a concept and practice may also vary. Some parents may already have a good knowledge of complementary feeding and follow it well, while others may have difficulty in implementing it due to cultural, economic, or social reasons. look at the efforts that have been made to increase public awareness and knowledge about child nutrition and MPASI. Health education programs, extension campaigns, as well as community activities that aim to increase understanding of the importance of child nutrition and proper MPASI can be an indicator of the extent to which the community has been educated.Dusun Gelangan has the potential to make a significant impact in the long term. However, achieving this requires a strong commitment from all stakeholders, including the community, local government, health institutions and research partners. Thus, the conclusion of this discussion is that while there are complex challenges, there are also great opportunities to achieve sustainable positive change in children's health and well-being through MPASI program in Gelangan Hamlet. With continued cooperation and dedication, the vision for a healthy and thriving community can become a reality.
Analisa Tingkat Pelayanan Jalan Akibat Penutupan Palang Pintu Perlintasan Kereta Api Sari, Cremona Ayu Novita; Anjarwati, Sulfah
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 8 No. 1 Maret 2024: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v8i1.20938

Abstract

Perlintasasan sebidang antara jalan raya dan kereta api menjadi titik potensi kemacetan. Perlintasan kereta api tersebut salah satunya di Banyumas yang menghubungkan Stasiun Sumpiuh dan Stasiun Tambak dengan jalur ganda dengan frekuensi kereta api yang cukup tinggi untuk perjalanan kereta api lintas selatan. Selain itu, hambatan samping yang terjadi pada perlintasan sebidang kereta api juga menjadi penyebab kemacetan diruas Sumpiuh. Penelitian dilakukan dengan survei lapangan selama dua hari pada hari libur dan hari kerja. Analisis data didasarkan pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014. Data hasil survei meliputi survei geometrik jalan, volume lalu lintas, hambatan samping, kinerja jalan dan tingkat pelayan jalan. Berdasarkan hasil survey diperoleh volume kendaraan maksimum pada hari libur  jam puncak sore pukul 17.00 -18.00 WIB sebesar 2.698 skr/jam sedangkan pada hari kerja jam puncak pagi pukul 06.45-07.45 WIB sebesar 2.914 skr/jam. Kelas hambatan samping terjadi pada hari libur termasuk  tinggi (H) dan pada hari kerja sangat tinggi (VH). Derajat kejenuhan pada hari libur jam puncak sore bernilai 0,93 termasuk tingkat pelayanan jalan E dimana kondisi operasional arusnya tidak stabil dan kecepatan kadang terhenti dan pada hari kerja jam puncak pagi bernilai 1,05 termasuk tingkat pelayanan F dimana kondisi jalan tersebut terjadi antrian kendaraan yang panjang dengan kepadatan lalu lintas  yang tinggi.
Analisis Ruang Henti Khusus Kendaraan Sepeda Motor Pada Simpang Jalan Jendral Sudirman-Gatot Subroto Kabupaten Pemalang Anjarwati, Sulfah; Sari, Cremona Ayu Novita
Sistem dan Teknik Transportasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/stti.v1i1.2410

Abstract

Faktor penting untuk mencapai sistem prasarana transportasi darat yang baik adalah kemampuan dari suatu jalan dalam melayani arus lalu lintas, khususnya kemampuan dari suatu simpang sebagai salah satu bagian dari suatu sistem jalan secara   keseluruhan.   Sehingga   salah   satu   prasarana   yang   dibangun   oleh pemerintah adalah zona Ruang Henti Khusus (RHK) sesuai dengan surat edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 52/SE/M/2015 tentang Pedoman Perancangan Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor pada simpang bersinyal di kawasan   perkotaan. Untuk mengetahui jumlah kendaraan sepeda motor pada RHK  yang  akan  direncanakan,  maka aspek  pertama yang  harus diketahui  yaitu  luas  lengan  jalan  yang  akan  dibuat  RHK.  Jalan  Jenderal Sudirman - Gatot Subroto terletak di kabupaten pemalang,merupakan simpang yang cukup ramai karena dekat dengan pusat perbelanjaan.Tujuan dari penelitian ini   untuk   mengetahui   kinerja   simpang   tanpa   adanya   RHK,   serta   untuk mengetahui dimensi Ruang Henti Khusus (RHK) kendaraan sepeda motor yang sesuai dengan kondisi persimpangan tersebut.Dalam penelitian ini,perencanaan Ruang Henti Khusus (RHK) menggunakan metode PKJI2014,dan pedoman perencanaan  RHK  dari  Kementrian  PUPR  2015.  Dari  hasil  penelitian  di lapangan, kinerja simpang tanpa adanya RHK di peroleh derajat kejenuhan pendekat selatan (Jalan Gatot Subroto ke jalan sudirman) 0,287, sedangkan untuk pendekat timur (jalan jendral sudirman ke jalan jendral sudirman 0,313, pendekat barat 0,379 (jalan jendral sudirman ke jalan gatot subroto. Makan nilai derajat kejenuhan terhadap simpang yang di dapat sebesar <0,85 sebelum adanya RHK. Lalu untuk hasil rata rata jumlah sepeda motor yang terhenti pada  lampu merah maka perencanaan dimensi RHK rata rata penumpukan sepeda motor 15-20 unit.
Analisis Tingkat Kepuasan Penumpang Bus Efisiensi Terhadap Kualitas Dan Kenyamanan Rute Purwokerto-Yogyakarta Riyanto, Hanief Attalah Putra; Juanita, Juanita; Sari, Cremona Ayu Novita
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v5i2.10044

Abstract

AbstractIn general, one of the means of transportation that is still widely used by Indonesian people is the bus. The city of Purwokerto is the capital of Banyumas Regency, Central Java, which has a total area of 39.58 km². PO Efisiensi is a bus company originating from Kebumen, Central Java and is one of the intercity buses that is in great demand by the people of Purwokerto. Therefore, the author wants to analyze the level of service quality for passengers who use efficiency bus services in Purwokerto and what factors need to be improved to make passengers more comfortable. The method used in this research is Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) with data collection using the questionnaire method. This was carried out on 200 respondents and 30 questionnaires were tested on efficiency bus passengers, where the assessment used a Likert scale. The results of the analysis using the Importance Performance Analysis (IPA) method show that service performance on efficiency buses is in the Very Good/Very Satisfying category with a percentage of 98.94%. It can be said that the level of conformity to consumer expectations still needs to be improved. There are 3 attributes whose performance level of importance is still lacking, including Cleanliness. on the bus, the condition of the seat being comfortable to sit on, suitability of the route on the predetermined route. Public Transport Service Standards No.40 of 2015, 2020. The research results from the Customer Satisfaction Index (CSI) of 86.080% show that passenger satisfaction on the Purwokerto-Yogyakarta efficiency bus route is in the Very Good/Very Satisfying category regarding service performance on the Purwokerto-Yogyakarta efficiency bus route.Keywords: Importance Performance Analysis, Customer Satisfaction Index, Bus Passenger Expectations for Efficiency
Evaluasi Waktu Dan Biaya Menggunakan Earned Value Method (EVM) Pada Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tegal sentana, hanif sultonu; Suksmono, Arif Kurniawan; Sari, Cremona Ayu Novita
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol 2 No 1 (2024): September
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/pasak.v2i1.7886

Abstract

Pada pelaksanaan pekerjaan proyek tentu ada kendala yang harus dihadapi seperti kendala keterlambatan waktu ataupun anggaran. Tujuan adanya penelitian ini yaitu Mengetahui pekerjaan yang telah diselesaikan sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya dalam segi waktu dan juga biaya. Mengetahui efisiensi pembangunan gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tegal dalam hal waktu dan biaya. Memberikan gambaran atau perkiraan waktu dan biaya yang akan diperlukan pada saat proyek selesai. Pada penelitian ini menggunakan metode Erned Value Method (EVM). Pekerjaan mengalami keterlambatan waktu (Schedule Overrun) yang mana dibuktikan dari perhitungan schedule variance, diminggu ke-12 mengalami keterlambatan paling besar dibanding dengan minggu lainnya dengan nilai SV = - 19,170. Dan biaya yang dikeluarkan telah sesuai dengan pekerjaa yang sudah terlaksana, dimana nilai (cost variance) CV = (0) dari minggu ke-1 sampai dengan ke-12 (on budget). Nilai SPI yang diperoleh adalah kurang dari 1 yang berarti pekerjaan mengalami keterlambatan dari rencana. Sedangkan untuk nilai CPI yang diperoleh adalah 1 mulai dari awal hingga minggu ke-12, yang artinya biaya yang dikeluarkan telah efisisen atau sesuai dengan biaya yang dianggarkan. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa adalah 29 minggu. Dan juga waktu total yang diperlukan untuk pembangunan gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tegal diperlukan 41 minggu. Biaya yang akan diperlukan dalam pembangunan gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tegal adalah Rp14.440.857.043,20 untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa dan dari perhitungan yang telah dilakukan bahwa untuk total anggaran yang diperlukan dari awal hingga selesai proyek sebesar Rp17.604.575.263,87.
PENGENDALIAN RISIKO PADA PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH BANGUNAN PABRIK (STUDI KASUS PROYEK KONSTRUKSI SIPIL PABRIK AFI 3 TEGAL) Annafis, Hanan Fatur; Sari, Cremona Ayu Novita; Hidayat, Irfauji Firman
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/pasak.v3i1.9994

Abstract

Tingginya angka kecelakaan kerja pada sektor konstruksi, yang selalu mengalami peningkatan setiap tahun, Hal ini menunjukkan perlunya sistem pengendalian risiko yang efektif, khususnya pada pekerjaan struktur bawah yang memiliki potensi bahaya. Penelitian ini dilakukan pada proyek Konstruksi Sipil Pabrik AFI 3 Tegal dengan tujuan mengidentifikasi potensi kecelakaan kerja, analisis pengendalian risiko, dan menilai efektivitas pengawasan K3. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan, dengan analisis menggunakan Indeks Kepentingan Relatif (IKR). Hasil analisis menunjukkan bahwa pekerjaan tiang pancang merupakan aktivitas paling berisiko, selanjutnya adalah pekerjaan galian dan timbunan serta pembesian struktur. Pengendalian risiko paling efektif yaitu Rekayasa Teknis dengan menjaga jarak aman dari alat berat, pemasangan pagar pengaman, pemasangan pelindung mesin, serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Pengawasan dilakukan secara rutin melalui toolbox meeting, pemeriksaan kelengkapan kerja, dan peringatan pesan-pesan keselamatan. Meskipun telah diterapkan, peningkatan kedisiplinan dan konsistensi masih dibutuhkan untuk menekan angka kecelakaan kerja secara optimal.