Arjunani, Astrida
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KONDISI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN DENGAN BERDASARKAN PENDEKATAN MODEL ALTMAN (MODEL Z-SCORE) (STUDI PADA PERUSAHAAN TEKSTIL DAN GARMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2013-2015) Arjunani, Astrida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kemungkinan kebangkrutan perusahaan dengan berdasarkan kinerja keuangan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah industri tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2015 yang berjumlah 16 perusahaan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel jenuh, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 perusahaan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model diskriminan Altman (model Z-score), adapun variabel yang digunakan dalam model ini meliputi variabel antara lain rasio working capital to total asset (WCTA), retained earning to total asset (RETA), earning before interest and taxes to total asset (EBITTA), market value of equity to book value of liabillity (MVEBVL), sales to total asset (STA).            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 11 perusahaan mengalami kebangkrutan 3 tahun berturut-turut antara lain PT. Polychem Indonesia Tbk, PT. Argo Pantes Tbk, PT. Ever Shine Tex Tbk, PT. Panasia Indo Resources Tbk, PT. Indo Rama Synthetic Tbk, PT. Apac Citra Centertex Tbk, PT. Asia Pasific Fibers Tbk, PT. Ricky Putra Globalindo Tbk, PT. Sunson Ttextile Manufacture Tbk, PT. Star Petrochem Tbk, PT. Nusantara Inti Corpora Tbk. dimana perusahaan ini memiliki nilai Z-score dibawah 1,81. Ada satu perusahaan yang masuk dalam kategori sehat yakni PT. Trisula Internasional Tbk. kemudian perusahaan yang masuk dalam kategori rawan bangkrut PT Sri Rejeki Isman Tbk dan PT Pan Brothers Tbk. Hal ini disebabkan oleh rendahnya tingkat likuiditas, profitabilitas dan kinerja dan manajemen perusahaan. Pihak perusahaan harus segera mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi perusahaan agar dapat melanjutkan usahanya dan memperoleh laba yang maksimal.