Kebutuhan rumah di Indonesia setiap tahunnya terus bertambah. Berdasarkan hitungan Real Estate Indonesia (REI), total kebutuhan rumah per tahun di Indonesia bisa mencapai 2,6 juta yang didorong oleh pertumbuhan penduduk. Berdasarkan data jumlah penduduk sekarang ini lebih  kurang  241  juta  jiwa  dengan  angka pertumbuhan penduduk 1,3  %  per  tahun  dapat dipastikan kebutuhan terhadap perumahan akan meningkat. Melihat besarnya angka kebutuhan rumah  maka  diperlukan penyediaan  dana  yang besar  untuk  membangunnya.  Kota  Batu merupakan salah satu Kota Wisata yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Tak heran jika banyak para pribumi maupun pendatang yang ingin memiliki tempat tinggal di daerah Kota Batu tersebut. Pembelian rumah  bisa  dilakukan dengan cara  tunai ataupun dengan  kredit.  Namun  seiring dengan  semakin sulitnya  keadaan  ekonomi  dan  banyaknya tuntutan  kebutuhan yang  harus dipenuhi oleh masyarakat maka pembelian rumah secara tunai akan semakin sulit dilakukan, terutama bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Dengan demikian, produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi sangat menarik bagi masyarakat.  Selain harga rumah, ada beberapa faktor yang harus di perhatikan oleh nasabah apabila ingin mengajukan KPR diantaranya pendapatan, biaya administrasi, masa cicilan, dan lokasi rumah. Produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga dimiliki oleh PT. Bank Muamalat Indonesia. . Data yang digunakan adalah data primer menggunakan kuisioner. Hasil penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel pendapatan, biaya administrasi, masa cicilan, lokasi rumah, dan  harga  rumah  terhadap permintaan KPR  Syariah di  PT.  Bank  Muamalat Indonesia Cabang Pembantu Batu.Kata Kunci : Permintaan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR)