Apriliyanti, Fitria Dyah
Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Dan Hambatan Dalam Penempatan Pegawai Di Kabupaten Banyuwangi (Studi Pada Badan Kepegawaian Dan Diklat Kabupaten Banyuwangi) Apriliyanti, Fitria Dyah
Jurnal Administrasi Publik Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.524 KB)

Abstract

Abstract: The Optimization And Obstacles Of Employees Placement In Banyuwangi. One of the policies taken by the government as an attempt was made to Civil Servants structuring with the enactment of the moratorium CPNS. However, with the enactment of the moratorium policy employess, Banyuwangi experiencing short-staffed. It is based on the same time a wave of retiring civil servants continue. So the need for optimizing employee in Banyuwangi. To know the optimization and obstacles of employee placement the research conducted on the Staffing and Training Agency Banyuwangi. The research method used is descriptive qualitative the research data is divided into two kinds: primary data and secondary data. The results of this study indicate that optimization of employee placement in Banyuwangi has done well, namely by determining job analysis, workload analysis and determination of the qualifications position in accordance to the PP 13 of 2002. Results of job analysis conducted to improve the productivity of employees. The implementation of workload analysis, it is known that not all areas in the district of Banyuwangi get briefed and benefits. Further qualifications of each employee is in conformity with the position carried, but there needs to be increased in accordance. Factors that influence the course of the placement of employees in Banyuwangi, namely situational factors, education and employee competencies, and qualifications of job analysis team. So that the improvement of the need for re-analysis or evaluation of the results of the job descriptions and workload analysis. Further, each officer shall be selected on the basis of qualifications professionalism through competitive examinations. Reduction of structural training accompanied by the implementation of the training of skilled workers, as well as the need for transparency of qualifications job analysis and workload analysis team. Keywords: Optimization, Obstacles, Employees Placement Abstrak: Optimalisasi dan Hambatan Dalam Penempatan Pegawai Di Kabupaten Banyuwangi. Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah sebagai upaya yang dilakukan untuk penataan Pegawai Negeri Sipil yaitu dengan diberlakukannya kebijakan moratorium CPNS. Namun dengan diberlakukannya kebijakan moratorium CPNS, Kabupaten Banyuwangi mengalami kekurangan pegawai. Hal ini didasarkan pada saat yang bersamaan gelombang PNS yang pensiun di Kabupaten Banyuwangi terus berlangsung. Sehingga perlu adanya pengoptimalan pegawai di Kabupaten Banyuwangi. Untuk mengetahui optimalisasi dan hambatan dalam penempatan pegawai maka penelitian dilakukan pada Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, data penelitian terbagi menjadi dua macam yaitu: data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi penempatan pegawai di Kabupaten Banyuwangi sudah dilakukan dengan baik, yaitu dengan menentukan analisis jabatan, analisis beban kerja dan penetapan kualifikasi jabatan sesuai dengan PP No.13 Tahun 2002. Hasil dari analisis jabatan yang dilakukan dapat meningkatkan produktifitas pegawai. Dalam pelaksanaan analisis beban kerja, diketahui bahwa tidak semua daerah yang ada di Kabupaten Banyuwangi mendapatkan pengarahan dan manfaatnya. Lebih jauh lagi kualifikasi pegawai sudah sesuai dengan jabatan yang diemban, namun perlu adanya peningkatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya penempatan pegawai di Kabupaten Banyuwangi yaitu faktor situasional, pendidikan dan kompetensi pegawai, serta kualifikasi tim analisis jabatan. Untuk itu perlu adanya analisis kembali atau evaluasi terhadap hasil dari analisis jabatan dan beban kerja. Lebih lanjut lagi, setiap pejabat wajib diseleksi atas dasar kualifikasi profesionalitasnya melalui ujian kompetitif. Pengurangan diklat struktural yang diiringi oleh pelaksanaan diklat tenaga trampil, serta perlu adanya transparansi terhadap kualifikasi tim analisis jabatan dan tim analisis beban kerja. Kata Kunci: Optimalisasi, Hambatan, Penempatan Pegawai.