Laicha, Sani’
Program Studi S1 Perpajakan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BENCHMARK BEHAVIORAL MODEL DALAM PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN PAJAK (Studi pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Malang) Laicha, Sani’
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.613 KB)

Abstract

Self assessment system is one kind of tax collection which the taxpayers have a duty to count, calculate, pay and report their tax obligation by themselves. In the other side, not all of taxpayers obey the rule to pay and report it well so supervision and tax audit needed by tax officer. One of the methods that used by tax officer in doing tax supervision and audit is using benchmark behavioral model methods or its usually called by BBM. The objective of research is to know and describe how the implementation of BBM policy in tax supervision and audit. This research using case study with qualitative approach. Result of research shows that BBM method can be used as a tool in supervision and audit but can not be used as the base of tax assessment letter. BBM has a function as an alarm for account representatif in doing tax intensification. BBM also helps tax auditor task in audit planning and audit area arrangement. Keywords : Self Assessmnet System, Supervision, Audit, BBM ABSTRAK Self assessment system adalah salah satu jenis pemungutan pajak dimana wajib pajak mempunyai kewajiban untuk menghitung, memperhitungkan, menyetor dan melapor sendiri kewajiban perpajakannya. Di lain pihak, tidak semua wajib pajak patuh untuk menyetor dan melapor dengan baik dan benar sehingga diperlukan pengawasan dan pemeriksaan pajak oleh fiskus pajak. Salah satu metode yang digunakan oleh fiskus dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan pajak adalah dengan metode benchmark behavioral model atau yang lebih dikenal dengan BBM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana implementasi kebijakan BBM dalam proses pengawasan dan pemeriksaan pajak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian mengemukakan bahwa metode BBM digunakan sebagai salah satu alat bantu dalam pengawasan dan pemeriksaan namun tidak dapat digunakan sebagai dasar penerbitan surat ketetapan pajak. BBM berfungsi sebagai alarm bagi account representative dalam melakukan intensifikasi pajak. BBM juga membantu tugas pemeriksa pajak dalam hal penyusunan perencanaan pemeriksaan dan luas pemeriksaan. Kata kunci: Self Assessment System, Pengawasan, Pemeriksaan, BBM