Marsudi, Suwanto
University of Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Kolam Retensi Sebagai Usaha Mereduksi Banjir Sungai Citarum Hulu, Kabupaten Bandung Baskoro, Bima Adhi; Sisinggih, Dian; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1312.363 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sungai Citarum Hulu (Cekungan Bandung) memiliki kapasitas debit rata-rata 550 m3/dt, apabila debit sungai melebihi kapasitas tersebut, maka terjadi genangan pada 3 Kecamatan, yaitu Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang. Mengingat sebagian besar wilayah Kecamatan Baleendah khususnya kampung Cieunteung merupakan daerah dataran rendah, tidak menutup kemungkinan banjir akan terjadi di wilayah ini akibat luapan Sungai, maka dari itu dibutuhkan suatu upaya pengendalian banjir, salah satunya perencanaan kolam retensi, guna mereduksi banjir. Pada studi ini, dilakukan analisa hidrologi guna mendapatkan debit banjir rancangan pada lokasi studi.. Selanjutnya dilakukan analisa hidrolika untuk mengetahui kondisi eksisting dengan banjir kala ulang 50 tahun untuk mengetahui seberapa besar dampak banjir dengan menggunakan bantuan paket program HEC-RAS 5.0.3. Selanjutnya direncanakan bangunan inlet berupa pelimpah samping dan bangunan outlet berupa pintu pengeluaran. Berdasarkan hasil perbandingan hasil analisa kondisi eksisting dengan kondisi setelah adanya pengendalian banjir dengan perencanaan kolam retensi, mengalami reduksi bila di bandingkan dengan kondisi eksisting yang mengalirkan debit kala ulang 50 tahun sebesar 590,098 m3/detik, debit dapat tereduksi menjadi 550 m3/detk atau sekitar 7%. Selanjutnya dilakukan analisa stabilitas lereng Kolam Retensi dengan menggunakan metode Bishop, berdasarkan hasil analisa stabilitas, didapatkan angka keamanan dengan cara coba-coba dari beberapa titik di sepanjang garis kelongsoran yang memenuhi syarat keamanan. Kata Kunci: Banjir, HEC-RAS, Kolam Retensi, Stabilitas ABSTRACT:.  The upstream of citarum river (bandung water basin) have a discharge capacity in average 550 m3/s. If the discharge of the river is exceeding the capacity, floods will occur at several sub-districts, among others, Baleendah, Dayeuhkolot, & Bojongsoang. Most of the area at Baleendah, particularly in Cieunteung Village, is one kind of lowland area and it leads a flood to occur because of the river overflow. Therefore, it is necessary to do flood control, such as retention pond. In this research, hydrological analysis is conducted to obtain the design flood discharge. Then the hydraulics analysis is conducted to determine the condition of the existing flood in 50 years return period, to know the impact of flooding using HEC-RAS 5.0.3. Next is planning a sideweir in the inlet and a sluice gate in the outlet. Based on the comparison of existing condition analysis and condition after flood control with retention flood planning, there is a reduction of the discharge in 50 years return period, from 590,098 m3/s, becomes 550 m3/s, means it was reduced about 7%. The retention pond retard stability analysis using the Bishop method, based on the stability analysis, was obtained by using a trial and error from several points along the safety slip surface.. Keywords: Flood, HEC-RAS, Retention pond, Stability
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO (PLTM) DI SUNGAI WARKAPI DISTRIK TANAH RUBUH KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT Sukma, Dwi Mahenra; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.516 KB)

Abstract

ABSTRAK: Papua Barat merupakan salah satu provinsi yang adaadi Indonesia yang masih kekurangan pasokan listrik, sehingga kebutuhan listrik di provinsi ini haruslah terpenuhi. Untuk mengatasi masalah tersebut, di distrik Tanah Rubuh terdapat sungai yaitu sungai Warkapi yang memiliki potensi untuk menghasilkkan energi listrik dengan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Menurut hasil kajian, debit banjir rancangan yang digunakan dengan kala ulang 100 tahun sebesar 502.66 m3/detik, dan debit andalan yang digunakan adalah debit andalan 45% sebesar 7.232 m3/detik digunakan sebagai debit pembangkitan. Pada PLTM Warkapi ini menggunakan bendung tipe sabo dikarenakan material dominan pada sungai warkapi yaitu kerikil dan batu-batu kecil. Tebal mercu sebesar 2 meter, tinggi bendung 1.5 meter, lebarrefektif bendung 30.693 meter. Adapun komponen-komponen sipil lain pada PLTM ini antara lain bangunan pengambilan, saluran pengarah, bak pengendap disatukan dengan bak penenang, pintu penguras, pipa pesat dan saluran pembuang. Pada PLTM ini menggunakan turbin Francis horizontal sebanyak 2 unit turbin, denganadaya yang dihasilkan sebesar 4.92 MW dan produksi energi tahunan sebesar 27.87  GWh. Hasil analisis ekonomi dari PLTM ini menunjukan bahwa layak untuk dibangun, hal ini didukung dengan nilai BCR adalah 1.112, nilai NPV adalah 50.5 Milyar , nilai IRR adalah 5.14% dan payback period adalah 18 tahun.  Kata Kunci: listrik, debit, PLTM, pipa pesat, analisa ekonomiABSTRACT: West Papua is one of the provinces in Indonesia that still lack of electricity supply, electricity energy production is needed to be increased. To resolve this problem, in the Tanah Rubuh District there is a river that is Warkapi river that has the potential can be energy source with the contruction of Small Hydropower Plant. From the observation, the selected design flood discharge 100 year period to be 502.66 m3/dt, and selected mainstay discharge 45% to be 7.232 m3/dt used as the plant discharge. In this hydropower using sabo weir because the dominant material in the river Warkapi is gravel and small stones. The thickness of weir is 2 meters and the height 1.5meters, the effective width of river is 30.693 meters. The other civil components in this hydropower such as intake, feeder canal, settling basin merged with forebay, drain door, penstock, and tailrace. In this warkapi hydropower uses turbin are 2 unit of horizontal Francis type, with 4.92 MW power produced and 27.87 GWh energy produced in a year. The result of economic analysis from this hydropower is feasible to built, it is supported by BCR is 1.112, NPV is Rp. 50,596,548,800,53, IRR is 5.14% and payback period is 18 years. Keyword: electric, discharge, hydropower, penstock, economic analysis