Kesulitan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal dan eksternal. Adapun faktor-faktor tersebut adalah: Faktor Internal, yakni; 1) keterbatasan kualitas sumberdaya manusia; 2) keterbatasan kemampuan modal usaha dan tekhnologi penangkapan; 3) hubungan kerja dalam organisasi penangkapan yang seringkali kurang menguntungkan buruh; 4) kesulitan melakukan diversivikasi usaha penangkapan; 5) ketergantungan yang sangat tinggi terhadap hasil melaut; dan 6) gaya hidup yang dipandang boros, sehingga kurang berorientasi kemasa depan. Faktor Eksternal, 1) kebijakan pembangunan perikanan yang lebih berorientasi kepada produktifitas untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional dan parsial; 2) sistem pemasaran hasil perikanan yang lebih menguntungkan pedagang perantara; 3) kerusakan akan ekosistem pesisir dan laut karena pencemaran dari wilayah darat, praktek penangkapan ikan dengan bahan kimia, perusakan terumbu karang, dan konservasi hutan bakau dikawasan pesisir; 4) penggunaan peralatan tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan; 5) penegakkan hukum yang lemah terhadap perusak lingkungan; 6) terbatasnya teknologi pengolahan pasca panen; 7) terbatasnya peluang kerja disektor non perikanan yang tersedia di desa nelayan; 8) kondisi alam dan; 9) isolasi geografis desa nelayan yang mengganggu mobilitas barang, jasa, modal dan manusia. Prosedur yang harus dilalui oleh masyarakat nelayan Desa Weru dalam memperoleh jaminan sosial pada umumnya cukup mudah. Namun prosedur yang diberikan oleh lembaga-lembaga, seperti jamsostek memang agak sulit dibandingkan dengan bentuk jaminan sosial lainnya. Sehingga nelayan lebih memilih jaminan sosial yang lainnya karena dianggap jaminan sosial tenaga kerja itu susah untuk diakses. Kata Kunci : jaminan sosial, sumberdaya, asuransi dan nelayan ABK gillnet