Safitri, Putri Aprilia
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI KONTRASTIF IDIOM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA (FOKUS PADA “KEPALA”) Safitri, Putri Aprilia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.618 KB)

Abstract

Kata Kunci : Studi kontrastif, Idiom, Kanyouku Bahasa adalah alat komunikasi untuk menyampaikan ide, pikiran, hasrat, dan keinginan kepada orang lain. Bahasa dapat dinyatakan dalam dua cara, yaitu secara lisan maupun tulisan. Dalam penyampaian pesan secara lisan maupun tulisan, penutur dan lawan tutur  untuk memperhalus penyampaiannya sering kali menggunakan idiom atau yang dalam bahasa Jepangnya disebut dengan Kanyouku.Tetapi masih ditemukannya adanya kesulitan dalam penggunaan idiom karenakurangnya pemahaman makna idiom.  Studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif kontrastif. Dengan tujuan untuk mengetahui makna yang terdapat pada idiom bahasa Jepang dan bahasa Indonesia yang menggunakan kata ‘kepala’ serta untuk menemukan persamaan dan perbedaan makna dari kedua idiom tersebut. Studi ini merupakan studi kepustakaan yang data-datanya pun di peroleh dari beberapa kamus idiom bahasa Jepang maupun bahasa Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa idiom bahasa jepang maupun bahasa Indonesia menunjukkan arti yang bermacam-macam, yaitu menunjukkan perasaan, menunjukkan keadaan tubuh, sifat/watak, dan perilaku, menunjukkan perbuatan,pergerakan, aktifitas/kegiatan, menunjukkan keadaan derajat, nilai/harga, dan menunjukkan keadaan masyarakat, kebudayaan, dan kehidupan. Selain itu ditemukan juga adanya persaaman dan perbedaan makna idiomatikal atau maknaleksikal suatu idiom ‘kepala’, bahkan ditemukan juga idiom ‘kepala’ yang mempunyai persamaan makna idiomatikal beserta makna leksikalnya atau dengan kata lain idiom tersebut dapat langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang maupun bahasa Indonesia, dan juga tidak ditemukannya idiom bahasa Jepang maupun Indonesia yang mempunyai perbedaan makna leksikal.