Era digital telah membawa transformasi mendalam dalam cara kita berkomunikasi, belajar, dan berinteraksi. Ini memengaruhi juga bagaimana agama dan nilai-nilai prososial dapat disampaikan dan dipahami oleh anak-anak usia dini. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam menyebarkan ajaran agama Hindu kepada anak-anak usia dini dan sejauh mana hal ini dapat mendorong perilaku prososial. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi terhadap kelompok anak usia dini yang mendapatkan ajaran agama Hindu melalui aplikasi dan platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi memiliki potensi besar dalam membantu anak-anak usia dini memahami ajaran agama Hindu dan menginternalisasi nilai-nilai prososial yang terkandung didalamnya.Melalui aplikasi dan platform digital, anak-anak dapat belajar dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Mereka dapat mengakses cerita, gambar, dan video yang memperjelas konsep-konsep agama Hindu. Selain itu, teknologi memungkinkan anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas kolaboratif, seperti diskusi kelompok daring, yang mendorong mereka untuk berbagi pengalaman dan merenungkan nilai-nilai agama.Namun, penelitian ini juga menyoroti tantangan dan risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi dalam menyebarkan ajaran agama Hindu kepada anak-anak. Oleh karena itu, peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak-anak dalam penggunaan teknologi.Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung pembelajaran ajaran agama Hindu dan mendorong perilaku prososial pada anak usia dini. Namun, perlu ada pendekatan yang seimbang antara teknologi dan interaksi sosial dalam pendidikan agama Hindu untuk memastikan bahwa nilai-nilai agama dan prososial dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak.