Muliani, Nurintan
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Trauma Healing Bencana Perspsektif Islam dan Barat (Sufi Healing dan Konseling Traumatik) Muliani, Nurintan
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2019): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Trauma merupakan keadaan yang disebabkan luka yang berkepanjangan yang terjadi di masa lalu. Keadaan trauma harus mendapakan penanganan serta pengobatan segera agar kehidupan menjadi efektif. Manusia tidak bisa terus-menerus mengalami gangguan psikologis dan akan berdampak pada fisologis manusia. Gangguan psikologis yang dahsyat akibat kehilangan orang-orang yang dicintai, kehilangan sanak saudara, keluarga serta mengalami pelecehan dan lain sebagainya, bisa memengaruhi kestabilan emosi para korban gempa. Konselor sebagai salah seorang yang mampu memberikan terapi konseling traumatic serta sufi healing dengan tujuan agar keadaan trauma dapat dihilangkan dari dalam diri para korban. Penulis bermaksud ingin melihat cara penanganan menurut sufi healing dan konseling traumatic dalam melakukan penyembuhan terhadap para korban bencana. Tujuan dari dua penyembuhan ini, sama-sama memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin menghilangkan trauma yang dialami para korban agar bisa menjalani kehidupan yang sesungguhnya tanpa bergantung pada donasi orang lain. Dan juga memiliki perbedaan dalam metode yang digunakan dalam masing-masing healing. Sufi healing lebih kepada cara-cara tasawuf sedangkan konseling traumatic, metodenya seperti konseling pada umumnya melalui setting individual dan kelompok. Individual kepada trauma yang berat sedangkan kelompok diterapkan pada trauma yang ringan. Kata kunci: sufi healing, konseling Traumatik. 
Pengaruh Peer Counseling Terhadap Self-Discloser Remaja Nurul Haq Yogyakarta Muliani, Nurintan
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2019): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap keterbukaan diri remaja Panti Asuhan yang diprediksi rendah hingga membuat para pengasuh serta pegawai Panti Asuhan ingin menyelesaika dan membantu permasalahan yang terjadi di dalam kehidupan para remaja Panti Asuhan. Maka diciptakanlah sebuah wadah yang tujuannya untuk melihat sikap keterbukaan diri remaja Panti Asuha dengan cara menerapkan dan konseling sebaya di Panti Asuhan. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh peer counseling terhadap self-disclosure remaja Panti Asuhan Nurul Haq Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analisis regresi dengan pendekatan kuantitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah remaja Panti Asuhan Nurul Haq laki-laki dan perempuan yang pernah mengikuti konseling kelompok dan sebaya. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang berjumlah 61 remaja taraf kesalahan 5%. Teknik dalam mendapatkan data dilakukan dengan menggunakan observasi, kuesioner/angket, dan dokumentasi. Untuk menguji kelayakan instrumen dilakukan dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 25. Dalam hasil akhir penelitian menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan peer counseling terhadap self-disclosure remaja Panti Asuhan Nurul Haq Yogyakarta. Konstribusi peer counseling (X1) sebesar 58,0%, sedangkan sisanya 48,1% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian seperti teman dekat, lingkungan, kepribadian, besarnya kelompok, jenis kelamin, perasaan menyukai, dan sarana-prasarana yang turut mendukung. Dari semua faktor yang berpengaruh terhadap sikap keterbukaan diri remaja juga dibutuhkan strategi dan upaya yang gigih dalam belajar.
Pencegahan Kecenderungan Narsistik Melalui Kontrol Diri Muliani, Nurintan
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 2 (2021): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractSelf-existence can be done by individuals in various ways so that they can be seen by others. This is a natural thing, but is said to be unnatural when it is done excessively so that it can trigger individuals to experience narcissistic tendencies. Narcissistic tendencies are excessive self-love of oneself without regard to others. Individuals who have narcissistic tendencies will experience anxiety, because they will always try to make themselves look unique, special, and perfect in the eyes of the beholder. If this tendency is allowed to become an abnormal or unhealthy personality. Self-control is one way to prevent an individual's narcissistic tendencies from increasing over time. Self-control is an individual's ability to control, structure, and guide behavior in certain situations that will result in positive behavior. Here the author explains that self-control can prevent narcissistic tendencies seen from the existing literature in the form of journals related to narcissistic tendencies and self-control. Keywords: Narcissistic, Self-control AbstrakEksistensi diri dapat dilakukan individu dengan berbagai macam cara agar dapat terlihat orang lain. Ini merupakan hal yang wajar, namun dikatakan tidak wajar ketika dilakukan secara berlebihan sehingga dapat memicu individu mengalami kecenderungan narsistik. Kecenderungan narsistik merupakan self-love yang berlebihan kepada diri sendiri tanpa memperdulikan individu yang lain. Individu yang memiliki kecenderungan narsistik akan merasakan gelisah, karena mereka akan selalu menampilkan usaha untuk membuat diri mereka terlihat unik, istimewa, dan selalu dikagumi di mata orang yang memandang. Jika kecenderungan ini dibiarkan akan menjadi kepribadian abnormal atau tidak sehat. Kontrol diri merupakan salah satu cara agar kecenderungan narsisitik individu tidak meningkat seiring waktu. Kontrol diri adalah kompetensi individu dalam mengontrol, menyusun, dan membimbing perilaku pada situasi tertentu yang akan menghasilkan perilaku yang positif. Berikut penulis memaparkan bahwa kontrol diri dapat mencegah kecenderungan narsistik dilihat dari literatur-literatur yang ada berupa jurnal-jurnal yang berkaitan dengan kecenderungan narsistik dan kontrol diri.